UNDHARIUNDHARI

Dharmas Education Journal (DE_Journal)Dharmas Education Journal (DE_Journal)

Keberagaman agama di Indonesia menuntut penguatan karakter toleransi untuk menjaga harmoni sosial, terutama di kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman moderasi beragama terhadap karakter toleransi siswa beragama Buddha di SMA Negeri 1 Ampel, Boyolali. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan dari 18 siswa Buddha melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis regresi linier sederhana menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,766, yang mengindikasikan hubungan kuat antara moderasi beragama dan karakter toleransi, dengan kontribusi sebesar 58,6%. Temuan ini menegaskan bahwa pemahaman moderasi beragama yang lebih tinggi berkorelasi dengan peningkatan karakter toleransi. Penelitian ini mematuhi prinsip etika, termasuk informed consent dari responden. Hasil penelitian menawarkan dasar untuk mengembangkan strategi pendidikan karakter berbasis moderasi beragama, khususnya dalam pendidikan agama Buddha, guna mempromosikan sikap inklusif di lingkungan sekolah.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman moderasi beragama terhadap karakter toleransi siswa beragama Buddha di SMA Negeri 1 Ampel, Boyolali.Berdasarkan analisis kuantitatif deskriptif terhadap 18 siswa menggunakan kuesioner terstruktur, ditemukan bahwa pemahaman moderasi beragama memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap karakter toleransi.Uji korelasi Pearson menghasilkan koefisien korelasi (R) sebesar 0,766 (p < 0,001), menunjukkan hubungan kuat antara kedua variabel.Analisis regresi linier sederhana menghasilkan persamaan Y = 14,520 0,808X, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,586, yang berarti 58,6% variasi karakter toleransi dijelaskan oleh pemahaman moderasi beragama, sedangkan 41,4% dipengaruhi oleh faktor lain.Nilai t sebesar 4,764 (p < 0,001) mengonfirmasi signifikansi pengaruh ini.Subvariabel moderasi beragama, seperti komitmen nasional (90%) dan toleransi (88%), menunjukkan pemahaman yang sangat tinggi, sementara penghormatan terhadap keberagaman (80%) menjadi aspek terkuat dalam karakter toleransi.Namun, pengendalian emosi (76%) memiliki skor lebih rendah, mengindikasikan kebutuhan penguatan dalam aspek ini.Temuan ini menegaskan bahwa moderasi beragama, yang mencakup nilai-nilai kebangsaan dan penerimaan kearifan lokal, secara efektif mendorong sikap toleran di kalangan siswa Buddha, meskipun faktor eksternal seperti lingkungan sosial juga berperan signifikan.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan strategi pendidikan karakter berbasis moderasi beragama yang inklusif, khususnya dalam pendidikan agama Buddha. Strategi ini dapat mencakup diskusi dan refleksi kritis tentang keberagaman, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan dan penerimaan kearifan lokal. Selain itu, penting untuk mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam kurikulum sekolah, terutama dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Penelitian lanjutan dapat fokus pada faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi karakter toleransi, seperti lingkungan sosial dan interaksi antaragama di sekolah. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat mendukung pembentukan generasi muda yang toleran dan harmonis di tengah keberagaman Indonesia.

  1. Implementasi Pendidikan Moderasi Beragama di Sekolah Menengah Atas | Albana | Jurnal SMART (Studi Masyarakat,... doi.org/10.18784/smart.v9i1.1849Implementasi Pendidikan Moderasi Beragama di Sekolah Menengah Atas Albana Jurnal SMART Studi Masyarakat doi 10 18784 smart v9i1 1849
  2. Moderasi Beragama | Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies. moderasi beragama jalsah... jurnalannur.ac.id/index.php/jalsah/article/view/342Moderasi Beragama Jalsah The Journal of Al quran and As sunnah Studies moderasi beragama jalsah jurnalannur ac index php jalsah article view 342
Read online
File size382.36 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test