UMUM

Jurnal Ilmu PendidikanJurnal Ilmu Pendidikan

Artikel ini mengkaji tren perkembangan pendidikan dan pengajaran Psikologi Indigen melalui analisis bibliometrik komprehensif. Sebagai disiplin ilmu, Psikologi Indigen semakin menonjol sebagai mata kuliah strategis dalam pendidikan tinggi, yang menempatkan pengetahuan psikologis dalam realitas kehidupan, konteks budaya, dan tradisi kearifan lokal. Integrasi mata kuliah ini tidak hanya memperluas cakupan pendidikan psikologi, tetapi juga memperkuat upaya dekolonisasi produksi pengetahuan dan pengembangan pedagogi yang responsif terhadap budaya. Tujuan utama penelitian ini adalah memetakan dan mengkaji secara kritis lintasan riset dan pendidikan dalam Psikologi Indigen yang diterbitkan antara tahun 2010 hingga 2024. Dengan menggunakan metode bibliometrik dan perangkat lunak VosViewer, penelitian ini memvisualisasikan pola, jaringan, dan kluster tematik. Data dikumpulkan secara sistematis dari basis data Scopus dan Web of Science (WoS) dengan kata kunci dan kerangka waktu yang dipilih secara ketat. Pengumpulan data dilakukan pada 12 Juli 2024, sehingga menjadi dasar yang kuat untuk analisis tren. Temuan menunjukkan bahwa tema-tema berulang dalam Psikologi Indigen tetap menjadi fondasi yang terus berpengaruh dalam bidang psikologi secara luas, seperti identitas, ketangguhan budaya, pengetahuan berbasis komunitas, dan epistemologi indigen. Dengan menafsirkan tema-tema ini melalui lensa Psikologi Indigen, penelitian ini menegaskan peran disiplin ilmu ini dalam menjembatani psikologi global dengan tradisi kearifan lokal, sehingga mendorong pendidikan psikologi yang lebih inklusif, berbasis konteks, dan berdampak sosial.

Tren penelitian dalam Psikologi Indigen cenderung mengadaptasi topik populer dalam psikologi umum, bukan mengembangkan kerangka konseptual baru yang berasal langsung dari pandangan dunia indigen.Tema yang dieksplorasi masih didominasi oleh topik klasik dalam psikologi yang kemudian dianalisis melalui pendekatan Psikologi Indigen, bukan tema yang spesifik dan mendalam terkait konstruksi indigen itu sendiri.Oleh karena itu, penelitian ke depan perlu bergerak melampaui penerapan kontekstual menuju pengembangan teori, metodologi, dan model pendidikan berbasis indigen yang memungkinkan komunitas lokal mendefinisikan pengetahuan psikologis menurut istilah mereka sendiri.

Pertama, perlu penelitian yang secara eksplisit menggali dan merumuskan konstruk psikologis unik dari komunitas adat di Indonesia, seperti konsep diri, kesejahteraan mental, atau kepemimpinan berdasarkan nilai-nilai lokal, untuk membentuk teori psikologi yang benar-benar berasal dari akar budaya. Kedua, perlu studi komparatif lintas komunitas adat di Indonesia untuk memahami bagaimana konsep psikologis berbeda atau bersesuaian antar wilayah, yang dapat mengungkap keragaman epistemologi indigen dan potensi integrasinya dalam kurikulum pendidikan tinggi. Ketiga, penting untuk mengembangkan model pembelajaran Psikologi Indigen di perguruan tinggi yang melibatkan tokoh adat sebagai pengajar atau kolaborator, guna memastikan bahwa transfer pengetahuan tidak hanya akademis tetapi juga autentik dan berdaya guna bagi komunitas sumber pengetahuan tersebut.

  1. Manifestations of polyculturalism in Indonesia: A study of indigenous psychology. | Khasanah | Indigenous:... journals.ums.ac.id/index.php/indigenous/article/view/12436Manifestations of polyculturalism in Indonesia A study of indigenous psychology Khasanah Indigenous journals ums ac index php indigenous article view 12436
Read online
File size525.12 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test