UNIVMEDUNIVMED

Universa MedicinaUniversa Medicina

Latar belakang: Sel punca mesenkimal (MSCs) bernilai dalam kedokteran regeneratif karena kemampuan multipoten, kapasitas proliferasi, dan sifat imunomodulasi. MSCs dari jeli Wharton (WJ-MSCs) pada tali pusat menawarkan sumber non-invasif yang menjanjikan untuk aplikasi klinis karena kemudahan isolasi, tidak adanya kekhawatiran etika, serta keberadaan sel punca embrio dan dewasa yang menjadikannya sumber berharga untuk terapi dan kedokteran regeneratif. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan metode isolasi dan karakterisasi WJ-MSCs. Metode: Tali pusat manusia dari tiga donor sehat dikumpulkan setelah sesar dengan kriteria inklusi ketat. WJ-MSCs diisolasi menggunakan metode kultur eksplan, dengan sel menempel pada labu T75 yang dilapisi gelatin 2%. Kultur dipelihara dalam medium Dulbeccos Modified Eagle Medium (DMEM) yang diperkaya dengan 10% serum AB manusia segar dan dipantau selama 21 hari. Analisis flow cytometry (BD FACSAria) dilakukan pada generasi 1 dan 5 untuk menilai penanda MSC yaitu CD105, CD73, CD90, dan CD44, serta penanda eksklusi CD45. Hasil: WJ-MSCs menunjukkan morfologi seperti fibroblas pada generasi 1 dan menunjukkan proliferasi kuat. Analisis flow cytometry mengungkapkan ekspresi tinggi CD44 (~60%) pada generasi 1, sedangkan CD105, CD73, dan CD90 menjadi dominan pada generasi 5. CD45 tetap rendah, menunjukkan kontaminasi hematopoietik minimal. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan kelayakan isolasi dan ekspansi WJ-MSCs menggunakan DMEM dengan 10% serum AB manusia.

Penelitian ini berhasil menunjukkan kelayakan isolasi dan karakterisasi sel punca mesenkimal dari jeli Wharton (WJ-MSCs) menggunakan medium kultur yang diperkaya 10% serum AB manusia dan labu berlapis gelatin 2%.Protokol ini menghasilkan viabilitas dan proliferasi sel yang tinggi, dengan morfologi seperti fibroblas serta ekspresi stabil penanda kunci MSC (CD105, CD44, CD90, CD73) pada generasi 5, serta ekspresi rendah CD45 yang menunjukkan kontaminasi hematopoietik minimal.Namun, masa inkubasi 21 hari dan keberadaan sisa ekspresi CD45 menunjukkan perlunya optimasi lebih lanjut terhadap teknik isolasi, waktu kultur, dan eksplorasi sumber alternatif sel punca.

Pertama, perlu diteliti apakah penggunaan molekul penempelan seperti fibronectin atau laminin pada permukaan kultur dapat mempercepat proses outgrowth sel WJ-MSCs sehingga masa inkubasi 21 hari dapat dipersingkat tanpa mengorbankan viabilitas dan karakteristik sel. Kedua, penting untuk mengkaji potensi sumber alternatif sel punca dari bagian persimpangan tali-plasenta (CPJ-MSCs) dalam konteks ekspresi penanda dini dan kapasitas proliferasi dibandingkan WJ-MSCs, guna menentukan sumber mana yang lebih unggul untuk aplikasi terapeutik jangka pendek. Ketiga, perlu dikembangkan protokol pembersihan tambahan, seperti pencucian berulang atau perlakuan enzimatik ringan selama isolasi, untuk mengurangi kontaminasi sel darah yang terindikasi dari ekspresi residual CD45, sehingga meningkatkan kemurnian dan keamanan klinis sel yang dihasilkan.

  1. Stem cell-based regenerative medicine. stem cell based regenerative medicine rajabzadeh definition history... sci.amegroups.org/article/view/27241/htmlStem cell based regenerative medicine stem cell based regenerative medicine rajabzadeh definition history sci amegroups article view 27241 html
  2. Cell Proliferation | Cell Biology Journal | Wiley Online Library. cell biology journal wiley library... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/cpr.12334Cell Proliferation Cell Biology Journal Wiley Online Library cell biology journal wiley library onlinelibrary wiley doi 10 1111 cpr 12334
  3. Universa Medicina. rapid isolation wharton jelly derived mesenchymal stem cells maintained fresh prepared... univmed.org/ejurnal/index.php/medicina/article/view/1678Universa Medicina rapid isolation wharton jelly derived mesenchymal stem cells maintained fresh prepared univmed ejurnal index php medicina article view 1678
Read online
File size736.73 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test