POLNAMPOLNAM

Journal AgregateJournal Agregate

Ruas jalan Trans Seram Desa Lumoli Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki panjang 7.150m dan lebar 6m dimulai dari STA 0 000 sampai STA 7 150. Disepanjang ruas jalan tersebut terdapat empat titik longsoran yaitu pada STA 0 350, STA 1 850, STA 2 600 dan STA 3 615. Dari keempat titik longsoran terdapat tiga titik yang telah dilakukan penanganan dan tersisa satu titik belum dilakukan penanganan. Masalah longsoran pada STA 3 615 – STA 3 650 terjadi disepanjang 35m dengan ketinggian lereng 6m sudah mencakup badan jalan ±4,2m tersisa 1,8m. Hal ini sangat mengganggu aktivitas pengguna jalan dikarenakan menyebabkan penyempitan badan jalan dan penanganan longsoran sementara menggunakan drom aspal bekas. Tujuan penelitian ini untuk menentukan dimensi dan stabilitas dinding penahan tanah terhadap geser, guling dan daya dukung tanah pada ruas jalan trans seram desa Lumoli. Perencanaan dinding penahan tanah pada ruas jalan trans seram desa Lumoli menggunakan tipe kantilever dengan ketinggian tidak lebih dari 6-7m sebagai suatu struktur untuk mencegah keruntuhan tanah dengan menggunakan teori rankine untuk menghitung tekanan tanah lateral. Hasil dimensi dinding penahan tanah tipe kantilever H= 4m, H1= 3,52m, H2= 0,48m, Df= 0,8m, H2= 16m, H22= 0,23m, A=0,66, b=0,3m, C=1,18m, D= 0,66m, B= 2,8m. Dan hasil stabilitas terhadap guling = 3.027 ≥1.5 Aman, stabilitas terhadap geser = 2.910 ≥1.5 Aman dan stabilitas terhadap daya dukung = 809,045 Kn/m2.

Perencanaan dinding penahan tanah tipe kantilever di ruas jalan desa Lumoli berhasil dilakukan menggunakan teori Rankine untuk mencegah keruntuhan tanah, dengan dimensi utama H=4m, H1=3,52m, H2=0,48m, Df=0,8m, A=0,66, b=0,3m, C=1,18m, D=0,66m, dan B=2,8m.Hasil analisis stabilitas menunjukkan bahwa dinding penahan tanah tersebut aman terhadap guling (Fgl = 3,027 ≥ 1,5) dan geser (Fgs = 2,910 ≥ 1,5).Selain itu, stabilitas terhadap daya dukung tanah juga memenuhi syarat dengan nilai 809,045 kN/m2.

Mengingat hasil analisis yang fokus pada stabilitas dinding penahan tanah tipe kantilever secara statis di ruas jalan Trans Seram, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat memperkaya pemahaman dan optimasi solusi penanganan longsor. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai pengaruh karakteristik tanah lempung organik yang ditemukan di lokasi, khususnya parameter kohesi dan gesekan dinding-tanah, terhadap desain dinding penahan tanah. Ini bisa melibatkan penggunaan teori tekanan tanah lateral yang lebih kompleks atau pemodelan numerik mutakhir untuk mengevaluasi kembali dimensi dan stabilitas, sehingga dihasilkan desain yang lebih akurat dan efisien, mengingat teori Rankine yang digunakan memiliki asumsi tertentu terkait jenis tanah. Kedua, penelitian selanjutnya dapat membandingkan efektivitas teknis, kelayakan ekonomi, dan dampak lingkungan dari berbagai alternatif struktur penahan tanah, tidak hanya kantilever, tetapi juga struktur lain seperti dinding penahan berbasis bioengineering, dinding bertulang, atau perkuatan lereng pasif lainnya. Hal ini akan memberikan spektrum solusi yang lebih luas dan mungkin lebih berkelanjutan untuk kondisi geologis dan lingkungan spesifik di wilayah tersebut. Terakhir, sangat penting untuk menganalisis stabilitas dinding penahan tanah yang direncanakan terhadap beban dinamis seperti gempa bumi, mengingat Indonesia merupakan daerah rawan gempa, serta mengevaluasi kinerja jangka panjangnya terhadap faktor-faktor lingkungan seperti erosi dan pelapukan. Penelitian ini dapat menggunakan analisis elemen hingga untuk memahami respons struktur di bawah kondisi dinamis, memastikan ketahanan dan durabilitas infrastruktur dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Read online
File size586.36 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test