UINSAUINSA
Islamica: Jurnal Studi KeislamanIslamica: Jurnal Studi KeislamanStudi ini membahas politik lokal di Madura, Indonesia, pada awal tahun otoritas regional setelah runtuhnya Orde Baru, periode yang ditandai dengan naiknya elit sipil di posisi yang sebelumnya didominasi militer. Fokusnya pada dua tokoh lokal berpengaruh—kiai (pemimpin agama Islam) dan blater (tunggal kekuatan lokal)—dan memeriksa peran mereka dalam membentuk Pilkada di Bangkalan. Penelitian bertujuan memahami persepsi masyarakat terhadap keterlibatan elit ini dan implikasinya bagi demokratisasi. Metodologi kualitatif deskriptif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui wawancara dan analisis dokumen, melibatkan kiai, blater, pemimpin komunitas, partai politik, akademisi, dan warga dari daerah perkotaan maupun pedesaan. Teori kelompok kepentingan dan demokratisasi dijadikan kerangka analisis. Hasil menunjukkan kiai terlibat dalam politik melalui pencalonan, dukungan, kampanye, dan fatwa religi untuk memobilisasi pengikut, sementara blater menggunakan intimidasi dan paksaan untuk mempengaruhi perilaku pemilih. Meskipun kedua elit menjadi pusat Pilkada, partisipasi mereka tidak mendorong demokrasi substantif; sebaliknya, mempersempit pilihan politik dan merusak otonomi warga. Argumen penelitian menyoroti keterikatan otoritas keagamaan dan struktur kekuasaan lokal di Bangkalan sebagai pola kompleks pengaruh elite, menegaskan tantangan mencapai demokratisasi asli di wilayah reformasi.
pertama, masyarakat Bangkalan mengakui peran kiai dan blater dalam Pilkada pasca-reformasi, dengan kiai berperan dalam pemilihan kepala daerah, dukungan kandidat, publikasi fatwa, dan mobilisasi sosial.blater mempengaruhi pemilih melalui ancaman dan intimidasi.kedua, persepsi masyarakat terhadap dampak keterlibatan kiai dan blater menunjukkan demokrasi substantif belum tercapai, karena praktik manipulasi dan tekanan melanggar prinsip demokrasi yang diartikan dalam Pasal 22E UUD 1945.Keterlibatan elit tersebut menghambat proses demokratisasi dengan menekan kebebasan suara dan memperlambat percepatan kebijakan demokratis.
Pengembangan penelitian selanjutnya perlu meneliti (1) bagaimana mekanisme partisipasi publik dapat dipertahankan di tengah pengaruh kuat kiai dan blater, misalnya melalui model partisipatif berbasis teknologi informasi yang dapat meningkatkan transparansi pemilihan; (2) dampak jangka panjang penggunaan intimidasi blater terhadap loyalitas pemilih dan persepsi demokrasi di kalangan generasi muda, sehingga dapat merancang intervensi edukasi politik yang menekankan otonomi dan hak suara; (3) potensi kolaborasi antara kiai dan lembaga swadaya masyarakat dalam membentuk platform kebijakan publik yang inklusif dan antikorupsi, guna memperkuat legitimasi proses demokratis di tingkat lokal serta mengurangi dominasi elites informal.
