STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI

TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan InformatikaTEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika

Manajemen kinerja yang efektif dan kecocokan strategi perbaikan mempengaruhi keberhasilan proyek. Strategi yang tepat dapat membantu mengidentifikasi area perbaikan dan memaksimalkan sumber daya, sehingga meningkatkan peluang pencapaian tujuan proyek secara keseluruhan. Evaluasi berkala sangat penting, karena memungkinkan tim menyesuaikan pendekatan berdasarkan umpan balik dan hasil. Penerapan alat dan teknik manajemen kinerja yang sesuai akan sangat mendukung efektivitas strategi perbaikan, menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan responsif terhadap kebutuhan proyek yang berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja proyek ABC dan menentukan strategi optimal untuk meningkatkan efisiensi. Pengukuran kinerja proyek dilakukan dengan metode Prism Kinerja, yang menilai lima aspek kunci: kepuasan pemangku kepentingan, kontribusi pemangku kepentingan, strategi, proses, dan kemampuan. Selain itu, metode Critical Success Factor (CSF) digunakan untuk mengidentifikasi faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan proyek. Analisis SWOT diterapkan untuk merumuskan strategi perbaikan yang sesuai dengan kondisi proyek. Pengolahan data dilakukan melalui survei, wawancara, dan analisis mendalam kondisi proyek. Implementasi proyek ABC paling dipengaruhi oleh aspek proses, sementara aktivitas inspeksi akhir merupakan faktor paling penting dalam keberhasilannya. Analisis mengidentifikasi 12 strategi perbaikan yang dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi penundaan proyek. Strategi tersebut mencakup optimalisasi proses, penerapan teknologi, dan peningkatan koordinasi antar pemangku kepentingan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada manajemen proyek dalam mengoptimalkan kinerja, memperbaiki efektivitas pengelolaan sumber daya, dan mendukung pencapaian proyek yang lebih efisien dan kompetitif.

Analisis dan penilaian kinerja proyek ABC menunjukkan bahwa elemen proses merupakan kriteria utama dalam manajemennya.Aspek proses memiliki bobot 0,458, menjadikannya komponen paling penting dalam keberhasilan proyek ABC.Para pemangku kepentingan yang terlibat dalam aktivitas 14, yaitu fase inspeksi akhir, memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja keseluruhan proyek, dengan bobot terbesar dibandingkan pemangku kepentingan lainnya.Hal ini menegaskan pentingnya kontrol kualitas akhir untuk mencegah keluhan dan penundaan penyelesaian proyek.Metode Critical Success Factor (CSF) digunakan untuk menentukan faktor keberhasilan utama proyek, menghasilkan “monitoring dan evaluasi sebagai pengaruh paling signifikan terhadap kinerja proyek.Dengan memanfaatkan data tersebut, analisis SWOT dilakukan untuk mengembangkan 16 strategi perbaikan, yang dikategorikan menjadi empat kelompok.Teknik-teknik ini menekankan pemanfaatan teknologi, peningkatan komunikasi antar tim, dan penguatan sistem manajemen kualitas dan kontrol proses.Hasil penelitian ini menyoroti bahwa efektivitas manajemen proses dan kualitas pemantauan kinerja secara signifikan memengaruhi keberhasilan proyek.Oleh karena itu, pelaksanaan metode yang sesuai sangat penting untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi kemungkinan penundaan, dan meningkatkan daya saing perusahaan dalam manajemen proyek di masa depan.Penelitian tambahan disarankan untuk menyelidiki hubungan antara kinerja proyek dan faktor keuangan guna meningkatkan efektivitas perencanaan keuangan proyek.

Pertama, lakukan penelitian kuantitatif untuk mengukur dampak spesifik antara variabel kinerja proses dengan variabel hasil proyek, sehingga dapat mengembangkan model prediktif yang komprehensif; kedua, evaluasi penerapan teknologi informasi seperti sensor IoT dan sistem data cloud atas efektivitas monitoring dan evaluasi, dengan fokus pada bagaimana integrasi data real‑time dapat mengurangi risiko penundaan di fase inspeksi akhir; ketiga, analisis hubungan antara faktor keuangan proyek—misalnya alokasi anggaran, kontrol biaya, dan aliran pendanaan—dengan kinerja proyek secara longitudinal, guna mengidentifikasi strategi perencanaan keuangan yang optimal untuk meningkatkan keberhasilan proyek di sektor manufaktur.

  1. Critical Success Factor Proyek TI: Studi Kasus Mobile Government | Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu... doi.org/10.25126/jtiik.20231026606Critical Success Factor Proyek TI Studi Kasus Mobile Government Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu doi 10 25126 jtiik 20231026606
  2. Pengaruh Penilaian Kinerja Terhadap Produktivitas Kerja Pada PT. Jimmulya Palembang | Jurnal Ilmu Sosial,... doi.org/10.47747/jismab.v2i3.431Pengaruh Penilaian Kinerja Terhadap Produktivitas Kerja Pada PT Jimmulya Palembang Jurnal Ilmu Sosial doi 10 47747 jismab v2i3 431
  3. Success Criteria and Factor for IT Project Application Implementation in Digital Transformation Era:... doi.org/10.1109/IEMTRONICS52119.2021.9422578Success Criteria and Factor for IT Project Application Implementation in Digital Transformation Era doi 10 1109 IEMTRONICS52119 2021 9422578
Read online
File size176.13 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test