UNWAHAUNWAHA

Jumat Informatika: Jurnal Pengabdian MasyarakatJumat Informatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan anak usia sekolah dasar. Kondisi ini menimbulkan tantangan serius, terutama terkait rendahnya literasi digital dan maraknya perilaku perundungan, baik secara langsung maupun melalui media sosial (cyberbullying). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital siswa, khususnya dalam memahami akhlak dan etika bermedia sosial. Program dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan sasaran utama siswa kelas IV-VI. Mitra pada pengabdian ini adalah SDN Talun Kidul, dengan melibatkan kepala sekolah dan guru. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif pada siswa. Setelah kegiatan, siswa mampu membedakan perilaku baik dan buruk, mengurangi penggunaan bahasa negatif, menunjukkan sikap saling menghargai, serta berani menegur teman yang melakukan bullying. Kegiatan juga ditutup dengan deklarasi anti-bullying sebagai bentuk komitmen bersama menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif. Dengan demikian, sosialisasi literasi digital terbukti efektif dalam menumbuhkan sikap bijak, empati, dan tanggung jawab sosial siswa. Program ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan siswa, guru, orang tua, dan sekolah agar tercipta budaya positif dalam penggunaan media sosial.

Kegiatan pengabdian di SDN Talun Kidul terlaksana dengan baik serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital dan etika sosial siswa.Siswa menunjukkan perubahan signifikan berupa pemahaman yang lebih baik tentang etika digital, pengurangan penggunaan bahasa negatif, keberanian menegur teman yang melakukan perundungan, serta kesadaran akan pentingnya saling menghargai.Sosialisasi literasi digital terbukti efektif dalam membentuk perilaku bijak dan bertanggung jawab pada siswa sekolah dasar.

Pertama, perlu diteliti efektivitas pendekatan bermain peran (role play) dalam membangun empati siswa terhadap korban cyberbullying melalui studi longitudinal yang melibatkan sekolah dasar di berbagai wilayah untuk melihat pengaruh jangka panjang terhadap sikap dan perilaku siswa di ruang digital. Kedua, penting untuk mengembangkan modul literasi digital berbasis kurikulum nasional yang terintegrasi dalam pembelajaran sehari-hari, sehingga penanaman nilai etika bermedia sosial tidak hanya terjadi dalam kegiatan insidentil, tetapi menjadi bagian berkelanjutan dari proses pendidikan karakter di sekolah. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang peran orang tua dalam pendampingan penggunaan gawai, khususnya dengan merancang program kolaboratif antara sekolah dan keluarga yang melibatkan pelatihan digital parenting, untuk melihat bagaimana pendampingan aktif di rumah dapat memperkuat nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dan mencegah terjadinya cyberbullying sejak dini. Ketiga saran ini saling melengkapi dan bertujuan untuk memperluas cakupan, kedalaman, dan keberlanjutan intervensi literasi digital bagi siswa sekolah dasar.

  1. PERAN ORAANG TUA DALAM MEMINIMALISIR DAMPAK CYBERBULLYING TERHADAP KESEHATAN MENTAL ANAK | Agustin |... doi.org/10.24198/jkrk.v6i1.53281PERAN ORAANG TUA DALAM MEMINIMALISIR DAMPAK CYBERBULLYING TERHADAP KESEHATAN MENTAL ANAK Agustin doi 10 24198 jkrk v6i1 53281
  2. How is the Education Character Implemented? The Case Study in Indonesian Elementary School | Journal... doi.org/10.36941/jesr-2022-0029How is the Education Character Implemented The Case Study in Indonesian Elementary School Journal doi 10 36941 jesr 2022 0029
Read online
File size439.7 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test