AFEKSIAFEKSI
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi PendidikanAfeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi PendidikanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, tingkat, dan praktik kesantunan berbahasa yang ditunjukkan oleh mahasiswi IAI IMSYA Indonesia dalam konteks komunikasi akademik dan sosial di lingkungan kampus. Fokus penelitian ini penting karena IAI IMSYA Indonesia merupakan kampus berbasis ajaran Islam yang menekankan nilai-nilai syari dan etika komunikasi santun dalam seluruh aktivitas akademik. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terstruktur. Subjek penelitian terdiri atas dosen dan mahasiswi semester 1–5 dari berbagai program studi yang dipilih melalui purposive sampling, yakni mereka yang dianggap memiliki pemahaman dan pengalaman terkait kesantunan berbahasa di lingkungan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswi telah menerapkan kesantunan berbahasa, namun tingkat konsistensinya masih bervariasi. Berdasarkan penilaian dosen, sekitar 60–80% mahasiswi telah menggunakan bahasa yang santun, sedangkan 20–40% lainnya masih memerlukan pembinaan, terutama dalam pemilihan diksi, penyesuaian konteks formal, dan kecenderungan membawa gaya komunikasi sehari-hari ke ranah akademik. Kesantunan juga terlihat dari sikap, cara meminta izin, waktu menghubungi dosen, serta kemampuan mengendalikan emosi. Temuan tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman mahasiswi mengenai kesantunan dan praktiknya dalam situasi nyata. Faktor seperti keteladanan dosen, aturan kampus, pembiasaan komunikasi Islami, dan kesadaran pribadi berperan penting dalam membentuk budaya kesantunan. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat budaya komunikasi yang sesuai dengan visi kampus dan nilai-nilai syari, sehingga tercipta lingkungan akademik yang santun dan kondusif.
Penelitian menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa mahasiswi IAI Imsya Indonesia dipengaruhi oleh tiga aspek utama—bahasa, sikap, dan nilai‑nilai syari—dengan mayoritas mahasiswi menerapkan strategi kesantunan baik dalam konteks formal maupun informal.Namun terdapat ketidakkonsistenan, terutama pada penggunaan gaya bahasa yang terlalu santai kepada dosen serta perilaku nonverbal seperti memotong pembicaraan, yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan kampus, keteladanan dosen, dan norma syariat.Oleh karena itu, diperlukan pedoman komunikasi yang jelas, pembiasaan berkelanjutan, dan komitmen kolektif civitas akademika untuk memperkuat budaya komunikasi beradab serta karakter akademik dan religius mahasiswi.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penggunaan media digital, seperti grup WhatsApp atau platform daring lainnya, memengaruhi strategi kesantunan berbahasa mahasiswi IAI Imsya Indonesia, khususnya dalam konteks interaksi informal versus formal. Selanjutnya, diperlukan studi eksperimental yang menguji efektivitas program pelatihan kesantunan berbahasa berbasis modul praktis, dengan mengukur perubahan konsistensi penggunaan bahasa santun pada mahasiswi ketika berkomunikasi dengan dosen setelah mengikuti pelatihan tersebut. Selain itu, penelitian komparatif antara mahasiswi dari berbagai latar belakang agama atau budaya di universitas Indonesia dapat mengungkap perbedaan persepsi dan penerapan nilai‑sari dalam komunikasi akademik, sehingga memberikan insight untuk pengembangan kebijakan komunikasi yang lebih inklusif. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memperdalam pemahaman tentang faktor-faktor yang memoderasi kesantunan berbahasa, serta memberikan dasar empiris bagi institusi pendidikan tinggi dalam merancang intervensi yang efektif untuk meningkatkan kualitas interaksi akademik. Penelitian tersebut juga dapat mengevaluasi peran pengaruh kebijakan kampus yang sudah ada serta rekomendasi penyesuaian regulasi untuk mendukung praktik bahasa yang lebih santun di seluruh tingkatan akademik.
