STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG

Journal of Educational Review and ResearchJournal of Educational Review and Research

Literasi membaca dan keaktifan belajar merupakan kompetensi fundamental yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar guna mendukung pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca dan keaktifan belajar siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian terdiri atas 25 siswa kelas III A SD Negeri 3 Linggasari tahun ajaran 2024/2025. Hasil penerapan model PBL menunjukkan peningkatan kualitas implementasi literasi membaca, serta keaktifan belajar siswa secara signifikan. Persentase ketuntasan kemampuan literasi membaca meningkat dari 62,5% pada Siklus I menjadi 76,0% pada Siklus II dan 80,0% pada Siklus III. Sementara itu, persentase keaktifan belajar siswa meningkat dari 60,0% pada Siklus I menjadi 76,0% pada Siklus II dan mencapai 84,0% pada Siklus III. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning efektif digunakan untuk meningkatkan literasi membaca dan keaktifan belajar siswa sekolah dasar.

Upaya meningkatkan kompetensi literasi membaca dan keaktifan belajar siswa melalui implementasi model Problem Based Learning (PBL) telah terlaksana secara sistematis.Penerapan model PBL terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi membaca dan mendorong keaktifan belajar peserta didik kelas III A SD Negeri 3 Linggasari tahun ajaran 2024/2025.Peningkatan kemampuan literasi membaca ditunjukkan oleh peningkatan progresif persentase rata-rata kemampuan literasi membaca.62,5% pada Siklus I, 76,0% pada Siklus II, dan 80,0% pada Siklus III.Sementara itu, peningkatan keaktifan belajar terlihat dari peningkatan persentase rata-rata keaktifan belajar.60,0% pada Siklus I, 76,0% pada Siklus II, dan 84,0% pada Siklus III.

Penelitian ini menyarankan agar guru terus melakukan penelitian untuk menumbuhkan kemampuan problem solving dan meningkatkan profesionalisme serta kemandirian guru. Sekolah juga diharapkan memberikan dukungan penuh kepada guru untuk mengimplementasikan model pembelajaran inovatif seperti PBL. Dukungan ini dapat berupa penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, pelatihan rutin tentang model pembelajaran terkini, dan mendorong kolaborasi antar guru. Dengan kolaborasi ini, permasalahan yang muncul saat penerapan model pembelajaran baru dapat diatasi bersama, sehingga kualitas pendidikan di sekolah dapat terus meningkat.

  1. A taxonomy of problem‐based learning methods - BARROWS - 1986 - Medical Education - Wiley Online... doi.org/10.1111/j.1365-2923.1986.tb01386.xA taxonomy of problemyAAAabased learning methods BARROWS 1986 Medical Education Wiley Online doi 10 1111 j 1365 2923 1986 tb01386 x
  2. "Overview of Problem-based Learning: Definitions and Distinctions" by John R. Savery. overview... docs.lib.purdue.edu/ijpbl/vol1/iss1/3Overview of Problem based Learning DeAnitions and Distinctions by John R Savery overview docs lib purdue edu ijpbl vol1 iss1 3
Read online
File size392.3 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test