IBNTEGALIBNTEGAL

Ta'allumuna: Jurnal Pendidikan Agama IslamTa'allumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Perkembangan di dunia pendidikan sekarang ini sudah banyak sekali kemajuan baik secara metode maupun teknologi penunjang dalam proses belajar sehingga menuntut sumber daya manusia harus mempunyai kualitas yang bagus. Dalam hal ini perlu adanya peningkatan kualitas salah satunya melalui pendidikan. Pendidikan menjadi alat untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia melalui kedisiplinan yang tinggi di dalamnya. Dalam upayanya hal ini pendidikan mampu menjadikan pembentukan karakter kedisiplinan salah satunya yaitu metode reward dan punishment, seperti yang diterapkan di dalam pondok pesantren Al-Amin bulakwaru tarub mampu menerapkan reward dan punishment dalam kedisiplinan santri. Tujuan dari observasi ini adalah memahami reward dan punishment dalam membentuk karakter kedisiplinan santri. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Peneliti melakukan penggalian data dengan melakukan interview, dokumentasi, dan observasi untuk mendeskripsikannya. Hasil penelitian ini bahwa dalam konteks siswa atau santri pada pendidikan tingkat menengah bahwa kegiatan keagamaan berbentuk istigasah dan sholat dhuha rutin merupakan sebuah metode pembelajaran yang menunjang dalam pengembangan budaya sekolah di SMP Takhasus Alquran Bulakwaru Tegal. Para guru dituntut untuk memberikan keteladanan melalui controlling dalam memaksimalkannya.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang sudah dipaparkan diatas, penulis menyimpulkan bahwa peran pendidik dalam memberikan pendidikan karakter di pondok pesantren Al-Amin Bulakwaru Tarub ini sangat dibutuhkan dan penting, terlebih pendidikan karakter melalui strategi reward dan punishment.Untuk reward yaitu memberikan pujian dengan kalimat yang lembut dan motivasi dan punishment yaitu pendidik bermuka masam ketika melihat santri melanggar peraturan yang sudah berlaku.Pondok pesantren Al-Amin Bulakwaru Tarub memiliki keinginan untuk meningkatkan kedisiplinan dan prestasi santrinya dengan alasan dan tujuan agar santri di pesantren tersebut sadar dengan pentingnya kedisiplinan dan mendapatkan prestasi yang baik.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi efektivitas berbagai jenis reward dan punishment dalam konteks pondok pesantren, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia santri, tingkat pendidikan, dan latar belakang sosial-ekonomi. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami secara lebih mendalam persepsi santri terhadap sistem reward dan punishment yang diterapkan, serta dampaknya terhadap motivasi belajar dan perkembangan karakter mereka. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas strategi reward dan punishment di berbagai pondok pesantren dengan karakteristik yang berbeda, guna mengidentifikasi praktik terbaik dan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan pembentukan karakter disiplin santri.

  1. IMPLEMENTASI PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN ANAK USIA DINI | Sabartiningsih... doi.org/10.24235/awlady.v4i1.2468IMPLEMENTASI PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN ANAK USIA DINI Sabartiningsih doi 10 24235 awlady v4i1 2468
Read online
File size324.88 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test