JURNALP4IJURNALP4I
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & PengajaranEDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & PengajaranPendidikan inklusif pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan upaya strategis untuk menciptakan lingkungan belajar yang adil dan mendukung bagi semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pendidikan inklusif di lapangan, serta hambatan dan harapan yang muncul dari para pendidik, khususnya di lingkungan PAUD. Penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan di beberapa lembaga PAUD inklusif di Kota Banda Aceh, dengan melibatkan empat guru yang berpengalaman mengajar anak berkebutuhan khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap pendidikan inklusif masih terbatas, yang umumnya dimaknai sebagai sekadar menempatkan anak berkebutuhan khusus ke dalam kelas reguler tanpa memperhatikan kebutuhan individual atau adaptasi kurikulum. Implementasi belum berjalan efektif, dengan metode pembelajaran yang cenderung seragam dan kurang mengakomodasi keberagaman anak. Tantangan utama meliputi terbatasnya sarana, rendahnya kualifikasi guru dalam pendidikan inklusif, kurangnya keterlibatan orang tua, serta permasalahan perilaku pada anak berkebutuhan khusus. Meskipun demikian, para guru memiliki harapan besar terhadap peningkatan praktik pendidikan inklusif, terutama melalui pelatihan berkelanjutan, dukungan tenaga ahli, dan kolaborasi yang kuat antara guru, orang tua, dan pihak terkait lainnya.
Secara umum, pemahaman guru PAUD terhadap pendidikan inklusif masih bersifat konseptual, belum menyeluruh hingga ke aspek praktik dan implementasi teknis.Temuan ini menunjukkan bahwa hambatan guru dalam melaksanakan pendidikan inklusif di PAUD bersifat multidimensi, mencakup aspek sarana, kompetensi, dan sosial.Kurangnya pelatihan bagi guru menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas melalui workshop, pelatihan, dan pendidikan lanjutan.Selain itu, dukungan dari pemerintah, pengelola lembaga, dan orang tua menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi setiap anak usia dini dengan berbagai kebutuhan khusus yang dimiliki.Guru PAUD memiliki harapan besar terhadap implementasi pendidikan inklusif, tetapi mereka juga menyadari berbagai keterbatasan yang ada.Mereka menyadari peran mereka sebagai ujung tombak dalam penerapan pendidikan inklusif, tetapi pada saat yang sama mereka berharap adanya dukungan sistemik baik dari aspek pelatihan, sarana, kebijakan, maupun kolaborasi lintas sektor.Dengan demikian, pendidikan inklusif di tingkat PAUD tidak hanya membutuhkan komitmen guru, tetapi juga kebijakan yang jelas, dukungan anggaran, serta keterlibatan masyarakat luas.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di PAUD, diperlukan intervensi dalam bentuk pelatihan, sosialisasi kebijakan, dan penguatan kapasitas guru. Selain itu, perlu ada peningkatan kapasitas melalui workshop, pelatihan, dan pendidikan lanjutan untuk guru PAUD. Dukungan dari pemerintah, pengelola lembaga, dan orang tua juga sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi anak-anak dengan berbagai kebutuhan khusus. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi pembelajaran inklusif yang efektif, inovasi dalam penggunaan teknologi bantu, dan peran serta orang tua dalam mendukung pendidikan inklusif di PAUD.
