UINSUNAUINSUNA

Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial AgamaAl Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya masyarakat yang saling bermusuhan hingga menghilangkan nyawa sesama anggota masyarakat dengan alasan sihir. Oleh sebahagian masyarakat Aceh masih menaruh perhatian yang besar dan kepercayaannya terhadap hantu, praktek sihir dan tata cara pengobatannya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang menggunakan metode pengumpulan data observasi, interview, dan dokumentasi. Sedangkan metode analisis datanya menggunakan metode deskriptif, dan metode fenomenologi. Metode deskriptif bertujuan untuk menggambarkan keadaan, dan digunakan untuk mengetahui tradisi sihir dan pemahaman terhadap hantu yang dilakukan oleh masyarakat Nisam. Metode fenomenologi adalah suatu pendekatan yang mempelajari gejala-gejala masyarakat yang diketemukan dari pengalaman dan kenyataan di lapangan. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa kebanyakan masyarakat Nisam dalam melakukan pengobatan terhadap sihir menggunakan 2 metode, yakni metode rukyah syariyah dan metode sihir dengan memakai bantuan jin. Dalam tinjauan hukum Islam, pengobatan orang yang terkena sihir dilakukan dengan metode rukyah yang sesuai dengan anjuran Rasulullah. Sangat sedikit masyarakat Nisam yang paham dan melakukan metode pengobatan dengan rukyah, mayoritas masih mempercayai pengobatan dengan bantuan jin. Istilah hantu dalam hukum Islam tidak disebutkan pengertiannya. Hantu adalah sebutan lain dari Jin dan Setan, Jin dan Setan keberadaannya sudah jelas disebutkan dalam Alquran.

Metode pengobatan sihir yang dipraktekkan masyarakat Nisam terbagi dua.Rukyah bersifat religius, sedangkan penggunaan jin melibatkan tiga cara.kombinasi bacaan Alquran, mantra bahasa Aceh, dan penempatan jin pada tubuh pasien.Praktik pengobatan dengan jin tidak dianjurkan dalam Islam, sehingga sebagian masyarakat menghindari metode ini.beberapa menganggap tidak ada, namun sebagian percaya hantu memang ada.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh tingkat keimanan Islam terhadap preferensi metode pengobatan sihir di kalangan masyarakat Nisam, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengukur korelasi antara pengetahuan agama dan pilihan metode. Peneliti juga dapat melakukan studi longitudinal untuk mengamati perubahan pola kepercayaan terhadap hantu seiring arus modernisasi dan digitalisasi informasi di Aceh, serta menilai dampaknya pada praktik kesehatan tradisional. Selain itu, kajian komparatif antara kepercayaan hantu dan jin dalam komunitas adat Aceh dan komunitas sejenis di wilayah lain dapat memberi perspektif etnografis lebih luas tentang dinamika kepercayaan dan praktik pengobatan masyarakat lereng.

Read online
File size441.14 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test