AKPERFATMAWATIAKPERFATMAWATI

JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi)JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi)

Kadang ditemukan bayi yang dirawat di rumah sakit mengalami penurunan atau stagnasi berat badan. Jika masalah ini berlanjut lama, akan memengaruhi perkembangan bayi serta kualitas hidup di masa depan. Penelitian ini mengidentifikasi efek pemberian pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi selama rawat inap. Desain penelitian kualitatif dengan desain kasus ganda melibatkan dua bayi dan seorang ibu yang memenuhi kriteria inklusi: bayi tidak mendapat infus cairan, tidak memiliki penyakit bawaan, memiliki masalah keperawatan, berisiko defisiensi volume cairan, dan berusia enam hari atau lebih, serta ibu primipara. Penelitian dilakukan pada Maret 2019 di ruang perinatologi Rumah Sakit Fatmawati. Instrumen yang digunakan meliputi wawancara mendalam untuk mengeksplorasi pengetahuan dan keterampilan ibu dalam merawat bayi, flipchart dan video untuk memberikan informasi tentang pijat bayi, serta lembar observasi untuk mengukur keterampilan ibu dalam melakukan pijat bayi. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat bayi, dengan rata‑rata peningkatan berat badan bayi sebesar 30‑45 gram per hari. Penting bagi perawat untuk memberikan edukasi agar ibu terampil dan percaya diri dalam merawat bayinya di rumah serta meningkatkan berat badan bayi selama dirawat di rumah sakit.

Memberikan pijat bayi dapat membantu meningkatkan berat badan bayi selama dirawat di rumah sakit.Pijat bayi tersebut juga perlu diajarkan kepada ibu sebelum bayi pulang ke rumah sehingga ibu menjadi terampil dalam merawat bayi.Dengan keyakinan dan kemauan ibu untuk merawat bayi, kedua ibu pada akhirnya memperoleh pengetahuan tentang cara merawat bayi baru lahir, dengan harapan pertumbuhan dan perkembangan optimal bayi setelah kembali dari rumah sakit.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas pijat bayi dengan variasi durasi dan frekuensi sesi, misalnya membandingkan pijat selama 10 menit versus 20 menit tiap hari, untuk menentukan protokol optimal yang memberikan peningkatan berat badan paling signifikan. Selain itu, studi longitudinal dapat ditujukan untuk memantau dampak jangka panjang pijat bayi terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan neuro‑kognitif hingga usia enam bulan, sehingga dapat menilai apakah manfaat awal berlanjut setelah keluar dari rumah sakit. Penelitian juga dapat mengkaji peran faktor budaya dan tingkat literasi kesehatan ibu dalam mengimplementasikan pijat bayi di rumah, dengan menguji apakah modul edukasi berbasis multimedia lebih efektif dibandingkan metode konvensional dalam meningkatkan keterampilan dan kepatuhan ibu. Sebagai alternatif, penelitian dapat mengeksplorasi sinergi antara pijat bayi dan intervensi nutrisi tambahan, seperti suplementasi kolostrum atau probiotik, untuk melihat apakah kombinasi tersebut menghasilkan peningkatan berat badan yang lebih cepat. Akhirnya, penggunaan biomarker fisiologis seperti kadar kortisol atau aktivitas vagus dapat menjadi indikator objektif dalam menilai respon stres dan efisiensi penyerapan nutrisi pada bayi yang menerima pijat, memberikan dasar ilmiah yang lebih kuat bagi praktik keperawatan.

  1. Efektifitas Pijat Bayi terhadap Peningkatan Berat Badan pada Bayi Usia 0 – 3 Bulan... doi.org/10.26630/jkm.v11i1.1763Efektifitas Pijat Bayi terhadap Peningkatan Berat Badan pada Bayi Usia 0 yCAu 3 Bulan doi 10 26630 jkm v11i1 1763
  1. #inap rumah sakit#inap rumah sakit
  2. #rawat inap rumah#rawat inap rumah
Read online
File size80.28 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-1WC
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test