UINSAUINSA

Islamica: Jurnal Studi KeislamanIslamica: Jurnal Studi Keislaman

Fundamentalisme Islam telah mengalami transformasi signifikan seiring dengan munculnya media sosial. Kehadiran pola baru fundamentalisme Islam dipengaruhi oleh para pendakwah muda yang berhasil membangun otoritas agama melalui konten Islam kreatif digital yang berisi ide tentang politik Islam, hijrah dawah, dan ideologi salafisme. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis interaksi antara silsilah gerakan dan tipologi pemikiran fundamentalis Islam, hijrah dawah, dan pluralitas kesalehan milenial Muslim. Penelitian kualitatif ini menggunakan studi literatur, yang operasionalisasinya dilakukan dengan memeriksa, mengidentifikasi, dan menemukan kesenjangan dari referensi topik terkait. Selanjutnya, menganalisis konten digital untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kesalehan milenial Muslim. Artikel ini menemukan bahwa transformasi gerakan fundamentalisme Islam melalui hijrah dawah di media sosial berkontribusi dalam membentuk kesalehan remaja Muslim menjadi tiga tipologi, yaitu kesalehan skripturalis, kesalehan populer, dan kesalehan progresif. Fenomena fundamentalisme global, fragmentasi otoritas agama, dan respons terhadap tantangan modernitas adalah faktor yang menyebabkan munculnya pluralitas kesalehan. Meskipun pluralitas kesalehan memiliki implikasi terhadap polarisasi satu sama lain, dakwah Islam di era digital menyediakan sumber alternatif pembelajaran agama bagi milenial Muslim.

Penggunaan media sosial telah menyebabkan perubahan signifikan dalam cara pesan agama disampaikan dan diterima, dengan platform seperti YouTube dan Instagram memainkan peran penting dalam membentuk pemahaman Islam di kalangan muda Muslim.Interaksi berbagai gerakan Islam dan penggunaan kreatif media digital berkontribusi terhadap pluralitas kesalehan di kalangan pemuda Muslim di Indonesia, yang mencerminkan interpretasi dan praktik iman yang beragam.Fundamentalisme Islam sebagai organisasi dan pemahaman agama yang digambarkan sebagai kelompok Islam tekstualis, konservatif, dan eksklusif terhadap pemikiran modern, saat ini mengalami transformasi signifikan dalam gerakan dakwah.Meskipun ideal gerakan fundamentalisme Islam telah konsisten berjuang untuk politik Islam, model dakwah telah mengalami modifikasi seiring dengan kehadiran media sosial.Hijrah dawah, salah satu doktrin utama gerakan fundamentalis Islam seperti Tarbiyah, Salafi, dan HTI, adalah narasi yang dikampanyekan oleh pendakwah muda di media digital dengan tujuan memotivasi milenial Muslim untuk berlaku baik dan meninggalkan keburukan.Pendakwah muda dan keren ini adalah agen kunci yang berhasil membangun otoritas agama dan memainkan peran penting dalam penyebaran ide-ide fundamentalis Islam di Indonesia kontemporer.Sehingga, kehadiran media sosial berkontribusi dalam menyediakan pengetahuan agama dan membentuk kesalehan milenial Muslim berdasarkan literatur Islam di internet.Akhirnya, media sosial adalah pasar bebas ideologis yang menciptakan pluralitas kesalehan milenial Muslim dari moderat atau progresif, yang mengakomodasi budaya populer Islam, hingga yang radikal-ekstremis.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan:. . 1. Menganalisis lebih lanjut dampak transformasi gerakan fundamentalisme Islam melalui hijrah dawah di media sosial terhadap pembentukan kesalehan milenial Muslim. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana konten Islam kreatif digital yang diproduksi oleh pendakwah muda mempengaruhi pemahaman dan praktik agama di kalangan milenial Muslim.. . 2. Meneliti lebih dalam tentang bagaimana fragmentasi otoritas agama di media sosial mempengaruhi pembentukan kesalehan milenial Muslim yang terasimilasi ke dalam budaya populer Islam. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana komunitas hijrah dawah berbasis populer di media sosial membentuk pemahaman dan praktik agama di kalangan milenial Muslim.. . 3. Mengkaji peran organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dalam memproduksi narasi Islam progresif dan moderat yang merespons isu-isu kemanusiaan global. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana organisasi-organisasi ini berkontribusi dalam membentuk kesalehan progresif di kalangan milenial Muslim dan bagaimana mereka merespons tantangan modernitas seperti hak asasi manusia, feminisme, demokrasi, kesehatan, dan lainnya.

  1. Muslim Televangelists in the Making: Conversion Narratives and the Construction of Religious Authority... doi.org/10.1111/muwo.12327Muslim Televangelists in the Making Conversion Narratives and the Construction of Religious Authority doi 10 1111 muwo 12327
  2. Making sure you're not a bot!. making sure re bot loading seeing set anubis protect server against... doi.org/10.4000/archipel.3485Making sure youre not a bot making sure re bot loading seeing set anubis protect server against doi 10 4000 archipel 3485
  3. Transforming Faith: Mualaf and Hijrah in Post-Suharto Indonesia | Entangled Religions. transforming faith... er.ceres.rub.de/index.php/ER/article/view/11748Transforming Faith Mualaf and Hijrah in Post Suharto Indonesia Entangled Religions transforming faith er ceres rub de index php ER article view 11748
  4. Strengthening Professional and Spiritual Education through 21st Centur. professional spiritual education... taylorfrancis.com/books/9781003376125Strengthening Professional and Spiritual Education through 21st Centur professional spiritual education taylorfrancis books 9781003376125
Read online
File size627.34 KB
Pages35
DMCAReport

Related /

ads-block-test