IAI TABAHIAI TABAH

Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran IslamAlamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana teori-teori sosial yang dikembangkan oleh Charles Tilly, Alberto Melucci, Olivier Roy, dan Asef Bayat mampu membingkai dinamika gerakan Islam kontemporer, khususnya dalam konteks masyarakat perkotaan dan perubahan global. Fokus kajian diarahkan untuk memahami bagaimana teori-teori tersebut menjelaskan proses transformasi gerakan Islam yang semakin adaptif, pragmatis, dan bersifat transnasional. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, data dihimpun dari sumber literatur primer maupun sekunder, kemudian dianalisis menggunakan model framing Robert N. Entman. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori mobilisasi dan repertoar aksi kolektif dari Tilly, konsep identitas kolektif dari Melucci, gagasan de-teritorialisasi agama oleh Roy, serta ide post-Islamisme yang diperkenalkan Bayat saling melengkapi dalam menjelaskan dinamika gerakan Islam perkotaan yang tidak hanya menjadi reaksi terhadap modernitas, tetapi juga upaya aktif dalam membangun makna, legitimasi, dan strategi sosial di tengah arus perubahan global.

Gerakan sosial, identitas sosial, globalisasi, dan praktik urban merupakan konsep kunci yang saling berkaitan dalam studi tentang dinamika sosial, terutama dalam konteks Islam kontemporer.Tilly menyoroti pentingnya gerakan sosial dalam membentuk kolektivitas dan identitas masyarakat, yang mencakup upaya kelompok untuk memperjuangkan hak, saluran aspirasi, dan menghadapi kebijakan pemerintahan yang dianggap tidak adil.Praktik ini bersifat dinamis dan sering kali dipengaruhi oleh keterkaitan dengan isu-isu global yang lebih luas, seperti yang dibahas oleh Roy dalam konteks globalisasi.Identitas sosial, yang dikaji oleh Malucci, diharapkan tercermin dalam gerakan Islam kontemporer yang berupaya menjawab tantangan zaman modern dengan memperkuat identitas keagamaan dalam konteks masyarakat yang plural.Bayat menambahkan dimensi baru dalam analisis ini dengan membahas praktik urban yang muncul dari pengaruh globalisasi.Dalam konteks ini, komunitas Muslim di kota-kota besar sering kali mengadopsi dan beradaptasi dengan norma-norma budaya lokal sambil tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional yang dipegang.Pembaruan pemikiran ini memungkinkan mereka untuk merangkul perubahan sosial tanpa kehilangan akar budaya dan keagamaan mereka.Model framing studi gerakan Islam kontemporer menekankan pentingnya memahami narasi-narasi yang dibangun oleh gerakan-gerakan ini, seperti yang dilakukan oleh Jamaah Tabligh dan Muhammadiyah, yang berusaha memberikan respons terhadap tantangan radikalisasi dengan menggulirkan narasi-narasi moderat dan inklusif.Dengan menggunakan pendekatan fenomenologis, peneliti dapat mendalami pengalaman individual dalam konteks kolektif, sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika pergerakan sosial yang ada hari ini.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana gerakan Islam urban dapat memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial untuk memperkuat identitas kolektif dan membangun jaringan sosial yang lebih luas. Kedua, bagaimana teori-teori sosial yang dipelopori oleh para pemikir seperti Charles Tilly, Alberto Melucci, Olivier Roy, dan Asef Bayat dapat diterapkan dalam konteks Indonesia, khususnya dalam memahami dinamika gerakan Islam di perkotaan. Ketiga, bagaimana gerakan Islam urban dapat mengembangkan strategi sosial yang adaptif dan pragmatis dalam menghadapi tantangan globalisasi, tanpa kehilangan akar budaya dan keagamaan mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang interaksi antara agama dan konteks sosial yang dinamis, serta menyentuh isu-isu sosial kontemporer yang penting dalam masyarakat Muslim di era modern.

  1. MAKNA DAN HAKIKAT WASATHIYAH | REVIEW OF MULTIDISCIPLINARY EDUCATION, CULTURE AND PEDAGOGY. makna hakikat... doi.org/10.55047/romeo.v1i1.59MAKNA DAN HAKIKAT WASATHIYAH REVIEW OF MULTIDISCIPLINARY EDUCATION CULTURE AND PEDAGOGY makna hakikat doi 10 55047 romeo v1i1 59
  2. Filsafat Pendidikan Dan Teori Pendidikan Perspektif Ali Ahmad Madkur | at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal... ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/at-tarbiyah/article/view/13650Filsafat Pendidikan Dan Teori Pendidikan Perspektif Ali Ahmad Madkur at Tarbiyah al Mustamirrah Jurnal ejournal uinmybatusangkar ac ojs index php at tarbiyah article view 13650
Read online
File size236.83 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test