IAI TABAHIAI TABAH

Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran IslamAlamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam

Serial web atau disebut juga dengan web series merupakan bentuk media digital yang berkembang saat ini. Salah satu serial fenomenal dalam web series yang berhasil mencuri perhatian publik adalah web series Bidaah yang berasal dari Malaysia. Web series ini menjadi trending karena telah menampilkan tayangan yang berisi penyimpangan agama serta berhasil tembus 2,5 miliar tayangan dalam waktu yang relatif singkat, yaitu satu bulan antara 6 maret sampai 6 april 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolik dan pesan tersembunyi terkait praktik penyimpangan agama yang terdapat dalam serial tersebut. Penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan secara interpretatif. Sumber data berupa seluruh adegan dalam serial web Bidaah dari episode 1 hingga 13 yang memuat simbol penyimpangan agama. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes yang membedakan makna denotatif, konotatif, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serial Bidaah menampilkan berbagai praktik penyimpangan yang memanipulasi simbol dan legitimasi agama sebagai alat kontrol sosial, mencerminkan dominasi otoriter dan penindasan dalam ranah keagamaan. Studi ini memberikan wawasan penting terkait kompleksitas penyalahgunaan agama di media digital dan menegaskan perlunya kesadaran kritis serta penguatan pendidikan agama sebagai usaha pencegahan penyimpangan tersebut.

Serial web ini menggambarkan berbagai jenis penyimpangan yang terjadi di dalam sebuah kelompok keagamaan yang dipimpin oleh seorang tokoh bernama Walid.Dari sudut pandang semiotika Barthes, setiap adegan yang dianalisis memiliki makna berlapis-lapis yang meliputi denotasi (makna literal), konotasi (makna tersirat), dan mitos (makna ideologis simbolik).Secara keseluruhan, dari episode 1 hingga 13 dalam web series Bidaah melalui analisis semiotika Roland Barthes mengungkap bagaimana kekuasaan absolut dalam sebuah kelompok sekte agama dibangun dan dipertahankan dengan menciptakan mitos sakralisasi tokoh pemimpin, manipulasi norma agama dan sosial, serta menindas kebebasan individu khususnya perempuan.Fanatisme yang melampaui nalar membuat pengikut membenarkan tindakan yang sebenarnya menyimpang dari ajaran agama yang benar, sehingga semua penyimpangan tersebut dipertahankan dan dilestarikan sebagai hal yang sah dan benar.Ini menjadi kritik tajam terhadap penyalahgunaan agama sebagai alat kekuasaan dan dominasi yang perlu disadari dan dilawan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam tentang dampak representasi penyimpangan agama dalam media digital terhadap pemahaman dan persepsi audiens. Selain itu, studi komparatif antara web series Bidaah dengan serial-serial serupa dari berbagai negara dapat memberikan perspektif yang lebih luas tentang representasi agama dalam media digital. Terakhir, penelitian tentang strategi pendidikan agama yang efektif dalam mencegah penyimpangan agama di era digital juga dapat menjadi topik menarik untuk dieksplorasi.

Read online
File size967.76 KB
Pages27
DMCAReport

Related /

ads-block-test