JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan PembelajaranEDUKASIA Jurnal Pendidikan dan PembelajaranPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi pendekatan Design Thinking dalam menumbuhkan empati, kolaborasi, dan tanggung jawab lingkungan pada siswa sekolah dasar. Dilakukan di SDN Purwokerto 1, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, studi kasus kualitatif ini melibatkan guru kelas 5 dan siswa dalam pembelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif. Temuan menunjukkan bahwa guru berhasil mengintegrasikan lima tahap Design Thinking, yaitu empati, definisi, ideasi, prototipe, dan pengujian, ke dalam aktivitas pembelajaran yang kontekstual dan kolaboratif. Siswa secara aktif mengatasi masalah lingkungan nyata, khususnya pengelolaan sampah di sekolah, yang menumbuhkan pemikiran kritis, kreativitas, dan keterlibatan emosional. Evaluasi dilakukan secara formatif dan reflektif, dengan menekankan kolaborasi siswa, kreativitas, keterlibatan emosional, dan pengembangan tanggung jawab lingkungan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa Design Thinking tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga menumbuhkan empati siswa, kerja sama tim, dan tanggung jawab lingkungan. Peran guru sebagai desainer pembelajaran yang bermakna dan berpusat pada siswa sangatlah krusial. Penelitian masa depan dapat mengeksplorasi efek jangka panjang Design Thinking terhadap pengembangan karakter dan penerapannya yang lebih luas di berbagai setting pendidikan.
Integrasi Design Thinking ke dalam pembelajaran IPAS di SDN Purwokerto 1 terbukti sebagai strategi efektif untuk menumbuhkan karakter siswa, khususnya dalam hal empati, kolaborasi, dan tanggung jawab lingkungan.Setiap tahap dalam proses Design Thinking berkontribusi secara bermakna.tahap empati dan definisi membantu siswa terhubung secara emosional dengan masalah lingkungan nyata, menumbuhkan kesadaran dan rasa tanggung jawab.sedangkan tahap ideasi, prototipe, dan pengujian meningkatkan kreativitas, kerja sama tim, dan pemecahan masalah melalui keterlibatan kolaboratif.Temuan ini didukung oleh penelitian terbaru yang menekankan peran pembelajaran berbasis desain dalam menumbuhkan tidak hanya keterampilan kognitif, tetapi juga kompetensi afektif dan interpersonal yang esensial bagi pembelajar abad ke-21.Selain itu, perencanaan, implementasi, dan evaluasi pembelajaran IPAS menunjukkan pergeseran dari pedagogi konvensional menuju pedagogi berpusat pada siswa.Guru bertindak sebagai fasilitator yang merancang pengalaman pembelajaran yang bermakna dan kontekstual berdasarkan tantangan kehidupan nyata siswa.Penggunaan penilaian otentik dan reflektif lebih lanjut memperkaya proses tersebut, mempromosikan kesadaran metacognitif dan motivasi intrinsik di antara siswa.Secara kesimpulan, studi ini menegaskan bahwa Design Thinking menawarkan pendekatan transformasional bagi pendidikan dasar dengan menghubungkan konten akademik dengan pengembangan karakter dan tindakan lingkungan, menyediakan fondasi yang kuat untuk belajar seumur hidup dan keterlibatan sipil.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi efek jangka panjang Design Thinking terhadap pengembangan karakter siswa dan penerapannya di berbagai setting pendidikan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur dampak Design Thinking terhadap pemahaman konsep dan keterampilan pemecahan masalah siswa. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi peran guru sebagai desainer pembelajaran yang berpusat pada siswa dan dampak pendekatan ini terhadap motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
- Development of Teaching Materials and Harmonized Semester Learning Plan for the Aircraft Basic Workshop... newinera.com/index.php/JournalLaEdusci/article/view/2244Development of Teaching Materials and Harmonized Semester Learning Plan for the Aircraft Basic Workshop newinera index php JournalLaEdusci article view 2244
- The Advantages and Challenges of Inclusive Education: Striving for Equity in the Classroom | Shanlax... shanlaxjournals.in/journals/index.php/education/article/view/7182The Advantages and Challenges of Inclusive Education Striving for Equity in the Classroom Shanlax shanlaxjournals in journals index php education article view 7182
