ITSITS
(IJCSAM) International Journal of Computing Science and Applied Mathematics(IJCSAM) International Journal of Computing Science and Applied MathematicsSearching all possible solution and finding the minimum number of clues to make uniquely solvable puzzle always been a natural question for puzzle enthusiast. However, the attempt usually provide that as difficult task. In this paper, we attempt to search the solution of Kropki puzzle without dot clues given with graph theory approach, which resulted in some conjectures involving the planarity of graph and cyclicity of latin square.
The study demonstrates that for n ≥ 6, every n-ordered dotless kropki graph possesses a Hamiltonian cycle.Specifically, for n = 6, the puzzles solutions are limited to 1-cyclic and 5-cyclic forms.Furthermore, the research proposes conjectures regarding the relationship between graph planarity, cyclicity, and the existence of solutions for dotless Kropki puzzles.
Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji validitas konjektur yang diajukan mengenai hubungan antara planaritas graf, siklisitas, dan keberadaan solusi untuk puzzle Kropki tanpa titik. Selain itu, eksplorasi algoritma yang lebih efisien untuk mencari solusi puzzle Kropki dengan ukuran yang lebih besar (n > 8) sangat diperlukan, mengingat kompleksitas komputasi yang meningkat secara eksponensial. Terakhir, studi komparatif dapat dilakukan dengan jenis puzzle Latin Square lainnya, seperti Sudoku atau Futoshiki, untuk mengidentifikasi pola umum dan perbedaan dalam pendekatan penyelesaiannya, serta mengembangkan metode penyelesaian yang lebih universal.
- [1201.0749] There is no 16-Clue Sudoku: Solving the Sudoku Minimum Number of Clues Problem. clue sudoku... arxiv.org/abs/1201.07491201 0749 There is no 16 Clue Sudoku Solving the Sudoku Minimum Number of Clues Problem clue sudoku arxiv abs 1201 0749
- New Sufficient Conditions for Hamiltonian Paths - Rahman - 2014 - The Scientific World Journal - Wiley... hindawi.com/journals/tswj/2014/743431New Sufficient Conditions for Hamiltonian Paths Rahman 2014 The Scientific World Journal Wiley hindawi journals tswj 2014 743431
| File size | 2.1 MB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
RCF INDONESIARCF INDONESIA Dari 74 publikasi yang ditemukan, hanya 10 yang memenuhi kriteria seleksi, kemudian dipersempit menjadi 3 studi inti yang dianggap paling signifikan. HasilDari 74 publikasi yang ditemukan, hanya 10 yang memenuhi kriteria seleksi, kemudian dipersempit menjadi 3 studi inti yang dianggap paling signifikan. Hasil
RCF INDONESIARCF INDONESIA Studi‑studi ini menegaskan bahwa struktur graf maksimum berperan penting dalam memahami efisiensi, kerentanan, dan pola konektivitas jaringan. SecaraStudi‑studi ini menegaskan bahwa struktur graf maksimum berperan penting dalam memahami efisiensi, kerentanan, dan pola konektivitas jaringan. Secara
RCF INDONESIARCF INDONESIA Integrasi algoritme klasik, pembelajaran mesin, dan komputasi kuantum memperluas penerapan teori graf ke bidang seperti jaringan sosial, bioinformatika,Integrasi algoritme klasik, pembelajaran mesin, dan komputasi kuantum memperluas penerapan teori graf ke bidang seperti jaringan sosial, bioinformatika,
ITSITS The second group (blue) is influenced by the ratio of womens Pure Participation Rate (APM) (X2) and the percentage of rape crimes against women (X4). TheThe second group (blue) is influenced by the ratio of womens Pure Participation Rate (APM) (X2) and the percentage of rape crimes against women (X4). The
ITSITS Namun, kami berpendapat bahwa menemukan semua solusi untuk puzzle Suguru yang dapat diselesaikan mungkin memerlukan langkah komputasi non-polinomial. KamiNamun, kami berpendapat bahwa menemukan semua solusi untuk puzzle Suguru yang dapat diselesaikan mungkin memerlukan langkah komputasi non-polinomial. Kami
ITSITS In the GARCH (0,1) model, it was found that there was an asymmetric influence, so the EGARCH and GJR-GARCH models were used. The comparison of EGARCH andIn the GARCH (0,1) model, it was found that there was an asymmetric influence, so the EGARCH and GJR-GARCH models were used. The comparison of EGARCH and
ITSITS The minimum cardinality of the bi-edge metric resolving set graphs is called the bi-edge metric dimension of G graph, denoted by e dimb(G). The specificThe minimum cardinality of the bi-edge metric resolving set graphs is called the bi-edge metric dimension of G graph, denoted by e dimb(G). The specific
UBAYAUBAYA Hal ini disebabkan adanya faktur pajak yang dibatalkan dan telah dilaporkan pada SPT Masa PPN bulan April 2019 dan adanya koreksi fiskal atas biaya entertainmentHal ini disebabkan adanya faktur pajak yang dibatalkan dan telah dilaporkan pada SPT Masa PPN bulan April 2019 dan adanya koreksi fiskal atas biaya entertainment
Useful /
RCF INDONESIARCF INDONESIA Pada tahap identifikasi awal, diperoleh 407 publikasi yang berkaitan dengan topik monthly demand of goods, peramalan permintaan, dan linear programmingPada tahap identifikasi awal, diperoleh 407 publikasi yang berkaitan dengan topik monthly demand of goods, peramalan permintaan, dan linear programming
RCF INDONESIARCF INDONESIA Kesimpulannya, pemahaman grafik fungsi, titik ekstrem, dan sensitivitas perubahan nilai menjadi fondasi penting untuk meningkatkan akurasi dan interpretabilitasKesimpulannya, pemahaman grafik fungsi, titik ekstrem, dan sensitivitas perubahan nilai menjadi fondasi penting untuk meningkatkan akurasi dan interpretabilitas
ALSHOBARALSHOBAR Oleh karena itu, penting bagi generasi muda, khususnya di sekolah dasar, untuk menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai tersebut meliputiOleh karena itu, penting bagi generasi muda, khususnya di sekolah dasar, untuk menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai tersebut meliputi
ITSITS Moreover, it constructs cone 2-norm spaces associated with S-cone inner product spaces. The study successfully constructs S-cone inner product spaces,Moreover, it constructs cone 2-norm spaces associated with S-cone inner product spaces. The study successfully constructs S-cone inner product spaces,