| File size | 245.07 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
AFEKSIAFEKSI Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat dengan memperhatikan jenis kelamin dan periode perkembangan remaja (remaja madya dan akhir). PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat dengan memperhatikan jenis kelamin dan periode perkembangan remaja (remaja madya dan akhir). Penelitian
AFEKSIAFEKSI Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan quota sampel, yaitu 31 responden peserta didik kelas VIII. Teknik pengumpulan data menggunakanPenelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan quota sampel, yaitu 31 responden peserta didik kelas VIII. Teknik pengumpulan data menggunakan
AFEKSIAFEKSI Penelitian ini mengevaluasi efektivitas pelatihan SPSS yang diberikan kepada 76 mahasiswa FTIK UIN Salatiga menggunakan desain one-group pre-test–post-test.Penelitian ini mengevaluasi efektivitas pelatihan SPSS yang diberikan kepada 76 mahasiswa FTIK UIN Salatiga menggunakan desain one-group pre-test–post-test.
AFEKSIAFEKSI Uji keterbacaan terhadap 26 murid kelas IX SMP menunjukkan skor 80,4% dengan kategori baik. Temuan ini membuktikan bahwa media yang dikembangkan layakUji keterbacaan terhadap 26 murid kelas IX SMP menunjukkan skor 80,4% dengan kategori baik. Temuan ini membuktikan bahwa media yang dikembangkan layak
UIADUIAD Penalaran berlangsung lewat argumen sebagai kelompok proposisi. Proposisi tersusun dari premis ke konklusi lewat generalisasi yang diperoleh dari sejumlahPenalaran berlangsung lewat argumen sebagai kelompok proposisi. Proposisi tersusun dari premis ke konklusi lewat generalisasi yang diperoleh dari sejumlah
AFEKSIAFEKSI Pengolahan data dilakukan melalui pengujian statistik Independent Sample T-Test dengan dukungan perangkat lunak SPSS. Temuan penelitian mengindikasikanPengolahan data dilakukan melalui pengujian statistik Independent Sample T-Test dengan dukungan perangkat lunak SPSS. Temuan penelitian mengindikasikan
STIK KENDALSTIK KENDAL Seiring dengan berkembangnya dunia digital, etika komunikasi menjadi sangat relevan, terutama dalam mengatasi tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaranSeiring dengan berkembangnya dunia digital, etika komunikasi menjadi sangat relevan, terutama dalam mengatasi tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaran
ASIANPUBLISHERASIANPUBLISHER Media sosial merupakan salah satu tren berbasis Teknologi Informasi (TI) pada era Information Age atau Digital Era, dan kegunaan teknologi media sosialMedia sosial merupakan salah satu tren berbasis Teknologi Informasi (TI) pada era Information Age atau Digital Era, dan kegunaan teknologi media sosial
Useful /
AFEKSIAFEKSI Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review) guna memetakan, menganalisis, dan mensintesis penelitian-penelitianPenelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review) guna memetakan, menganalisis, dan mensintesis penelitian-penelitian
AFEKSIAFEKSI Subjek penelitian 30 peserta didik kelas X MA Al-Fathiyah Jakarta Timur yang mengerjakan tes soal pilihan ganda sebanyak 30 butir soal. Data dianalisisSubjek penelitian 30 peserta didik kelas X MA Al-Fathiyah Jakarta Timur yang mengerjakan tes soal pilihan ganda sebanyak 30 butir soal. Data dianalisis
AFEKSIAFEKSI Model pengembangan 4D merupakan model yang paling dominan digunakan, meskipun tahap diseminasi masih kurang dilaksanakan. Instrumen yang dikembangkan umumnyaModel pengembangan 4D merupakan model yang paling dominan digunakan, meskipun tahap diseminasi masih kurang dilaksanakan. Instrumen yang dikembangkan umumnya
DDIPOLMANDDIPOLMAN Data Primer, 2. Data Sekunder. Hasil penelitian adalah 1. Keberadaan Majelis Taklim Nurul Ikhsan di Kelurahan Mambi Kecamatan Mambi Kabupaten Mamasa memainkanData Primer, 2. Data Sekunder. Hasil penelitian adalah 1. Keberadaan Majelis Taklim Nurul Ikhsan di Kelurahan Mambi Kecamatan Mambi Kabupaten Mamasa memainkan