ARKAINSTITUTEARKAINSTITUTE

Educenter : Jurnal Ilmiah PendidikanEducenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan

Penelitian ini mengeksplorasi penerapan Soft Systems Methodology (SSM) sebagai strategi pendidikan partisipatif dalam program pengurangan stunting di Kabupaten Garut, sebuah wilayah yang menghadapi ketidaksetaraan akses, keterbatasan infrastruktur, dan rendahnya keterlibatan komunitas dalam pengambilan keputusan pendidikan. Pendekatan kualitatif berbasis SSM digunakan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi‑terstruktur (45‑60 menit) dan observasi partisipatif dengan 60 responden yang dipilih secara purposif, meliputi guru sekolah dasar/sederajat, orang tua/ wali, pejabat pendidikan, kepala desa/sub‑district, anggota komite sekolah, serta perwakilan bisnis/LSM dari tiga kecamatan yang mewakili variasi geografis dan aksesibilitas. Analisis dengan NVivo 14 menggunakan pengkodean tematik, word cloud, dan matrix coding. Empat tema utama muncul: (1) tantangan akses dan infrastruktur (32 % dari 3.456 referensi terkode), (2) keterlibatan pemangku kepentingan yang beragam (28 %), (3) adaptasi kurikulum berbasis budaya Sunda lokal (21 %), dan (4) dampak SSM terhadap perubahan berkelanjutan (19 %). Matrix coding menunjukkan korelasi kuat antara intensitas keterlibatan pemangku kepentingan dan persepsi efektivitas perubahan berbasis SSM. Temuan ini menegaskan bahwa SSM merupakan pendekatan pembelajaran efektif untuk merancang program pendidikan partisipatif kontekstual serta berkontribusi pada SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dalam upaya pengurangan stunting.

Implementasi Soft Systems Methodology (SSM) terbukti efektif memperkuat sistem pendidikan partisipatif di Kabupaten Garut melalui pendekatan reflektif, kolaboratif, dan berlandaskan nilai budaya lokal, yang sekaligus mendukung upaya pengurangan stunting.Analisis NVivo menunjukkan bahwa interaksi antarpemangku kepentingan—guru, orang tua, kepala desa, pejabat pendidikan, tenaga kesehatan, komite sekolah, dan perwakilan bisnis/LSM—membentuk sistem sosial adaptif yang berorientasi pada transformasi kolektif dalam bidang pendidikan dan kesehatan.Integrasi nilai gotong royong dan musyawarah memperkuat rasa kepemilikan komunitas, menjadikan model pendidikan‑kesehatan ini inklusif, berkelanjutan, dan relevan untuk program stunting di tingkat wilayah.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas penggunaan alat digital berbasis SSM untuk memfasilitasi proses partisipatif di desa‑desa terpencil, dengan tujuan memperluas jangkauan pendidikan kolaboratif. Selanjutnya, diperlukan studi longitudinal yang meneliti dampak kurikulum berbasis SSM yang mengintegrasikan nilai budaya Sunda terhadap peningkatan status gizi anak selama tiga hingga lima tahun. Terakhir, dapat dieksplorasi mekanisme integrasi SSM dengan kerangka kerja partisipatif lain, seperti Community‑Based Participatory Research, untuk memperkuat kolaborasi lintas sektoral antara pendidikan, kesehatan, dan lembaga swadaya masyarakat dalam upaya pengurangan stunting.

  1. Full article: Rich picture building: a visual method for future serious leisure studies. full article... doi.org/10.1080/16078055.2025.2463469Full article Rich picture building a visual method for future serious leisure studies full article doi 10 1080 16078055 2025 2463469
  2. 0. fw 6k hix m1 lx ly qry a6 1o zi wo uz 0qgg xv io y7 doi.org/10.3389/fpsyg.2021.7452950 fw 6k hix m1 lx ly qry a6 1o zi wo uz 0qgg xv io y7 doi 10 3389 fpsyg 2021 745295
  1. #critical thinking#critical thinking
  2. #national resilience#national resilience
Read online
File size516.38 KB
Pages16
Short Linkhttps://juris.id/p-2xG
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test