UMUM

Jurnal Ilmu PendidikanJurnal Ilmu Pendidikan

Plagiarisme, sebuah masalah yang meresahkan di lingkungan akademik di seluruh dunia, telah menarik perhatian semakin banyak pihak karena potensinya untuk merusak integritas sistem pendidikan (Shamoa-Nir, 2024; Zhang et al., 2024). Penelitian kuantitatif ini menyelidiki faktor-faktor yang menyebabkan plagiarisme di kalangan mahasiswa. Delapan puluh mahasiswa EFL dari Indonesia berpartisipasi dalam penelitian ini. Kuesioner online terdiri dari dua bagian: informasi demografis dan skala persepsi plagiarisme, yang mencakup perspektif tentang plagiarisme, pentingnya plagiarisme yang dirasakan, dan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap plagiarisme mahasiswa. Hasil penelitian mengungkapkan pemahaman dangkal tentang berbagai bentuk plagiarisme. Faktor-faktor pribadi, akademik, dan institusional berkontribusi terhadap plagiarisme dalam penelitian ini. Untuk mengurangi prevalensi plagiarisme di tahap selanjutnya, hasil penelitian ini menekankan kebutuhan akan kebijakan praktis dan kerangka kerja kohesif untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa sejak awal. Dosen harus mengambil pengembangan keterampilan menulis dan referensi yang kuat secara serius, dan sikap permisif yang umum terhadap kasus plagiarisme oleh mahasiswa harus diganti dengan sikap yang lebih keras yang mendorong praktik penelitian yang inovatif dan autentik. Untuk mengurangi plagiarisme secara efektif, penting untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang seriusnya plagiarisme, memberikan dukungan akademik yang kuat, dan memastikan kebijakan institusional yang jelas, konsisten, dan ditegakkan.

Temuan penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang faktor-faktor yang mempengaruhi plagiarisme mahasiswa, khususnya di kalangan mahasiswa EFL di Indonesia.Distribusi respons di berbagai dimensi menunjukkan bahwa plagiarisme dirasakan dan dialami dengan cara yang beragam, yang dibentuk oleh faktor-faktor pribadi, akademik, dan institusional.Data dari dimensi perspektif tentang plagiarisme menunjukkan bahwa responden memiliki pemahaman yang beragam tentang plagiarisme, dengan beberapa masalah dianggap kurang signifikan dan yang lain dianggap lebih kritis.Keragaman ini menekankan kompleksitas persepsi siswa mengenai plagiarisme, yang menunjukkan bahwa pendidikan tentang plagiarisme harus mengatasi perspektif yang berbeda ini agar efektif.Dimensi plagiarisme yang dirasakan serius mengungkapkan bahwa pandangan siswa tentang keparahan plagiarisme berdampak signifikan pada keterlibatan mereka dalam kecurangan akademik.Skor yang lebih tinggi dalam dimensi ini menunjukkan bahwa kesadaran siswa tentang seriusnya plagiarisme memainkan peran sentral dalam membentuk perilaku mereka.Seperti yang ditunjukkan oleh Analisis Faktor Konfirmatori (CFA), dimensi ini muncul sebagai faktor dominan dalam menjelaskan alasan plagiarisme, yang menekankan perannya yang sentral dalam pengambilan keputusan siswa.Data dari faktor-faktor yang berkontribusi, seperti faktor pribadi, akademik, dan institusional, lebih menekankan sifat multidimensi plagiarisme.Faktor pribadi, seperti sikap individu dan tekanan akademik, dianggap sebagai pengaruh moderat, sedangkan faktor institusional, seperti penegakan kebijakan dan dukungan akademik, juga memiliki berbagai tingkat dampak.Respons menunjukkan bahwa untuk mengurangi plagiarisme diperlukan pendekatan multifactorial, yang menargetkan tidak hanya perilaku individu tetapi juga lingkungan akademik dan kerangka kerja institusional.Penelitian ini menekankan pentingnya mempertimbangkan interaksi antara persepsi pribadi, tekanan akademik, dan kebijakan institusional saat mengatasi plagiarisme.Untuk mengurangi plagiarisme secara efektif, penting untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang seriusnya plagiarisme, memberikan dukungan akademik yang kuat, dan memastikan kebijakan institusional yang jelas, konsisten, dan ditegakkan.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penting untuk menyelidiki lebih lanjut bagaimana persepsi siswa tentang seriusnya plagiarisme dapat mempengaruhi perilaku mereka. Penelitian ini dapat berfokus pada pengembangan intervensi pendidikan yang bertujuan untuk mengubah persepsi siswa tentang konsekuensi plagiarisme dan mendorong perilaku akademik yang jujur. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi peran faktor-faktor pribadi, seperti sikap individu dan tekanan akademik, dalam mendorong plagiarisme. Dengan memahami faktor-faktor ini, intervensi yang ditargetkan dapat dirancang untuk membantu siswa mengelola tekanan dan mengembangkan etika akademik yang kuat. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki dampak kebijakan institusional dan dukungan akademik terhadap plagiarisme. Dengan menganalisis bagaimana kebijakan dan dukungan yang ada mempengaruhi perilaku plagiarisme, institusi pendidikan dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk mencegah plagiarisme dan mempromosikan integritas akademik.

  1. Exploring Reasons for Doing Plagiarism among Indonesian EFL Undergraduate Students: A Confirmatory Factor... journal2.um.ac.id/index.php/jip/article/view/50211Exploring Reasons for Doing Plagiarism among Indonesian EFL Undergraduate Students A Confirmatory Factor journal2 um ac index php jip article view 50211
  2. Evaluation of Turkish Academic and Student Attitudes on Plagiarism: Validity and Reliability of the Plagiarism... doi.org/10.1177/15562646241231597Evaluation of Turkish Academic and Student Attitudes on Plagiarism Validity and Reliability of the Plagiarism doi 10 1177 15562646241231597
Read online
File size368.97 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test