UMUM

Jurnal Ilmu PendidikanJurnal Ilmu Pendidikan

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh konstruksi instrumen, menentukan validitas dan reliabilitas instrumen, memperoleh hasil instrumen, serta menentukan efektivitas instrumen penilaian moral mulia dimensi manusia yang telah dikembangkan bagi siswa sekolah menengah atas di Kabupaten Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Subjek penelitian adalah siswa kelas X dari SMA Negeri 1 Klaten, SMA Negeri 1 Karanganom, dan SMA Negeri 1 Wedi, dengan jumlah total 818 siswa. Analisis data mencakup Analisis Faktor Eksploratori, analisis reliabilitas menggunakan Cronbachs Alpha, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru tidak menggunakan instrumen yang valid dan andal untuk menilai moral mulia manusia; (2) konstruksi instrumen penilaian moral mulia manusia terdiri atas memprioritaskan kesamaan dengan orang lain, menghargai perbedaan, empati kognitif, empati emosional, empati sosial, empati terapeutik, empati moral, empati virtual, dan empati budaya dengan model penilaian diri (self-assessment/SA); (3) indikator pengembangan penilaian moral mulia manusia berjumlah 7, dengan 36 butir pernyataan; (4) validitas isi instrumen penilaian ditentukan melalui validasi ahli oleh 9 orang pakar, dilanjutkan dengan perhitungan indeks Aiken.

Guru dalam menilai moral mulia manusia dalam kurikulum Merdeka belum menggunakan instrumen yang valid dan andal.Konstruksi instrumen penilaian terdiri dari sembilan aspek empati dan menghargai perbedaan dengan model penilaian diri, serta telah terbukti valid berdasarkan validasi ahli dan indeks Aiken di atas 0,700, serta memiliki reliabilitas tinggi dengan nilai Cronbachs Alpha 0,920 hingga 0,925.Instrumen ini efektif dalam hal keakuratan, kemudahan penggunaan, dan kemanfaatan menurut guru, sehingga mampu mendukung penilaian moral mulia pada siswa SMA di Kabupaten Klaten.

Pertama, perlu dikembangkan versi instrumen penilaian moral mulia yang disesuaikan untuk jenjang pendidikan dasar, mengingat karakter mulia sebaiknya ditanamkan sejak usia dini, sehingga penelitian bisa mengeksplorasi bagaimana adaptasi konstruksi empati dan penghargaan perbedaan sesuai tahap perkembangan anak usia sekolah dasar. Kedua, perlu dilakukan studi lintas wilayah untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen ini di luar Kabupaten Klaten, terutama di daerah dengan latar belakang budaya dan sosial yang beragam, guna menilai apakah instrumen tetap valid dan inklusif dalam konteks yang berbeda. Ketiga, perlu dikaji penerapan instrumen ini dalam pembelajaran berbasis proyek penguatan profil Pelajar Pancasila secara longitudinal, untuk melihat sejauh mana instrumen dapat mendeteksi perkembangan moral siswa dari waktu ke waktu serta hubungannya dengan hasil belajar dan interaksi sosial di sekolah.

  1. The moral dimensions of assessment in early childhood education - Cary A Buzzelli, 2018. moral dimensions... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1463949118778021The moral dimensions of assessment in early childhood education Cary A Buzzelli 2018 moral dimensions journals sagepub doi 10 1177 1463949118778021
  2. Implementasi Pendidikan Nilai Karakter di Sekolah Dasar Melalui Budaya Sekolah | Dewi | Jurnal Pendidikan:... journal.um.ac.id/index.php/jptpp/article/view/12011Implementasi Pendidikan Nilai Karakter di Sekolah Dasar Melalui Budaya Sekolah Dewi Jurnal Pendidikan journal um ac index php jptpp article view 12011
  3. Textbooks Thematic Based Character Education on Thematic Learning Primary School: An Influence. textbooks... doi.org/10.12973/ijem.4.2.75Textbooks Thematic Based Character Education on Thematic Learning Primary School An Influence textbooks doi 10 12973 ijem 4 2 75
Read online
File size607.62 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test