POLNAMPOLNAM

Journal AgregateJournal Agregate

Untuk mengembalikan tingkat kemajuan proyek sesuai biaya dan waktu yang telah direncanakan, diperlukan perencanaan yang tepat untuk mendapatkan biaya dan durasi proyek yang optimal. Parameter tersebut direncanakan untuk mencapai sasaran proyek dengan batasan biaya dan waktu. Proyek pembangunan Laundry Zest Hotel Ambon yang ditinjau penulis merupakan proyek yang didanai secara pribadi dengan waktu pelaksanaan yang bersifat tentatif sehingga tidak ada unsur yang mengikat baik dari segi biaya juga waktu pelaksanaan proyek. Untuk itu penulis akan merencanakan anggaran biaya dan waktu pelaksanaan berdasarkan AHSP Permen PU 28/PRT/M/2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh estimasi yang lebih akurat sehingga proyek dapat dikelola dengan baik, dapat mencapai tujuan yang diinginkan, dan tetap berada pada batas anggaran dan waktu yang telah ditetapkan. Dari hasil perhitungan perencanaan anggaran biaya pelaksanaan struktur Laundry Zest Hotel Ambon berdasarkan AHSP Permen PU 28/PRT/M/2016 diperoleh biaya sebesar Rp 1.193.329.721,76. Sedangkan perencanaan waktu pelaksanaan proyek tersebut berdasarkan standar koefisien AHSP Permen PU 28/PRT/M/2016 dengan metode CPM dan penerapan software Microsoft project maka di dapatkan total durasi proyek sebesar 172 hari kalender.

Dari hasil penelitian, perencanaan anggaran biaya pada pekerjaan struktur Laundry Zest Hotel Ambon berdasarkan AHSP Permen PU 28/PRT/M/2016 adalah sebesar Rp 1.Perencanaan waktu pelaksanaan pembangunan struktur Laundry Zest Hotel Ambon berdasarkan standar koefisien AHSP Permen PU 28/PRT/M/2016 dan penjadwalan proyek dengan menggunakan metode CPM serta penerapan software Microsoft project menghasilkan total durasi proyek sebesar 172 hari kalender.Dengan demikian, penelitian ini memberikan dasar yang kuat untuk pengelolaan proyek yang lebih efisien dan terarah.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai optimalisasi penggunaan material lokal dalam proyek konstruksi untuk mengurangi biaya, terutama dengan mempertimbangkan kualitas dan ketersediaan material tersebut. Selain itu, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model prediktif untuk mengidentifikasi potensi risiko keterlambatan proyek berdasarkan data historis dan kondisi lapangan, sehingga dapat diambil tindakan preventif yang lebih efektif. Terakhir, perlu dilakukan penelitian mengenai penerapan Building Information Modeling (BIM) dalam proyek konstruksi serupa untuk meningkatkan koordinasi antar pihak terkait, mengurangi kesalahan desain, dan mempercepat proses konstruksi, serta mengintegrasikan aspek keberlanjutan dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek.

Read online
File size1.22 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test