UM MetroUM Metro

BIOLOVABIOLOVA

Air lindi merupakan limbah cair hasil dekomposisi sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang berpotensi mencemari lingkungan karena kandungan bahan organik dan logam beratnya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinetika pertumbuhan bakteri Pseudomonas fluorescens serta karakteristik fisik hasil fermentasi air lindi. Proses fermentasi dilakukan secara aerob selama 8 hari dengan variasi volume inokulum bakteri 5 mL, 7 mL, dan 10 mL dalam 100 mL air lindi. Parameter yang diamati meliputi pH, suhu, konsentrasi C-organik, dan jumlah koloni bakteri. Hasil menunjukkan peningkatan pertumbuhan bakteri secara signifikan pada fase logaritmik dengan pola linear hubungan antara ln(CA0/CA) dan ln(CC/CC0). Nilai koefisien determinasi (R²) mendekati 1, yang mengindikasikan kesesuaian dengan model kinetika pertumbuhan. Selain itu, terjadi penurunan kandungan C-organik dan logam berat, serta perubahan karakteristik fisik air lindi yang menunjukkan peningkatan kualitas hasil fermentasi. Dengan demikian, fermentasi air lindi menggunakan Pseudomonas fluorescens berpotensi mengurangi dampak pencemaran dan meningkatkan nilai guna air lindi sebagai hasil olahan ramah lingkungan.

Fermentasi air lindi dengan Pseudomonas fluorescens terbukti efektif dalam menurunkan kandungan bahan organik serta memperbaiki karakteristik fisik air lindi melalui proses biodegradasi yang efisien dan ramah lingkungan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan variasi dosis inokulum Pseudomonas fluorescens yang lebih luas, misalnya antara 3-15 mL per 100 mL air lindi, guna menentukan konsentrasi optimum yang menghasilkan efisiensi degradasi tertinggi. Selain itu, pengujian pada skala pilot plant dengan sistem aerasi terkontrol dan pengadukan periodik diperlukan agar proses degradasi berlangsung lebih homogen dan dapat diterapkan secara efektif pada unit pengolahan limbah terpadu di TPA atau PDU. Kombinasi Pseudomonas fluorescens dengan jenis bakteri lain seperti Bacillus sp. atau Azotobacter sp. juga berpotensi meningkatkan kualitas hasil fermentasi dan mempercepat proses degradasi bahan organik. Dengan demikian, kondisi fermentasi dan diversifikasi mikroba diharapkan mampu meningkatkan efektivitas biokonversi air lindi menjadi produk yang lebih stabil, ramah lingkungan, dan aplikatif dalam skala industri pengolahan limbah.

Read online
File size681.45 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test