UM SURABAYAUM SURABAYA

Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatAksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Kebutuhan akan visualisasi suatu desa untuk kepentingan tertentu menjadi persoalan yang belum dapat diselesaikan di beberapa desa. Belum tersedianya peta desa justru menjadikan perangkat atau lembaga desa kurang maksimal dalam perencanaan dan memahami desanya. Desa Jambesari memiliki karakteristik wilayah tersendiri mulai dari letak geografisnya, penggunaan lahan, hingga kenampakan yang ada di desa tersebut. Sehingga perlu adanya visualisasi dalam bentuk 2 dimensi, salah satunya berbentuk peta tematik desa. Model pendekatan yang digunakan adalah inderaja dan SIG, dengan mengidentifikasi batas administrasi, jalan, kontur, aliran sungai, dan penggunaan lahan. Pada pembuatan peta tematik desa menggunakan citra satelit yang berasal dari United States Geological Survey (USGS) bagian s08_e112_1arc_v3 (Lembar Malang Raya) dan Google Earth. Tahapan pembuatan peta tersebut berupa pengumpulan data, pengolahan data, dan penyajian data. Hasil pembuatan peta tematik desa tersebut menghasilkan peta administrasi, peta jalan, peta aliran sungai, peta kontur, dan peta penggunaan lahan. Dengan demikian, peta tematik dapat memberikan pengaruh yang positif bagi masyarakat dan perangkat Desa Jambesari.

Desa Jambesari memiliki karakteristik wilayah yang unik berdasarkan letak geografis, penggunaan lahan, dan kenampakan alamnya, sehingga memerlukan visualisasi dalam bentuk peta tematik.Pemanfaatan citra USGS dan Google Earth melalui aplikasi ArcGIS terbukti efektif dalam pembuatan peta tematik yang mencakup peta administrasi, jalan, aliran sungai, kontur, dan penggunaan lahan.Peta tematik ini dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan, meskipun perlu pembaruan berkala dan pelatihan bagi perangkat desa agar mampu membuat peta secara mandiri.

Pertama, perlu penelitian lanjutan yang mengkaji efektivitas peta tematik berbasis citra USGS dan Google Earth dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan desa, melalui survei dan pemetaan partisipatif secara berkala. Kedua, penting untuk mengembangkan sistem pembaruan peta tematik secara dinamis dengan memanfaatkan teknologi mobile GIS yang dapat digunakan oleh perangkat desa, sehingga mampu mencatat perubahan spasial secara real-time meskipun dengan keterbatasan jaringan internet. Ketiga, perlu studi tentang integrasi data peta tematik dengan basis data desa lainnya seperti potensi ekonomi, kependudukan, dan sumber daya alam agar dapat membentuk sistem informasi desa yang komprehensif dan mendukung kebijakan pembangunan yang lebih akurat dan terukur.

Read online
File size1.06 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test