WONOGIRIKABWONOGIRIKAB
Jurnal Jaringan Penelitian Pengembangan Penerapan Inovasi Pendidikan (Jarlitbang)Jurnal Jaringan Penelitian Pengembangan Penerapan Inovasi Pendidikan (Jarlitbang)Upaya mewujudkan pemerataan akses pendidikan yang berkeadilan, pemerintah telah menetapkan kebijakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Sejumlah tantangan; Praktik manipulasi data domisili untuk menghindari sistem zonasi, ketimpangan jumlah dan kualitas rombongan belajar (rombel), perbedaan mutu antar satuan pendidikan, serta kurangnya pemahaman masyarakat terhadap jalur penerimaan menjadi masalah yang belum terselesaikan secara menyeluruh. Tujuan penulisan ini disusun sebagai bentuk kontribusi pemikiran terhadap penyempurnaan sistem SPMB Tahun Ajaran 2025/2026, khususnya di Kabupaten Wonogiri. Metode analisis kebijakan /policy paper ini secara deskriptif berbasis pendekatan kualitatif dengan triangulasi data dan partisipasi pemangku kepentingan. Hasil data dari pelaksanaan SPMB di Kabupaten Wonogiri sebelumnya menunjukkan bahwa sekolah-sekolah unggulan cenderung kelebihan pendaftar, sementara sekolah di daerah pinggiran kekurangan murid. Kondisi ini mengindikasikan perlunya penyesuaian sistem zonasi yang tidak hanya mempertimbangkan jarak geografis, tetapi juga kapasitas daya tampung, sarana prasarana, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Artikel ini menyajikan kajian kritis terhadap dinamika implementasi SPMB Tahun 2025, meliputi; 1)Penyesuaian zonasi berbasis peta sebaran penduduk dan daya tampung sekolah, 2)Pemanfaatan sistem digital berbasis geo-tagging untuk verifikasi data domisili, serta 3)Penguatan jalur afirmasi dan beasiswa untuk siswa dari keluarga kurang mampu.
Rekomendasi Kebijakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di Kabupaten Wonogiri merupakan kesempatan strategis untuk memperbaiki akses pendidikan di wilayah ini, khususnya dalam mengatasi kesenjangan antara daerah perkotaan dan pedesaan.Kabupaten Wonogiri, dengan berbagai tantangan sosial-ekonomi dan infrastruktur serta keberagaman, memerlukan sistem penerimaan yang lebih adil dan inklusif, serta mampu merespons kebutuhan lokal secara efektif.Reformasi SPMB 2025 di Kabupaten Wonogiri harus mengedepankan.1) Peningkatan Infrastruktur Pendidikan, 2) Pemberian Kuota dan Beasiswa yang Tepat Sasaran.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai model zonasi adaptif dalam mengurangi ketimpangan akses pendidikan di daerah dengan topografi yang kompleks seperti Wonogiri. Penelitian ini dapat menguji bagaimana kombinasi faktor geografis, sosial ekonomi, dan kapasitas sekolah dapat diintegrasikan dalam sistem zonasi untuk memastikan pemerataan yang lebih baik. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak digitalisasi sistem pendaftaran terhadap tingkat partisipasi siswa dari keluarga kurang mampu dan daerah terpencil. Penelitian ini dapat menggunakan data longitudinal untuk melacak perkembangan akademik siswa yang menggunakan sistem pendaftaran digital dibandingkan dengan metode konvensional. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan pengalaman orang tua dan siswa terhadap jalur afirmasi dan beasiswa. Penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang hambatan yang dihadapi oleh kelompok rentan dalam mengakses jalur ini dan bagaimana program afirmasi dapat ditingkatkan untuk lebih efektif menjangkau mereka yang membutuhkan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana sistem SPMB dapat dioptimalkan untuk mencapai tujuan pemerataan akses pendidikan yang adil dan inklusif di Kabupaten Wonogiri, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
| File size | 513.71 KB |
| Pages | 10 |
| Short Link | https://juris.id/p-35b |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
