IAIPD NGANJUKIAIPD NGANJUK

J-KIs: Jurnal Komunikasi IslamJ-KIs: Jurnal Komunikasi Islam

Tradisi Ruwahan di Desa Sendangduwur, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, merupakan bentuk pelestarian budaya lokal dengan nilai-nilai Islam yang diperkenalkan melalui dakwah kultural Sunan Sendangduwur. Komunikasi Islam dalam tradisi ini berperan penting dalam membangun representasi sosial masyarakat melalui ritual sedekahan dan selametan yang mengandung doa untuk sanak saudara yang telah meninggal, sekaligus memperkuat struktur kekuasaan agama dan sosial di komunitas tersebut. Pendekatan dakwah yang dilakukan Sunan Sendangduwur menginternalisasikan nilai-nilai Islam secara damai dan toleran dengan budaya Jawa, sehingga tradisi Ruwahan menjadi media komunikasi yang efektif dalam mempertahankan identitas sosial dan kekuasaan keagamaan di wilayah pesisir Lamongan. Festival Ruwahan yang digelar secara rutin tidak hanya memperkuat solidaritas sosial, tetapi juga menegaskan keberadaan struktur kekuasaan yang berakar pada nilai-nilai Islam yang diadaptasi secara kultural. Dengan demikian, komunikasi Islam melalui tradisi Ruwahan di Sendangduwur berfungsi sebagai sarana strategis dalam membangun dan merepresentasikan hubungan sosial serta struktur kekuasaan yang harmonis dan berkelanjutan di masyarakat setempat.

Komunikasi Islam dalam tradisi Ruwahan di Sendangduwur berjalan secara kultural dan adaptif, menjadi media untuk mempertahankan nilai-nilai keislaman sekaligus membentuk identitas sosial masyarakat.Tradisi ini memperkuat posisi tokoh agama dan pemimpin adat dalam struktur kekuasaan lokal melalui akulturasi Islam dan budaya lokal.Komunikasi tersebut berperan ganda sebagai sarana dakwah kultural dan mekanisme reproduksi struktur sosial yang menjaga harmoni komunitas.

Pertama, perlu diteliti bagaimana aspek ekonomi lokal dipengaruhi oleh tradisi Ruwahan, misalnya melalui analisis alur distribusi dana, partisipasi pelaku usaha mikro, dan dampak festival terhadap pendapatan rumah tangga di Sendangduwur. Kedua, perlu dikaji bagaimana tradisi ini berkontribusi terhadap legitimasi politik desa, termasuk pengaruhnya terhadap kepercayaan masyarakat terhadap aparat desa dan tokoh agama dalam konteks pemilihan kepala desa atau pengambilan keputusan kebijakan lokal. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi dinamika generasi muda dalam tradisi Ruwahan, khususnya bagaimana nilai-nilai yang disampaikan melalui komunikasi Islam ditafsirkan, diterima, atau diubah oleh pelajar dan remaja dalam konteks kehidupan modern dan arus media digital. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memperluas cakupan dari dimensi budaya semata ke ranah ekonomi, politik lokal, dan transformasi generasional, sehingga memberi gambaran utuh tentang keberlanjutan tradisi dalam tatanan sosial kontemporer.

  1. Kognisi Sosial Dalam Proses Analisis Wacana Kritis Model Van Dijk Pada Buku Motivasi | JURNAL KOMUNIKATIO.... ojs.unida.info/JK/article/view/2876Kognisi Sosial Dalam Proses Analisis Wacana Kritis Model Van Dijk Pada Buku Motivasi JURNAL KOMUNIKATIO ojs unida JK article view 2876
  2. Dakwah Kultural Sunan Sendang Duwur | Buletin Al-Turas. dakwah kultural sunan sendang duwur buletin al... doi.org/10.15408/bat.v21i1.3823Dakwah Kultural Sunan Sendang Duwur Buletin Al Turas dakwah kultural sunan sendang duwur buletin al doi 10 15408 bat v21i1 3823
  3. Peran Komunikasi Islam dalam Membangun Representasi Sosial dan Struktur Kekuasaan pada Tradisi Ruwahan... ejurnal.iaipd-nganjuk.ac.id/index.php/j-kis/article/view/1854Peran Komunikasi Islam dalam Membangun Representasi Sosial dan Struktur Kekuasaan pada Tradisi Ruwahan ejurnal iaipd nganjuk ac index php j kis article view 1854
Read online
File size526.98 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test