UINSUNAUINSUNA

Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial AgamaAl Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama

Rendahnya partisipasi pemilih dan pergeseran peran strategis partai politik Islam dalam Pemilihan Walikota Medan mencerminkan masalah struktural dalam demokrasi lokal. Penelitian ini menganalisis bagaimana pragmatisme koalisi dan krisis perekrutan politik menciptakan siklus yang secara sistematis mengikis kepercayaan publik. Dengan menggunakan metode kualitatif dan studi kasus di Kota Medan, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan adanya Siklus Erosi Demokrasi di mana dominasi politik pragmatis dan oligarki memicu krisis perekrutan, menghasilkan koalisi transaksional dan kandidat berkualitas rendah, yang kemudian menumbuhkan sikap apatis publik. Temuan utama adalah jumlah pemilih yang rendah secara paradoks memperkuat status quo elit dengan mengurangi akuntabilitas, sehingga melanggengkan siklus tersebut. Perbaikan demokrasi lokal memerlukan intervensi komprehensif, dengan reformasi mendasar pada sistem rekrutmen internal partai sebagai langkah kritis untuk memutus siklus, meningkatkan kualitas kandidat, dan memulihkan kepercayaan publik dalam proses demokrasi.

Penelitian ini mengidentifikasi adanya siklus erosi demokrasi di Kota Medan yang ditandai oleh rendahnya partisipasi pemilih dan pergeseran peran strategis partai politik Islam yang dipengaruhi oleh pragmatisme koalisi dan krisis perekrutan politik.Siklus ini secara sistematis mengikis kepercayaan publik, memperkuat dominasi elit, serta melanggengkan politik oligarki dan koalisi transaksional dengan kualitas kandidat yang rendah.Implikasi dari temuan ini menegaskan bahwa perbaikan demokrasi lokal tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan reformasi komprehensif, khususnya pada sistem perekrutan internal partai politik.Dengan demikian, intervensi yang tepat dan holistik diharapkan mampu memutus siklus negatif tersebut, meningkatkan kualitas kandidat, serta mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi.

Untuk memutus siklus erosi demokrasi, diperlukan reformasi mendasar pada sistem perekrutan internal partai politik. Selain itu, peningkatan literasi politik kritis di tingkat masyarakat dapat mengubah sikap apatis menjadi tekanan publik yang konstruktif. Intervensi yang menyeluruh dan reformasi mendalam dalam mekanisme perekrutan politisi menjadi penting untuk memperbaiki kualitas demokrasi dan mengembalikan kepercayaan masyarakat sebagai pemangku kepentingan utama dalam sistem politik.

  1. Analisis Dinamika Koalisi Menuju Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2024 | Ilmu dan Budaya. analisis dinamika... doi.org/10.47313/jidb.v45i2.3873Analisis Dinamika Koalisi Menuju Pemilihan Umum Presiden Pilpres 2024 Ilmu dan Budaya analisis dinamika doi 10 47313 jidb v45i2 3873
  2. Dampak Politik Identitas pada Pilkada (Studi Kasus Politik Identitas Pasangan Akhyar-Salman pada Pilkada... doi.org/10.35308/jcpds.v8i2.5719Dampak Politik Identitas pada Pilkada Studi Kasus Politik Identitas Pasangan Akhyar Salman pada Pilkada doi 10 35308 jcpds v8i2 5719
  3. THE PRE-PRESIDENTIAL ELECTION 2024: UNCOVERING THE CONSISTENCY OF RELIGIOUS POLITICIZATION | Jurnal Ilmiah... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/islamfutura/article/view/17103THE PRE PRESIDENTIAL ELECTION 2024 UNCOVERING THE CONSISTENCY OF RELIGIOUS POLITICIZATION Jurnal Ilmiah jurnal ar raniry ac index php islamfutura article view 17103
Read online
File size386.81 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test