UIN SUSKAUIN SUSKA
Jurnal Dakwah RisalahJurnal Dakwah RisalahThis ethnographic study investigates wirid (Islamic devotional) activities at the micro-community level, routinely practiced as a form of dawa (Islamic mission). Data was collected over three months, from January to March 2020. The findings reveal that wirid activities extend beyond fostering individual piety, significantly contributing to enhanced social solidarity among community members. Employing social drama theory, this article elucidates how wirid activities serve as a collective discourse to forge social cohesion among Muslims. The study identifies that preachers strategically disseminate narratives emphasizing the contemporary erosion of Islamic values, thereby strengthening solidarity through the wirid. Furthermore, preachers leverage these gatherings to recount the historical grandeur of Islam, motivating Muslims to collectively strive for its resurgence.
The study demonstrates that wirid functions as both a religious ritual and a strategic medium for fostering social solidarity within urban Muslim communities.Participants consistently express that their involvement in wirid is driven by a sense of moral obligation, communal identity, and spiritual discipline.Wirid gatherings serve as a platform for negotiating Islamic practices and reaffirming Islamic values in response to the changing dynamics of urban life.
Further research should investigate the role of wirid in fostering Islamic adherence within rural communities, considering the distinct socio-religious contexts. Additionally, exploring the impact of digital platforms on the evolution of wirid practices and their ability to reach wider audiences is crucial. Finally, a comparative study examining the effectiveness of different dawa approaches—including wirid—in promoting social cohesion across diverse Indonesian communities would provide valuable insights for policymakers and religious leaders. These investigations should consider how local interpretations of Islamic values intersect with broader societal trends, and how these dynamics shape the evolving landscape of religious practice in Indonesia. Understanding these nuances is essential for fostering inclusive and harmonious social relations within the nation.
| File size | 356.47 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UIN SUSKAUIN SUSKA Model dawa Indonesia mencerminkan keselarasan yang kuat dengan kebijaksanaan lokal, pluralisme, dan ekspresi Islam yang terintegrasi secara budaya. HalModel dawa Indonesia mencerminkan keselarasan yang kuat dengan kebijaksanaan lokal, pluralisme, dan ekspresi Islam yang terintegrasi secara budaya. Hal
UIN SUSKAUIN SUSKA Penelitian ini didasarkan pada studi lapangan yang dilakukan pada tahun 2023. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif. PenelitianPenelitian ini didasarkan pada studi lapangan yang dilakukan pada tahun 2023. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian
IAIN SUIAIN SU This act contravenes the core objectives of Islamic law (*maqāṣid al-sharīah*), particularly concerning the preservation of religion, life, and lineage.This act contravenes the core objectives of Islamic law (*maqāṣid al-sharīah*), particularly concerning the preservation of religion, life, and lineage.
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Dalam proses pencarian identitas diri, remaja dalam bertindak atau bersikap selalu mengedepankan sifat egosentrisnya. Artinya dalam melakukan suatu tindakanDalam proses pencarian identitas diri, remaja dalam bertindak atau bersikap selalu mengedepankan sifat egosentrisnya. Artinya dalam melakukan suatu tindakan
IAIN SUIAIN SU Studi ini bertujuan untuk memeriksa dan membandingkan metode Hanafi dan Mutakallimin dalam menetapkan aturan yurisprudensi, dengan fokus pada keterapanStudi ini bertujuan untuk memeriksa dan membandingkan metode Hanafi dan Mutakallimin dalam menetapkan aturan yurisprudensi, dengan fokus pada keterapan
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Ditemukan bahwa dari masa lalu, program desa selalu mengacu pada ketentuan pemerintah pusat. Padahal masalah dan kebutuhan masing-masing desa sangat berbeda.Ditemukan bahwa dari masa lalu, program desa selalu mengacu pada ketentuan pemerintah pusat. Padahal masalah dan kebutuhan masing-masing desa sangat berbeda.
UIN SUSKAUIN SUSKA This research provides insight into how the mediatization of religion changes the method of dawa and creates a new space for the development of religionThis research provides insight into how the mediatization of religion changes the method of dawa and creates a new space for the development of religion
DINIYAHDINIYAH Guru sebagai informan utama sedangkan kepala sekolah menjadi infoman pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan telaah dokumen yangGuru sebagai informan utama sedangkan kepala sekolah menjadi infoman pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan telaah dokumen yang
Useful /
JIEMAPJIEMAP 400, yang dinilai lebih menguntungkan bagi perusahaan karena beban pajaknya lebih kecil.metode Gross Up menghasilkan pajak terutang Rp9. 526, yang meskipun400, yang dinilai lebih menguntungkan bagi perusahaan karena beban pajaknya lebih kecil.metode Gross Up menghasilkan pajak terutang Rp9. 526, yang meskipun
JIEMAPJIEMAP Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan akurasi data penerima, efektivitas distribusi, dan evaluasi berkelanjutanPenelitian ini memberikan rekomendasi bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan akurasi data penerima, efektivitas distribusi, dan evaluasi berkelanjutan
STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA Mayoritas peserta memiliki hasil pemeriksaan dalam rentang normal, namun masih dijumpai lansia dengan tekanan darah dan gula darah di atas nilai rujukan,Mayoritas peserta memiliki hasil pemeriksaan dalam rentang normal, namun masih dijumpai lansia dengan tekanan darah dan gula darah di atas nilai rujukan,
UIN SUSKAUIN SUSKA Melalui saluran ini, ustazah selebriti muncul sebagai tokoh agama yang berpengaruh, terkadang menantang otoritas yang sudah mapan. Menurut teori Etos,Melalui saluran ini, ustazah selebriti muncul sebagai tokoh agama yang berpengaruh, terkadang menantang otoritas yang sudah mapan. Menurut teori Etos,