UIN SUSKAUIN SUSKA

Jurnal Dakwah RisalahJurnal Dakwah Risalah

Artikel ini membahas tentang kohesi sosial di antara kelompok-kelompok Muslim di sebuah desa di Sragen. Di desa tersebut terdapat lima kelompok Muslim: NU, Muhammadiyah, MTA, LDII dan Salafi, serta beberapa orang yang dianggap sebagai abangan. Di desa ini, Masjid Rohmat menjadi pusat kegiatan keagamaan, seperti Idul Fitri atau Idul Adha. Penelitian ini didasarkan pada studi lapangan yang dilakukan pada tahun 2023. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menemukan, terlepas dari perbedaan pemahaman dan praktik keagamaan, masyarakat di desa ini hidup berdampingan dengan damai dan harmonis. Beberapa faktor yang mendukung kohesi sosial di antara umat Islam di desa ini adalah: ikatan kekeluargaan dan kegiatan sosial. Sebagian besar warga desa memiliki hubungan keluarga satu sama lain. Namun, anggota keluarga bisa saja memiliki afiliasi agama yang berbeda, ada seorang ibu yang secara rutin mengikuti jamaah Yasin dan tahlil, sementara anaknya menjadi anggota LDII. Di keluarga lain, sang suami adalah anggota Muhammadiyah, sementara sang istri mengikuti pengajian umum MTA. Selain itu, dalam kegiatan sosial, warga desa saling bahu-membahu tanpa memandang golongan keagamaan.

Dalam masyarakat Kedungdowo, keutuhan komunitas tidak lagi bergantung pada kesamaan, melainkan pada ketergantungan peran sosial yang beragam.Ikatan kekeluargaan, Ukhuwah Islamiyah, kegiatan sosial inklusif, dan peran tokoh masyarakat dalam memperkuat ikatan sosial menjadi kunci kohesi.Penelitian ini menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan sosial dan agama, serta perlunya pemimpin agama untuk merespons kebutuhan masyarakat secara efektif.Dengan demikian, Kedungdowo menjadi contoh bagaimana keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana media sosial memengaruhi dinamika kohesi sosial di antara kelompok-kelompok Muslim dengan afiliasi berbeda. Hal ini penting untuk memahami bagaimana platform digital dapat digunakan untuk memperkuat atau justru merusak ikatan sosial. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengidentifikasi strategi-strategi yang efektif yang digunakan oleh tokoh masyarakat dan pemimpin agama dalam mempromosikan toleransi dan dialog antar kelompok. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan pengalaman kohesi sosial di Kedungdowo dengan desa-desa lain di Indonesia yang memiliki keragaman agama dan budaya serupa. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi kohesi sosial di masyarakat multikultural dan mengembangkan intervensi yang lebih efektif untuk mempromosikan harmoni dan toleransi.

  1. The Relation between Religion and State in Indonesia | Muhammadiyah | Asian Social Science | CCSE. relation... doi.org/10.5539/ass.v11n28p98The Relation between Religion and State in Indonesia Muhammadiyah Asian Social Science CCSE relation doi 10 5539 ass v11n28p98
  2. Religious authority in the urban mosque - Chaplin - 2025 - American Ethnologist - Wiley Online Library.... anthrosource.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/amet.13388Religious authority in the urban mosque Chaplin 2025 American Ethnologist Wiley Online Library anthrosource onlinelibrary wiley doi 10 1111 amet 13388
  3. The Islamic Organizations in Indonesia ‘Muhammadiyah and NU’: Social Perspective Explanation... doi.org/10.35516/hum.v50i5.1124The Islamic Organizations in Indonesia AoMuhammadiyah and NUAo Social Perspective Explanation doi 10 35516 hum v50i5 1124
Read online
File size473.56 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test