AFEKSIAFEKSI

Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi PendidikanAfeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis tren, karakteristik, dan kualitas pengembangan instrumen berpikir komputasional berbasis elektronik pada materi sistem komputer di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian menggunakan desain Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020 untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas proses seleksi literatur. Pencarian artikel dilakukan pada basis data Scopus, Sinta, dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2018–2025, sehingga diperoleh 25 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik menggunakan kerangka model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian pengembangan instrumen berpikir komputasional berbasis elektronik mengalami peningkatan signifikan sejak tahun 2019 dengan dominasi penggunaan model 4D, serta jenis instrumen yang paling banyak dikembangkan berupa e-LKPD dan asesmen digital berbasis web. Sebagian besar instrumen mengacu pada kerangka berpikir komputasional ISTE dan CSTA dengan penekanan utama pada indikator algorithmic thinking dan abstraction, sementara indikator decomposition dan debugging relatif kurang mendapat perhatian. Dari aspek kualitas, instrumen yang dikembangkan umumnya menunjukkan nilai validitas dan reliabilitas yang tinggi, namun sebagian besar penelitian masih terbatas pada tahap develop dan belum optimal dalam tahap disseminate. Temuan ini mengindikasikan perlunya pengembangan instrumen asesmen berpikir komputasional berbasis elektronik yang lebih komprehensif, seimbang antarindikator, serta diuji dan diimplementasikan secara luas untuk mendukung evaluasi pembelajaran informatika dan implementasi Kurikulum Merdeka di jenjang SMP.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penelitian mengenai pengembangan instrumen berpikir komputasional berbasis elektronik pada jenjang SMP menunjukkan tren peningkatan yang konsisten sejak tahun 2019 hingga 2025.Model pengembangan 4D merupakan model yang paling dominan digunakan, meskipun tahap diseminasi masih kurang dilaksanakan.Instrumen yang dikembangkan umumnya memiliki validitas dan reliabilitas yang tinggi, namun pengukuran cenderung fokus pada indikator algorithmic thinking dan abstraction, sementara indikator decomposition dan debugging kurang mendapat perhatian.Penelitian lanjutan perlu mengembangkan instrumen yang mengukur seluruh aspek berpikir komputasional secara seimbang dan menguji implementasinya secara luas.

Berdasarkan hasil kajian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian yang berfokus pada pengembangan instrumen asesmen berpikir komputasional berbasis elektronik yang mampu mengukur keempat indikator (abstraction, algorithmic thinking, decomposition, dan debugging) secara seimbang dan komprehensif. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas penggunaan instrumen asesmen digital dalam berbagai konteks pembelajaran informatika, termasuk pembelajaran daring dan pembelajaran campuran, dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik dan lingkungan belajar. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi instrumen asesmen berpikir komputasional di sekolah, seperti pelatihan guru, dukungan teknis, dan ketersediaan sumber daya, serta mengembangkan strategi diseminasi yang efektif agar hasil penelitian dapat dimanfaatkan secara luas oleh praktisi pendidikan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas asesmen berpikir komputasional dan mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang berfokus pada pengembangan keterampilan abad ke-21.

Read online
File size278.28 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test