UBBUBB

Equity: Jurnal EkonomiEquity: Jurnal Ekonomi

Perbankan Islam di Indonesia memiliki potensi besar berkat dominasi umat Muslim dan kerangka regulasi yang kuat. Namun pangsa pasar masih stagnan dibandingkan negara seperti Malaysia dan Arab Saudi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, menganalisis literatur dan data sekunder 2019‑2024, untuk menyelidiki strategi posisi bank Islam dalam memperkuat citra merek guna meningkatkan ekuitas merek. Hasilnya menunjukkan target 20 % pangsa pasar belum tercapai, hanya 7,72 % pada 2024, dipengaruhi oleh diferensiasi produk yang lemah, platform digital yang belum matang, marjin finansial tinggi, dan pemahaman publik terhadap nilai Sharia yang rendah. Analisis membandingkan praktik terbaik Malaysia dan Arab Saudi menegaskan pentingnya inovasi digital, kolaborasi fintech, serta produk halal lifestyle. Penelitian ini menyumbang kerangka integratif posisi‑citra‑ekuitas, serta rekomendasi strategis untuk regulator dan pelaku industri.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pangsa pasar perbankan Islam di Indonesia masih sangat rendah, hanya 7,72 % pada tahun 2024, jauh di bawah target 20 % dalam Rencana Kerja Perbankan Sharia 2025.Strategi posisi dan citra merek bank Islam masih lemah dibandingkan bank konvensional, ditandai dengan kurangnya diferensiasi produk, layanan digital yang tidak optimal, marjin finansial yang tinggi, dan rendahnya pemahaman publik tentang prinsip Sharia.Untuk mencapai target nasional, diperlukan peningkatan produk halal lifestyle, segmentasi pelanggan, transformasi digital, dan kolaborasi lintas sektor, serta kebijakan insentif guna menurunkan marjin dan memperkuat edukasi publik.

Studi ini mengharuskan peneliti memperdalam eksperimentasi kuantitatif mengenai dampak strategi posisi pada loyalitas nasabah, sehingga dapat memvalidasi model integratif yang diusulkan. Penelitian lanjutan juga perlu membandingkan efektivitas program digitalisasi bank Islam di Indonesia dengan praktik terdepan Malaysia, untuk menilai adaptasi teknologi yang optimal. Selanjutnya, riset harus mengevaluasi bagaimana kolaborasi antara bank Islam dan ekosistem fintech dapat memperluas penetrasi pasar mikro, terutama di kawasan pedesaan, sehingga dapat meningkatkan inklusi keuangan.

  1. PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, KINERJA KEUANGAN, DAN KEPEMILIKAN PUBLIK TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI... ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/sentri/article/view/462PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN KINERJA KEUANGAN DAN KEPEMILIKAN PUBLIK TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI ejournal nusantaraglobal ac index php sentri article view 462
  2. Concentration Level and Market Power of Islamic Bank Industry: Analysis of Pre and Post Bank Syariah... jiebr.umy.ac.id/index.php/jiebr/article/view/189Concentration Level and Market Power of Islamic Bank Industry Analysis of Pre and Post Bank Syariah jiebr umy ac index php jiebr article view 189
  3. Corporate business strategy, CEO's managerial ability, and environmental disclosure: The perspective... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/bse.3894Corporate business strategy CEOs managerial ability and environmental disclosure The perspective onlinelibrary wiley doi 10 1002 bse 3894
  4. Sustainable Development of Islamic Banks by Creating Islamic Branding: Challenges, Importance, and Strategies... doi.org/10.18280/ijsdp.190221Sustainable Development of Islamic Banks by Creating Islamic Branding Challenges Importance and Strategies doi 10 18280 ijsdp 190221
Read online
File size573.73 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test