UBBUBB

Equity: Jurnal EkonomiEquity: Jurnal Ekonomi

Dalam konteks ASEAN, Republik Indonesia menempati peringkat keempat dalam produktivitas tenaga kerja di wilayah tersebut, mencerminkan tantangan kompleks yang terus berlangsung dalam mengoptimalkan sektor tenaga kerjanya. Meskipun memiliki sumber daya tenaga kerja yang melimpah, produktivitas tenaga kerja Indonesia masih tertinggal dari beberapa tetangga ASEAN, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kesenjangan pendidikan, kesenjangan keterampilan, dan perkembangan regional yang tidak merata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi provinsi-provinsi di Indonesia yang masuk ke dalam kategori optimal dalam hal produktivitas tenaga kerja berdasarkan kriteria kunci: Indeks Pembangunan Gender, Kesehatan, Upah Minimum, dan Investasi. Keunikan penelitian ini terletak pada penjelasan tentang bagaimana karakteristik regional Indonesia membentuk jalur yang beragam yang menggambarkan potensi optimasi dari wilayah-wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini berfokus pada pemeriksaan kondisi karakteristik regional yang terkait dengan produktivitas tenaga kerja optimal. Penelitian ini menggunakan metode analisis kontinu yang dikenal sebagai Crisp-set Qualitative Comparative Analysis (csQCA). csQCA khusus dalam menganalisis data biner untuk mengidentifikasi pola kausal yang beragam secara logis dan holistik. Metode ini menggunakan aljabar Boolean untuk menyederhanakan set data yang kompleks, mengungkapkan bagaimana kombinasi kondisi yang berbeda berkaitan dengan hasil. Objek yang diteliti adalah 34 provinsi di Indonesia pada tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa provinsi dengan kondisi Indeks Pembangunan Gender yang optimal terletak di wilayah DKI Jakarta dengan program unggulan Transjakarta Pink. Selain itu, kondisi Optimal Good Health Operational (BOK) terdapat di wilayah Sulawesi Tenggara melalui program unggulan Program Pelayanan Kesehatan Bergerak. Kondisi upah optimal diamati di 19 provinsi sebagai hasil dari kebijakan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.

Dapat disimpulkan bahwa karakteristik yang beragam jelas ada di setiap jalur regional, mencerminkan karakteristik kondisi kausal optimal untuk produktivitas tenaga kerja di Indonesia.• Ada 12 jalur regional, terdiri dari 6 kluster kontradiktif, 3 kluster optimal, dan 3 wilayah suboptimal.• Wilayah kontradiktif adalah Kepulauan Bangka Belitung, Gorontalo, Sulawesi Barat, Kalimantan Timur, Maluku Utara, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku, Aceh, Sumatera Selatan, Jakarta, dan Sulawesi Selatan.Hal ini disebabkan oleh variabel kausal yang terlalu kompleks untuk menjelaskan karakteristik wilayah-wilayah tersebut.• Provinsi suboptimal adalah Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Yogyakarta, karena produktivitas tenaga kerja yang rendah, upah yang rendah, dan investasi minimal di wilayah-wilayah tersebut.• Wilayah optimal adalah Kalimantan Utara, Jambi, Papua Barat, Papua, dan Kepulauan Riau.Faktor-faktor yang dapat mengarah pada kondisi optimal untuk produktivitas tenaga kerja adalah upah regional yang tinggi, banyak investor asing yang tertarik membuka kesempatan kerja di wilayah tersebut, dan perhatian terhadap biaya bantuan operasional kesehatan.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan:. . 1. Mengembangkan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana karakteristik regional yang optimal dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja di Indonesia. Penelitian ini dapat fokus pada analisis komparatif antara provinsi-provinsi yang memiliki kondisi optimal dan suboptimal, untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang berkontribusi terhadap produktivitas tenaga kerja yang tinggi.. . 2. Melakukan studi kasus mendalam di provinsi-provinsi yang telah menunjukkan produktivitas tenaga kerja yang optimal, seperti Kalimantan Utara, Jambi, Papua Barat, Papua, dan Kepulauan Riau. Studi kasus ini dapat mengeksplorasi strategi dan kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja, termasuk program pelatihan, insentif, dan pengembangan keterampilan.. . 3. Meneliti dampak investasi asing dan domestik terhadap produktivitas tenaga kerja di Indonesia. Penelitian ini dapat menganalisis bagaimana investasi tersebut menciptakan lapangan kerja, meningkatkan upah, dan mendorong inovasi teknologi, serta bagaimana hal itu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi regional. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki tantangan dan peluang yang dihadapi oleh investor asing dan domestik dalam konteks Indonesia.

  1. Request Rejected | Ministry of Trade Republic of Indonesia. request rejected ministry trade republic... jurnal.kemendag.go.id/JCN/article/view/792Request Rejected Ministry of Trade Republic of Indonesia request rejected ministry trade republic jurnal kemendag go JCN article view 792
  2. Analisis Kondisi Pembangunan Manusia di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua | Amalia | Jurnal Edukasi (Ekonomi,... jurnal.unigal.ac.id/edukasi/article/view/13880Analisis Kondisi Pembangunan Manusia di Pulau Sulawesi Maluku dan Papua Amalia Jurnal Edukasi Ekonomi jurnal unigal ac edukasi article view 13880
  3. Faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja perempuan di Indonesia tahun 2015 – 2021 | Jurnal... doi.org/10.20885/Jkek.Vol2.Iss2.Art13Faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja perempuan di Indonesia tahun 2015 Ae 2021 Jurnal doi 10 20885 Jkek Vol2 Iss2 Art13
  4. Analisis Pengaruh Pendidikan, Kesehatan dan Upah Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja di Provinsi Jawa... ejournal.undip.ac.id/index.php/dinamika_pembangunan/article/view/27843Analisis Pengaruh Pendidikan Kesehatan dan Upah Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja di Provinsi Jawa ejournal undip ac index php dinamika pembangunan article view 27843
Read online
File size659.81 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test