- JPPUMA: Journal of Governmental and Political Science University of Medan Area. realitas elit politik... doi.org/10.31289/jppuma.v7i2.3014JPPUMA Journal of Governmental and Political Science University of Medan Area realitas elit politik doi 10 31289 jppuma v7i2 3014
- Religious and Cultural Embodiment in the Land of Osing: A Portrait of Hadrami Community in Banyuwangi,... islamica.uinsa.ac.id/index.php/islamica/article/view/1090Religious and Cultural Embodiment in the Land of Osing A Portrait of Hadrami Community in Banyuwangi islamica uinsa ac index php islamica article view 1090
- Why Michels’ ‘iron law of oligarchy’ is not an iron law – and how democratic... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0170840617751007Why MichelsAo Aoiron law of oligarchyAo is not an iron law Ae and how democratic journals sagepub doi 10 1177 0170840617751007
- Kiai and Blater in Madura’s Local Politics: Islamic Authority and the Limits of Democratization... islamica.uinsa.ac.id/index.php/islamica/article/view/1200Kiai and Blater in MaduraAos Local Politics Islamic Authority and the Limits of Democratization islamica uinsa ac index php islamica article view 1200
| File size | 365.08 KB |
| Pages | 27 |
| DMCA | Report |
Related /
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Temuan menyoroti kompleksitas regulasi, kejelasan aturan, dan pengalaman pribadi sebagai faktor utama yang membentuk persepsi dan sikap wajib pajak. PersepsiTemuan menyoroti kompleksitas regulasi, kejelasan aturan, dan pengalaman pribadi sebagai faktor utama yang membentuk persepsi dan sikap wajib pajak. Persepsi
HIPKIN JATENGHIPKIN JATENG Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis dokumen dan literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kurikulum 1947 lebih berorientasiStudi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis dokumen dan literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kurikulum 1947 lebih berorientasi
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Padahal ketentuan mengenai pemberlakuan Justice Collaborator dinilai memiliki eksistensi yang penting dalam sistem peradilan pidana. Putusan hakim dalamPadahal ketentuan mengenai pemberlakuan Justice Collaborator dinilai memiliki eksistensi yang penting dalam sistem peradilan pidana. Putusan hakim dalam
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH 48/POJK. 03 Tahun 2020, OJK berperan dalam memberikan jaminan atas kerugian finansial yang dirasakan oleh nasabah penyimpan. Dengan demikian, peran OJK48/POJK. 03 Tahun 2020, OJK berperan dalam memberikan jaminan atas kerugian finansial yang dirasakan oleh nasabah penyimpan. Dengan demikian, peran OJK
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Penelitian ini merupakan jenis kualitatif dengan memanfaatkan data-data kepustakaan yang dikumpulkan melalui metode maudhui, dengan fokus pada ayat-ayatPenelitian ini merupakan jenis kualitatif dengan memanfaatkan data-data kepustakaan yang dikumpulkan melalui metode maudhui, dengan fokus pada ayat-ayat
IKMEDIAIKMEDIA Analisis Overlay menunjukkan bahwa Pajak Bumi dan Bangunan serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan termasuk kategori prima, sementara Pajak Hotel,Analisis Overlay menunjukkan bahwa Pajak Bumi dan Bangunan serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan termasuk kategori prima, sementara Pajak Hotel,
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan FGD. Hasil menunjukkan enkulturasi dilakukan melalui alek batagak penghulu,Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan FGD. Hasil menunjukkan enkulturasi dilakukan melalui alek batagak penghulu,
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Isu yang dikaji dalam riset ini berkenaan dengan defragmentasi historis dan tipologi budaya politik Aristokrat Melayu abad ke XVIII – XIX M dalam ManuskripIsu yang dikaji dalam riset ini berkenaan dengan defragmentasi historis dan tipologi budaya politik Aristokrat Melayu abad ke XVIII – XIX M dalam Manuskrip
Useful /
UINSAUINSA Di ruang Ampel yang hidup, aktivitas ekonomi terkait dengan etika keagamaan dan ekonomi moral, sehingga mendukung keberlanjutan ruang suci. Wilayah SunanDi ruang Ampel yang hidup, aktivitas ekonomi terkait dengan etika keagamaan dan ekonomi moral, sehingga mendukung keberlanjutan ruang suci. Wilayah Sunan
ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI Temuan menunjukkan bahwa melalui karakter-karakternya, novel ini membahas berbagai jenis cinta. Hanya ada tiga jenis cinta yang terlihat dalam novel NormalTemuan menunjukkan bahwa melalui karakter-karakternya, novel ini membahas berbagai jenis cinta. Hanya ada tiga jenis cinta yang terlihat dalam novel Normal
IPTSIPTS Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 153064 Lopian 1 pada subtema Suhu dan Kalor melalui Model Contextual Teaching andPenelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 153064 Lopian 1 pada subtema Suhu dan Kalor melalui Model Contextual Teaching and
IPTSIPTS Berdasarkan hasil pengamatan observer aktivitas belajar siswa dan guru meningkat pada setiap siklusnya. Pada siklus I aktivitas guru 72,5% dan aktivitasBerdasarkan hasil pengamatan observer aktivitas belajar siswa dan guru meningkat pada setiap siklusnya. Pada siklus I aktivitas guru 72,5% dan aktivitas