BUMIGORABUMIGORA

MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa KomputerMATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti digital dari kasus penyebaran hoaks vaksin COVID-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode forensik seluler berdasarkan kerangka kerja Digital Forensic Research Workshop (DFRWS). Kerangka kerja DFRWS terdiri dari identifikasi, pelestarian, pengumpulan, pemeriksaan, analisis, dan pelestarian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat MOBILedit dapat mengungkap bukti digital berupa informasi aplikasi dan informasi kontak dengan nilai kinerja 22,22%. Sementara itu, Magnet AXIOM tidak dapat mengungkap bukti digital sama sekali. Hasil penelitian diperoleh sesuai dengan tujuan penelitian yang diharapkan.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa alat forensik MOBILedit Forensic dan Magnet AXIOM memenuhi uji validasi repeatability dan reproducibility.Magnet AXIOM tidak mendapatkan bukti digital Signal Messenger dari perangkat smartphone pelaku.Namun, MOBILedit Forensic berhasil mendapatkan informasi aplikasi dan informasi kontak Signal Messenger dengan nilai kinerja 22,22%.MOBILedit Forensic dan Magnet AXIOM tidak mendapatkan bukti digital seperti obrolan, gambar, GIF, dokumen PDF, video, riwayat panggilan suara, dan riwayat panggilan video dari Signal Messenger karena alat-alat ini tidak berhasil mendekripsi file, karena artefak Signal Messenger terenkripsi.Untuk penelitian lebih lanjut, disarankan untuk mempelajari metode forensik seluler, kerangka kerja, dan menggunakan alat forensik lain dengan versi terbaru sehingga diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih akurat dalam proses mendapatkan bukti digital.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan metode forensik yang lebih efektif dalam mengungkap artefak terenkripsi pada aplikasi perpesanan seperti Signal Messenger. Hal ini dapat dilakukan dengan mengeksplorasi teknik kriptanalisis atau mengembangkan alat forensik khusus yang mampu mendekripsi data terenkripsi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis perilaku pengguna Signal Messenger dalam menyebarkan hoaks, termasuk pola komunikasi, jaringan penyebaran, dan faktor-faktor yang memengaruhi kerentanan terhadap hoaks. Dengan memahami perilaku ini, dapat dirancang strategi pencegahan dan mitigasi yang lebih tepat sasaran. Ketiga, penting untuk mengembangkan kerangka kerja forensik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi perpesanan, termasuk fitur-fitur baru seperti pesan yang menghilang atau enkripsi ujung ke ujung yang lebih canggih. Kerangka kerja ini harus mampu mengakomodasi berbagai jenis perangkat dan sistem operasi, serta menyediakan mekanisme untuk mengintegrasikan bukti digital dari berbagai sumber. Dengan demikian, penelitian forensik dapat terus relevan dan efektif dalam menghadapi tantangan kejahatan siber yang semakin kompleks.

  1. Mobile Forensic of Vaccine Hoaxes on Signal Messenger using DFRWS Framework | MATRIK : Jurnal Manajemen,... doi.org/10.30812/matrik.v21i3.1620Mobile Forensic of Vaccine Hoaxes on Signal Messenger using DFRWS Framework MATRIK Jurnal Manajemen doi 10 30812 matrik v21i3 1620
Read online
File size2.32 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test