YAYASANBHZYAYASANBHZ

Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan KeguruanAhsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya integrasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam proses pembelajaran dakwah Islamiyah, khususnya melalui desain materi dan pengembangan kurikulum yang mampu membentuk karakter, pemahaman keagamaan, serta kecakapan dakwah peserta didik secara holistik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis dokumen kurikulum, serta pengumpulan data melalui wawancara dengan pendidik PAI dan praktisi dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai PAI dalam desain materi dan kurikulum dakwah Islamiyah dapat dilakukan melalui penetapan tujuan pembelajaran berbasis nilai, pemilihan materi yang relevan dengan kebutuhan zaman, penerapan strategi pembelajaran partisipatif, serta penguatan evaluasi berbasis kompetensi spiritual dan sosial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa desain materi dan kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai PAI mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dakwah, memperkuat internalisasi akhlak, serta mendorong peserta didik menjadi dai yang berpengetahuan, moderat, dan berkarakter. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengembangan kurikulum dakwah Islamiyah yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan kompetensi abad 21.

Integrasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam desain materi dan kurikulum dakwah Islamiyah terbukti menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan era digital, perubahan sosial, serta kebutuhan penguatan karakter peserta didik.Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi nilai tidak dapat dilakukan hanya pada level konten, tetapi harus menyatu dalam tujuan pembelajaran, strategi pembelajaran partisipatif, dan instrumen evaluasi yang menilai ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.Kurikulum dakwah yang efektif menuntut desain materi yang kontekstual, penggunaan media digital, metode pembelajaran aktif, dan pendekatan reflektif yang mampu menghubungkan ajaran Islam dengan realitas kontemporer peserta didik.Temuan penelitian memperkuat literatur sebelumnya, namun memberikan kontribusi baru melalui penekanan pada pemanfaatan teknologi dan desain modular dalam pembelajaran dakwah.Meskipun demikian, integrasi nilai PAI dihadapkan pada beberapa tantangan, antara lain keterbatasan kompetensi guru dalam literasi digital dan pedagogi modern, fasilitas yang belum merata, lemahnya sistem evaluasi karakter, serta resistensi dari lingkungan keluarga dan masyarakat.Oleh karena itu, rekomendasi penelitian ini menekankan perlunya kebijakan yang lebih terarah, pelatihan profesional guru secara berkelanjutan, penguatan kolaborasi antar-lembaga, serta pengembangan instrumen penilaian holistik yang dapat memetakan capaian nilai secara lebih komprehensif.Penelitian ini membuka ruang bagi studi lanjutan, terutama pada pengembangan model kurikulum dakwah berbasis teknologi, asesmen karakter terintegrasi, serta strategi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan masyarakat era Society 5.

Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, diperlukan kebijakan yang mendukung, monitoring berkelanjutan, dan inovasi penelitian. Rekomendasi praktiknya meliputi pembaruan kurikulum yang jelas, program pelatihan guru berkelanjutan, investasi infrastruktur, serta model penilaian holistik yang melibatkan komunitas. Semua ini perlu diikuti mekanisme pemantauan dan evaluasi berbasis data. Selain itu, perlu dikembangkan kurikulum dakwah Islamiyah yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan kompetensi abad 21. Kurikulum ini harus mampu mengintegrasikan tujuan nilai-nilai PAI dengan kompetensi dakwah praktis, menyediakan materi ajar yang kontekstual dan berorientasi pada transformasi karakter dalam konteks digital dan pluralitas sosial, serta memperkuat mekanisme evaluasi yang mengukur kompetensi spiritual, sosial, dan kemampuan dakwah secara terpadu. Penelitian lanjutan juga dapat fokus pada pengembangan model kurikulum dakwah berbasis teknologi, asesmen karakter terintegrasi, dan strategi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan masyarakat era Society 5.0.

  1. Penerapan Metode Kisah dalam Penanaman Akhlak Mulia Peserta Didik Kelas V SD | Nasution | Al-Murabbi... doi.org/10.62086/Al-Murabbi.V2i1.549Penerapan Metode Kisah dalam Penanaman Akhlak Mulia Peserta Didik Kelas V SD Nasution Al Murabbi doi 10 62086 Al Murabbi V2i1 549
Read online
File size233.42 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test