| File size | 695.67 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman yang dialami oleh Kepala Sekolah sebagai motivator SMP Negeri 24 Kota Jambi dalam meningkatkanPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman yang dialami oleh Kepala Sekolah sebagai motivator SMP Negeri 24 Kota Jambi dalam meningkatkan
IKHAFIIKHAFI Selain itu, 86% peserta dapat menyelesaikan proyek website sederhana secara mandiri. Tingkat kepuasan peserta terhadap pelatihan sangat baik. HasilnyaSelain itu, 86% peserta dapat menyelesaikan proyek website sederhana secara mandiri. Tingkat kepuasan peserta terhadap pelatihan sangat baik. Hasilnya
IKHAFIIKHAFI Evaluasi pembelajaran Al‑Quran di tingkat sekolah menengah masih banyak dilakukan secara manual, sehingga menimbulkan kendala dalam rekapitulasi nilai,Evaluasi pembelajaran Al‑Quran di tingkat sekolah menengah masih banyak dilakukan secara manual, sehingga menimbulkan kendala dalam rekapitulasi nilai,
UMBUMB Hal ini tidak hanya akan membantu mereka mengatasi tantangan yang ada tetapi juga mempersiapkan siswa mereka untuk masa depan di era digital. MasalahnyaHal ini tidak hanya akan membantu mereka mengatasi tantangan yang ada tetapi juga mempersiapkan siswa mereka untuk masa depan di era digital. Masalahnya
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Program pendidikan kecakapan wirausaha sebagian komponennya sudah cukup baik, namun ditemukan beberapa kendala dalam sarana yang masih belum lengkap. ProgramProgram pendidikan kecakapan wirausaha sebagian komponennya sudah cukup baik, namun ditemukan beberapa kendala dalam sarana yang masih belum lengkap. Program
STAI TBHSTAI TBH Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji bagaimana pembelajaran kitab Talim Mutaalim dalam membentuk akhlak santri di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang.Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji bagaimana pembelajaran kitab Talim Mutaalim dalam membentuk akhlak santri di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang.
JOURNALTHAMRINJOURNALTHAMRIN Penelitian ini mengangkat pembahasan mengenai “ Adapun penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat.Penelitian ini mengangkat pembahasan mengenai “ Adapun penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat.
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Tidak hanya mendengarkan penjelasan guru namun siswa juga dilatih menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran sebagai evaluasiTidak hanya mendengarkan penjelasan guru namun siswa juga dilatih menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran sebagai evaluasi
Useful /
JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA Masyarakat memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar kolektif yang mendorong pengembangan karakter seperti empati, tanggung jawab, danMasyarakat memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar kolektif yang mendorong pengembangan karakter seperti empati, tanggung jawab, dan
JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membatik cap siswa kelas VIII E SMP Negeri 1 Wonosalam melalui penggunaan media cap sederhana. MetodePenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membatik cap siswa kelas VIII E SMP Negeri 1 Wonosalam melalui penggunaan media cap sederhana. Metode
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran pendamping memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap performa UMKM. Kemampuan manajerial UMKM juga memilikiPenelitian ini menyimpulkan bahwa peran pendamping memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap performa UMKM. Kemampuan manajerial UMKM juga memiliki
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Dapat disimpulkan bahwa persepsi orang tua terhadap penggunaan gadget untuk perkembangan kognitif dalam 5 aspek (auditori, visual, kinestetik, geometri,Dapat disimpulkan bahwa persepsi orang tua terhadap penggunaan gadget untuk perkembangan kognitif dalam 5 aspek (auditori, visual, kinestetik, geometri,