UINSUNAUINSUNA

Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial AgamaAl Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama

Melalui kampanye dan pembudayaan digital soft literacy (literasi santun), pesantren diyakini mampu mengurai gejala radikalisme agama dan kejahatan siber dalam ruang virtual yang kian menguat. Pemahaman dan penerapan literasi pada lembaga pendidikan merupakan tujuan penting dari pendidikan. Lembaga pendidikan (pendidik, peserta didik, dan stakeholder) harus benar-benar paham terhadap literasi. Hal ini karena mereka sebagai aktor dan agen perubahan peningkatan literasi santri pada pesantren. Kern (2000:15) dalam hasil penelitiannya menemukan bahwa proses belajar mengajar harus mengarah pada pengajaran literasi dan senantiasa mempersiapkan untuk memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing supaya mereka dapat menghadapi setiap perubahan yang terjadi di lingkungannya.

Pemahaman dan penerapan literasi diperlukan untuk melihat perkembangan kejahatan dunia maya dan kontribusi pesantren dalam meng-counter masalah-masalah dunia.Melalui kampanye dan pembudayaan digital soft literacy (literasi santun), pesantren diyakini mampu mengurai gejala radikalisme agama dan kejahatan siber dalam ruang virtual yang kian menguat.Program benchmarking literasi pada Pesantren Terpadu Nurul Huda mampu mengurai gejala radikalisme agama dan kejahatan siber dalam ruang virtual melalui (1) tahap pembiasaan melalui kegiatan membaca buku nonpelajaran selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai.(2) tahap pengembangan meliputi olimpiade literasi, literasi damai dan berbagi, kreasi literasi, senyap literasi, literasi sosial, aksi literasi, pameran literasi, pojok literasi, sumbang literasi, diskusi literasi, dan award literasi.tahap pembelajaran, yaitu tahapan untuk memahami istilah “kejahatan dunia yang dapat dimaknai sebagai sesuatu yang bersifat merusak.dan tahap evaluasi semua tahapan yang telah dilaksanakan supaya mendapatkan tindak lanjut dan perbaikan terhadap program-program benchmarking tahun berikutnya.Hasil implementasi program benchmarking literasi pada Pesantren Terpadu Nurul Huda mampu menciptakan kemajemukan, kekuatan, dan kemajuan bangsa dalam menghadapi tantangan yang muncul di era globalisasi.Program ini mampu menanamkan nilai pendidikan moderat, toleransi, damai, mempererat pertemanan, persaudaraan serta kasih sayang agar terciptanya keharmonisan.Dengan modal inilah, santri dapat membangun negeri dengan berbagai prestasi.

Untuk meningkatkan literasi santri dan mengatasi masalah radikalisme agama dan kejahatan siber, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan program benchmarking literasi yang lebih komprehensif. Penelitian ini dapat mengeksplorasi strategi-strategi pembelajaran yang inovatif dan efektif dalam meningkatkan minat baca dan kemampuan memahami bacaan. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki peran guru dalam mendorong literasi santri dan bagaimana mereka dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan literasi santri. Penelitian lanjutan juga dapat mengevaluasi dampak program benchmarking literasi terhadap prestasi akademik santri dan bagaimana program ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di berbagai pesantren.

Read online
File size523.41 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test