POLNAMPOLNAM

Journal AgregateJournal Agregate

Jalan merupakan prasarana trasnportasi yang menghubungkan suatu daerah dengan daerah lainnya khususnya pada bidang transportasi untuk kelancaran arus barang dan jasa. Jalan mengalami kerusakan akibat meningkatnya volume dan beban kendaraan, terlebih jika selalu dilalui oleh kendaraan berat yang bermuatan berlebih. Ruas jalan Namlea – Marloso memiliki panjang 19.026 km dengan lebar jalan 4.0 m. Pada ruas jalan ini mengalami kerusakan jalan pada lapisan permukaan jalan berupa retak, berlubang, dan cacat permukaan. Kondisi jalan yang sebelumnya rusak telah diperbaiki dengan penambalan (patching) dengan menggunakan CPHMA. Namun umur jalan yang direncanakan pada kenyataannya tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan. Jalan sudah mengalami kerusakan ± 4 bulan setelah diperbaiki. Tujuan penelitian yaitu mengetahui karakteristik marshall campuran aspal buton tipe CPHMA dengan menggunakan abu batu sebagai filler dan menganalisis presentase kadar abu batu yang memenuhi syarat terhadap campuran aspal buton tipe CPHMA. Penelitian ini menggunakan abu batu dengan penambahan 4%, 8% dan 12%. Pengujian ini dilakukan dengan alat uji marshall test dengan mengacu pada Spesifikasi Bina Marga 2020 dan Standar Nasional Indonesi (SNI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang diperoleh yaitu nilai kepadatan =2.21 gr/cc, nilai stabilitas marshall =1416 kg, nilai flow =3.02 mm, nilai VMA =18.24%, nilai VIM =7.72%, nilai VFB =63.18%, nilai MQ =483.02 kg/mm. Karakteritik marshall CPHMA dengan penambahan abu batu mengakibatkan nilai stabilitas, flow, VMA dan VIM mengalami peningkatan. Sedangkan nilai VFB dan MQ mengalami penurunan. Presentase kadar penambahan abu batu optimum = 6% dan memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018 revisi 2.

Hasilnya menunjukkan bahwa penambahan abu batu secara signifikan meningkatkan nilai stabilitas, flow, VIM, dan VMA, namun menyebabkan penurunan pada nilai VFB dan MQ.Kadar abu batu optimum yang memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018 untuk bahan lapis permukaan perkerasan fleksibel adalah 6%.

Penelitian ini telah berhasil mengidentifikasi , serta menentukan kadar optimumnya. Namun, untuk benar-benar memahami potensi penuh dari campuran ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat relevan. Pertama, penting untuk memperdalam studi tentang durabilitas dan kinerja jangka panjang campuran CPHMA yang dimodifikasi dengan abu batu di bawah berbagai kondisi lingkungan ekstrem, seperti siklus beku-cair berulang, paparan sinar ultraviolet intens, atau kondisi iklim tropis yang lembab dan panas, guna memberikan pemahaman komprehensif mengenai ketahanan material dan memperkirakan umur layan jalan yang lebih akurat, melengkapi pengujian perendaman yang telah disarankan sebelumnya. Kedua, mengingat ketersediaan material dan potensi inovasi, penelitian dapat diperluas untuk menginvestigasi penggunaan bahan pengisi alternatif selain abu batu, misalnya limbah industri atau pertanian yang memiliki sifat pozzolanik, yang berpotensi meningkatkan kinerja campuran sekaligus mendukung konstruksi berkelanjutan. Terakhir, untuk menjembatani kesenjangan antara hasil laboratorium dan aplikasi praktis di lapangan, sangat disarankan untuk melakukan uji coba skala penuh atau pembuatan ruas jalan percontohan menggunakan campuran CPHMA dengan kadar abu batu optimum. Uji lapangan ini harus disertai pemantauan kinerja berkala dan analisis biaya-manfaat guna mengevaluasi efektivitas ekonomi dan teknisnya dibandingkan metode perbaikan jalan konvensional, demi memberikan data empiris yang kuat untuk rekomendasi kebijakan.

Read online
File size294.64 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test