ISQIISQI

Raqib: Jurnal Studi IslamRaqib: Jurnal Studi Islam

Diskursus mengenai konsep dari awal integrasi Psikologi dengan Islam di Indonesia tidak pernah benar-benar mendapat titik temu atau makna yang tunggal. Perdebatan yang paling kuat mengkristal pada dua kelompok, yaitu: “Psikologi Islami dan “Psikologi Islam. Kelompok “Psikologi Islami berpendapat bahwa titik berangkat integrasi Psikologi dan Islam ada pada Ilmu Psikologi lalu dianalisis dengan kajian keislaman. Adapun kelompok “Psikologi Islam sebaliknya, titik berangkatnya pada kajian Islam (Alquran, Hadits, dll) lalu didekati dengan ilmu Psikologi. Selain itu, posisi keilmuan dan rumusan metode (epistemologis) dari Psikologi Islam itu sendiri di tengah-tengah bangunan disiplin ilmu yang lain menjadi tidak nampak jelas. Belum lagi perdebatan mengenai sejauhmana sebenarnya dampak atau kontribusi (aksiologis) dari Psikologi Islam itu sendiri secara praktis dan teoretis. Metode yang digunakan dalam penulis artikel ini adalah literature review atau kajian kepustaaan (library research).

Status keilmuan integrasi Psikologi dengan Islam (ontologis) di Indonesia dari awal kemunculannya tahun 90-an sampai saat ini tidak pernah benar-benar mendapat titik temu atau makna yang tunggal.Perdebatan yang paling kuat mengkristal pada dua kelompok, yaitu.Kelompok “Psikologi Islami berpendapat bahwa titik berangkat integrasi Psikologi dan Islam ada pada Ilmu Psikologi lalu dianalisis dengan kajian keislaman.Adapun kelompok “Psikologi Islam sebaliknya, titik berangkatnya pada kajian Islam (Alquran, Hadits, dll) lalu didekati dengan ilmu Psikologi.Selain itu, posisi keilmuan dan rumusan metode (epistemologis) dari Psikologi Islam itu sendiri di tengah-tengah bangunan disiplin ilmu yang lain menjadi tidak nampak jelas.Belum lagi perdebatan mengenai sejauhmana sebenarnya dampak atau kontribusi (aksiologis) dari Psikologi Islam itu sendiri secara praktis dan teoretis.

Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu adanya penelitian mendalam mengenai bagaimana merumuskan epistemologi Psikologi Islam yang jelas dan dapat diterima secara universal, sehingga tidak tumpang tindih dengan disiplin ilmu lain. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen pengukuran psikologis berbasis nilai-nilai Islam, yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah psikologis yang spesifik pada masyarakat Muslim. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menguji efektivitas intervensi psikologis berbasis Islam dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan, dan stres. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan Psikologi Islam sebagai disiplin ilmu yang komprehensif dan relevan bagi masyarakat Muslim.

  1. #nilai-nilai islam#nilai-nilai islam
  2. #nilai islam ekspektasi#nilai islam ekspektasi
Read online
File size785.48 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-35g
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test