ITKESWHSITKESWHS

Abdimas MedikaAbdimas Medika

Kader kesehatan merupakan kunci keberhasilan program peningkatan pengetahuan dan keterampilan bidang kesehatan dalam masyarakat, salah satunya terkait TB paru. Kader kesehatan dapat berperan sebagai penyuluh, membantu menemukan tersangka penderita secara dini, merujuk penderita dan sekaligus pengawas menelan obat bagi penderita TB paru secara langsung. Kegiatan kader kesehatan memerlukan keterampilan tersendiri, sehingga tidak hanya berbekal pengetahuan terkait penemuan, pengobatan TB paru, namun juga memerlukan pelatihan dalam melakukan komunikasi efektif dan metode penyuluhan efektif dalam memberikan informasi kepada pasien TB maupun masyarakat lainnya. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan peran kader kesehatan dalam pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan adalah memberikan ceramah tentang peranan kader kesehatan dalam menunjang keberhasilan pengobatan TB paru dan melakukan pendampingan keterampilan pendidikan kesehatan berupa komunikasi dan konseling TB paru. Hasil yang dicapai adalah adanya peningkatan keterampilan kader kesehatan dalam memberikan informasi pengobatan TB paru berdasarkan lembar observasi “SATU TUJU dengan selisih rata-rata nilai keterampilan antara sebelum dengan sesudah kegiatan sebesar 3,40.

Kader kesehatan memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi pengobatan TB kepada masyarakat terutama penderita TB.Peningkatan kompetensi pendidikan kesehatan kader TB dapat dilakukan menggunakan lembar observasi “SATU TUJU.Kader kesehatan diharapkan mampu menindaklanjuti kegiatan yang telah dilakukan dengan terus berlatih komunikasi dan konseling dengan sasaran individu maupun keluarga di komunitas atau masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai metode pelatihan komunikasi yang berbeda dalam meningkatkan kemampuan kader kesehatan dalam memberikan informasi tentang TB paru, dengan mempertimbangkan karakteristik audiens yang beragam. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak pelatihan ini terhadap peningkatan angka deteksi dini kasus TB di masyarakat, serta penurunan angka putus berobat pasien TB yang diawasi oleh kader kesehatan. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam tantangan dan hambatan yang dihadapi kader kesehatan dalam menjalankan tugasnya, serta mengidentifikasi strategi untuk meningkatkan dukungan dan motivasi mereka dalam program penanggulangan TB.

Read online
File size620.71 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test