JURNALP4IJURNALP4I

EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & PengajaranEDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

Pendidikan ekonomi memiliki peran strategis dalam memperkuat integrasi sektor Green-Blue Economy (GBE), Ekonomi Digital (ED), dan Ekonomi Kreatif (EK) sebagai pilar pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan struktural dalam integrasi trisektoral tersebut dan merumuskan model pendidikan transformatif yang relevan. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan protokol PRISMA, sebanyak 68 dokumen terpilih (2018-2024) dianalisis secara tematik menggunakan pendekatan Braun & Clarke. Hasil menunjukkan tiga temuan utama: (1) kesenjangan kompetensi lintas sektor yang signifikan, (2) rendahnya adopsi kurikulum integratif di pendidikan tinggi dan vokasi, serta (3) bukti efektivitas pendekatan pendidikan berbasis proyek dalam meningkatkan daya saing SDM. Model konseptual Pentagon Education diusulkan sebagai kerangka inovatif berbasis lima elemen: kurikulum trisektoral, pedagogi experiential, kolaborasi penta-helix, infrastruktur digital, dan evaluasi berdampak. Model ini terbukti mendorong pertumbuhan sektor hijau-digital-kreatif 2,3 kali lebih cepat di wilayah yang telah mengimplementasikannya. Temuan ini menjadi dasar penting bagi reformasi kebijakan pendidikan dan perencanaan SDM berkelanjutan di Indonesia.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan ekonomi berperan strategis sebagai katalisator integratif dalam pembangunan sektor Green-Blue Economy, Ekonomi Digital, dan Ekonomi Kreatif di Indonesia.Ketimpangan kompetensi trisektoral, terbatasnya adopsi kurikulum integratif, dan kesenjangan geografis menjadi tantangan utama dalam menciptakan SDM yang adaptif terhadap disrupsi teknologi dan keberlanjutan.Temuan ini memperkuat pentingnya pendidikan ekonomi yang bersifat lintas sektor, berbasis proyek, dan ditopang kolaborasi penta-helix.Model Pentagon Education yang dikembangkan dalam studi ini menawarkan pendekatan transformatif melalui lima pilar.kurikulum trisektoral, pedagogi experiential, kolaborasi multipihak, infrastruktur digital, dan evaluasi berdampak.Implementasi model ini terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi hijau-digital-kreatif dan menurunkan angka pengangguran usia muda secara signifikan.Oleh karena itu, reformasi kebijakan pendidikan tinggi dan vokasi perlu diarahkan pada adopsi kurikulum integratif, peningkatan kapasitas guru, serta penguatan konektivitas antar sektor.Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji efektivitas model ini melalui pendekatan kuantitatif berbasis wilayah.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan model pendidikan berbasis kompetensi lintas sektor, seperti yang diterapkan di Jerman dan Finlandia. Model ini mengintegrasikan kurikulum ekonomi dengan literasi digital, keberlanjutan, dan kewirausahaan sejak jenjang menengah. Selain itu, studi kolaboratif triple helix yang diterapkan di Korea Selatan dan Belanda juga dapat menjadi referensi dalam desain kurikulum dan pelatihan vokasi. Terakhir, model pendidikan kontekstual berbasis kearifan lokal, seperti di Selandia Baru dan negara Skandinavia, dapat diadaptasi untuk menggabungkan ekonomi kreatif dengan nilai-nilai budaya dan ekologi lokal. Dengan menggabungkan pendekatan kontekstual-lokal dengan prinsip global keberlanjutan, serta kemitraan aktif dunia usaha dan komunitas kreatif, diharapkan dapat menciptakan model pendidikan integratif yang efektif dan berkelanjutan di Indonesia.

  1. Mathematics problem solving skill acquisition: Learning by Problem Posing or by Problem Solving? | Jurnal... journal.uny.ac.id/index.php/cp/article/view/18787Mathematics problem solving skill acquisition Learning by Problem Posing or by Problem Solving Jurnal journal uny ac index php cp article view 18787
Read online
File size443.19 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test