IJBLEIJBLE

International Journal of Business, Law, and EducationInternational Journal of Business, Law, and Education

Perluasan pesat platform digital telah mengubah media sosial menjadi saluran pemasaran strategis yang secara signifikan memengaruhi perilaku konsumen dalam lingkungan bisnis online. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara strategi pemasaran media sosial dan keinginan untuk membeli, dengan keterlibatan pelanggan berperan sebagai variabel perantara. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari pengguna aktif media sosial melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa strategi pemasaran media sosial secara positif dan signifikan memengaruhi keterlibatan pelanggan serta keinginan untuk membeli. Selain itu, keterlibatan pelanggan secara kuat memengaruhi keinginan untuk membeli dan sebagian memediasi hubungan antara strategi pemasaran media sosial dan perilaku pembelian. Temuan ini menekankan pentingnya merancang konten pemasaran yang interaktif, kredibel, dan berorientasi nilai untuk memperkuat keterlibatan konsumen dan mendorong hasil pembelian. Studi ini memberikan kontribusi teoretis terhadap literatur pemasaran digital dan implikasi praktis bagi bisnis online yang bertujuan meningkatkan efektivitas pemasaran dan tingkat konversi pelanggan dalam pasar digital yang semakin kompetitif.

Studi ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran media sosial sangat penting dalam membentuk perilaku konsumen dalam lingkungan bisnis online dengan memengaruhi baik keterlibatan pelanggan maupun keinginan untuk membeli.Temuan menegaskan bahwa konten media sosial yang menarik, informatif, dan dapat dipercaya tidak hanya menarik perhatian konsumen tetapi juga mendorong keterlibatan emosional dan perilaku, yang meningkatkan kemungkinan pembelian.Studi ini juga mengonfirmasi bahwa keterlibatan pelanggan berfungsi sebagai faktor perantara, memperkuat hubungan antara upaya pemasaran media sosial dan keinginan untuk membeli.Hal ini menunjukkan bahwa bisnis online harus fokus pada menciptakan pengalaman digital yang interaktif dan bernilai daripada hanya bergantung pada pesan promosi.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi perbedaan demografis seperti usia atau latar belakang budaya dalam memengaruhi hubungan antara keterlibatan dan keinginan membeli. Selain itu, analisis sentimen terhadap interaksi pengguna di media sosial dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang motivasi emosional di balik keterlibatan. Terakhir, studi tentang dampak teknologi baru seperti personalisasi berbasis AI atau realitas virtual terhadap strategi pemasaran media sosial dan keinginan membeli akan memberikan arah inovatif untuk penelitian masa depan.

Read online
File size219.04 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test