JURNALP4IJURNALP4I

EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & PengajaranEDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

Keanekaragaman budaya yang melekat pada identitas bangsa Indonesia menuntut pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) yang tidak sekadar mengajarkan nilai-nilai normatif, tetapi juga mampu beradaptasi secara inklusif terhadap perubahan sosial dan mendorong transformasi positif dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara komprehensif berbagai komponen dan model pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berlandaskan nilai-nilai multikultural, dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kepustakaan. Temuan studi ini mengindikasikan bahwa penyusunan kurikulum PAI yang berorientasi pada multikulturalisme harus dilandasi oleh nilai-nilai fundamental, antara lain sikap toleran, keadilan, penghargaan terhadap keberagaman, serta prinsip-prinsip humanisme yang bersifat universal. Kurikulum ini dirancang untuk mengintegrasikan ajaran Islam dengan nilai-nilai kebangsaan melalui pendekatan kontekstual dan pedagogis yang menyesuaikan dengan latar belakang sosial budaya peserta didik.

Pendidikan Agama Islam tidak bisa lagi dipisahkan dari realitas sosial yang multikultural.Pengembangan kurikulum PAI berbasis multikultural menjadi kebutuhan mendesak dalam menjawab dinamika masyarakat yang plural.Dengan mengintegrasikan nilai-nilai inklusif seperti toleransi, keadilan, humanisme, dan penghargaan terhadap keberagaman, kurikulum PAI dapat menjadi alat strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang moderat, terbuka, dan bertanggung jawab secara sosial.Kurikulum tidak boleh lagi bersifat normatif-dogmatis semata, melainkan harus transformatif dan kontekstual, disusun secara sistematis dengan memperhatikan aspek kognitif, afektif, dan sosial peserta didik.Melalui pendekatan multikultural, pendidikan agama akan lebih relevan dalam membentuk manusia berakhlak mulia sekaligus mampu hidup berdampingan secara damai dalam kemajemukan bangsa.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan model kurikulum PAI yang lebih inklusif dan kontekstual. Model ini dapat mencakup pembelajaran dialogis, reflektif, dan partisipatif, yang bertujuan membentuk karakter peserta didik yang religius sekaligus memiliki kesadaran multikultural. Selain itu, penting untuk mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan dan ajaran Islam dalam kurikulum, serta menekankan prinsip-prinsip humanisme dan universalitas. Pengembangan kurikulum PAI berbasis multikultural juga dapat menjadi strategi preventif terhadap radikalisme dan sarana membangun harmoni sosial dalam masyarakat Indonesia yang plural. Dengan demikian, kurikulum PAI dapat berfungsi sebagai instrumen strategis dalam membentuk sikap inklusif, rasa kebangsaan, dan kesiapan hidup dalam masyarakat yang plural.

Read online
File size383.2 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test