UM MetroUM Metro Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 45 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman. Data dikumpulkanMetode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 45 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman. Data dikumpulkan
UM MetroUM Metro Instrumen dalam penelitian ini menggunakan World Health Organization Quality of Live HIV-BREF (WHOQOLHIV-BREF) (α =. 940) dan The Multidimensional ScaleInstrumen dalam penelitian ini menggunakan World Health Organization Quality of Live HIV-BREF (WHOQOLHIV-BREF) (α =. 940) dan The Multidimensional Scale
UM MetroUM Metro Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil keterampilan 4C (critical thinking skill, creativity skill, collaboration skill, dan communication skill)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil keterampilan 4C (critical thinking skill, creativity skill, collaboration skill, dan communication skill)
UM MetroUM Metro Desain eksperimental digunakan dengan 44 mahasiswa yang dibagi ke dalam dua kelompok eksperimen (closure berbasis guru dan closure berbasis mahasiswa)Desain eksperimental digunakan dengan 44 mahasiswa yang dibagi ke dalam dua kelompok eksperimen (closure berbasis guru dan closure berbasis mahasiswa)
UM MetroUM Metro Penelitian juga menunjukkan bahwa kondisi tempat duduk yang kondusif dapat meningkatkan hasil belajar kognitif. Dari segi perkembangan fisik dan psikologis,Penelitian juga menunjukkan bahwa kondisi tempat duduk yang kondusif dapat meningkatkan hasil belajar kognitif. Dari segi perkembangan fisik dan psikologis,
UM MetroUM Metro Cara tersebut bisa membangun harga diri individu menjadi lebih baik karena teman sebaya bisa membantu individu mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi,Cara tersebut bisa membangun harga diri individu menjadi lebih baik karena teman sebaya bisa membantu individu mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi,
UM MetroUM Metro Skala yang digunakan meliputi Fear of Missing Out Scale (FOMOS), Short Boredom Proneness Scale (SBPS), dan Generic Phubbing Scale (GPS). Hasil penelitianSkala yang digunakan meliputi Fear of Missing Out Scale (FOMOS), Short Boredom Proneness Scale (SBPS), dan Generic Phubbing Scale (GPS). Hasil penelitian
UM MetroUM Metro Hasilnya menunjukkan bahwa social comparison mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap body dissatisfaction (p = 0,000), με R² = 0,719, artinyaHasilnya menunjukkan bahwa social comparison mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap body dissatisfaction (p = 0,000), με R² = 0,719, artinya
Useful /
WONOGIRIKABWONOGIRIKAB Integrasi teknologi dalam pembelajaran terbukti memperkaya proses belajar-mengajar, meningkatkan keterlibatan siswa, dan mendukung pembelajaran mandiri.Integrasi teknologi dalam pembelajaran terbukti memperkaya proses belajar-mengajar, meningkatkan keterlibatan siswa, dan mendukung pembelajaran mandiri.
WONOGIRIKABWONOGIRIKAB Namun, ditemukan tiga kelemahan kritis: (1) tidak adanya asesmen diagnostik untuk memetakan kebutuhan individu siswa, bertentangan dengan prinsip pembelajaranNamun, ditemukan tiga kelemahan kritis: (1) tidak adanya asesmen diagnostik untuk memetakan kebutuhan individu siswa, bertentangan dengan prinsip pembelajaran
WONOGIRIKABWONOGIRIKAB Teknik pengumpulan data penelitian melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian yakni: 1). Model kepemimpinan kepala madrasah MI NurulTeknik pengumpulan data penelitian melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian yakni: 1). Model kepemimpinan kepala madrasah MI Nurul
UM MetroUM Metro Penelitian ini bertujuan untuk menguji konstruk dan memberikan bukti validasi untuk Skala Emotionally Intelligent Leadership (EIL) pada siswa sekolah menengah.Penelitian ini bertujuan untuk menguji konstruk dan memberikan bukti validasi untuk Skala Emotionally Intelligent Leadership (EIL) pada siswa sekolah menengah.