- The Policy of Inclusive Education in Indonesia | Multicultural Islamic Education Review. policy inclusive... doi.org/10.23917/mier.v2i1.4297The Policy of Inclusive Education in Indonesia Multicultural Islamic Education Review policy inclusive doi 10 23917 mier v2i1 4297
- Managing Inclusive Early Childhood Education: Strategies and Challenges in Supporting Children with Special... doi.org/10.24252/lp.2024v27n2i10Managing Inclusive Early Childhood Education Strategies and Challenges in Supporting Children with Special doi 10 24252 lp 2024v27n2i10
| File size | 317.26 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
IAI TABAHIAI TABAH Isolasi yang dilakukan individu ketika terjebak dalam quarter life crisis berpotensi mengarah pada loneliness. Di sisi lain, ketidakpuasan terhadap hubunganIsolasi yang dilakukan individu ketika terjebak dalam quarter life crisis berpotensi mengarah pada loneliness. Di sisi lain, ketidakpuasan terhadap hubungan
UMSUMS Dengan demikian, pendekatan yang mengintegrasikan kebijakan, praktik, dan konteks lokal menjadi strategi yang krusial dalam mengoptimalkan implementasiDengan demikian, pendekatan yang mengintegrasikan kebijakan, praktik, dan konteks lokal menjadi strategi yang krusial dalam mengoptimalkan implementasi
UMSUMS Selain itu, faktor seperti usia, tingkat pendidikan, pendapatan, ketidakpastian penyakit, status dalam daftar tunggu transplantasi, serta kemampuan perawatanSelain itu, faktor seperti usia, tingkat pendidikan, pendapatan, ketidakpastian penyakit, status dalam daftar tunggu transplantasi, serta kemampuan perawatan
UMSUMS Pelaksanaan tadarus yang terstruktur, konsisten, dan memberdayakan remaja masjid sebagai penggerak utama terbukti menciptakan lingkungan pembinaan yangPelaksanaan tadarus yang terstruktur, konsisten, dan memberdayakan remaja masjid sebagai penggerak utama terbukti menciptakan lingkungan pembinaan yang
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO The educational values of Luqman Hakim that are raised include aqidah, sharia, and morals which are sourced from Luqman Hakims advice in the Al-Quran SurahThe educational values of Luqman Hakim that are raised include aqidah, sharia, and morals which are sourced from Luqman Hakims advice in the Al-Quran Surah
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Praktik-praktik tersebut meliputi siswa tidak meninggalkan kelas sebelum guru keluar, membiasakan mencium tangan guru, berdiri dan menundukkan kepala saatPraktik-praktik tersebut meliputi siswa tidak meninggalkan kelas sebelum guru keluar, membiasakan mencium tangan guru, berdiri dan menundukkan kepala saat
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Data penelitian kualitatif kasus ini dikumpulkan melalui wawancara, pengamatan dan dokumentasi cetak dan digital. Teknik analisis data menggunakan modelData penelitian kualitatif kasus ini dikumpulkan melalui wawancara, pengamatan dan dokumentasi cetak dan digital. Teknik analisis data menggunakan model
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu kondensasi data, pengujian data dan penarikanTeknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu kondensasi data, pengujian data dan penarikan
Useful /
UNESAUNESA Hasil penelitian menunjukkan bahwa academic self-efficacy berpengaruh negatif dan signifikan terhadap prokrastinasi akademik dengan kontribusi sebesarHasil penelitian menunjukkan bahwa academic self-efficacy berpengaruh negatif dan signifikan terhadap prokrastinasi akademik dengan kontribusi sebesar
JURNALP4IJURNALP4I kurikulum trisektoral, pedagogi experiential, kolaborasi multipihak, infrastruktur digital, dan evaluasi berdampak. Implementasi model ini terbukti mendorongkurikulum trisektoral, pedagogi experiential, kolaborasi multipihak, infrastruktur digital, dan evaluasi berdampak. Implementasi model ini terbukti mendorong
UNIBAUNIBA Sampel dipilih melalui sampling purposif berdasarkan kriteria tertentu, menghasilkan 69 observasi dari 23 perusahaan selama periode tiga tahun. Hasil menunjukkanSampel dipilih melalui sampling purposif berdasarkan kriteria tertentu, menghasilkan 69 observasi dari 23 perusahaan selama periode tiga tahun. Hasil menunjukkan
JURNALP4IJURNALP4I Kajian ini menemukan bahwa penggunaan materi ajar yang kontekstual, pendekatan pembelajaran berbasis masalah, penerapan teknologi, dan aktivitas berbasisKajian ini menemukan bahwa penggunaan materi ajar yang kontekstual, pendekatan pembelajaran berbasis masalah, penerapan teknologi, dan aktivitas berbasis