ITEKES BALIITEKES BALI

Jurnal Riset Kesehatan NasionalJurnal Riset Kesehatan Nasional

Penyakit tuberkulosis paru dapat menimbulkan penurunan terhadap kualitas hidup pasien TB Paru. Beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah adanya depresi yang dialami pasien TB Paru akibat proses penyakit dan stigma negatif terhadap penyakit tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan depresi dan stigma dengan kualitas hidup pasien tuberkulosis paru yang menjalani pengobatan OAT. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik korelatif yang menggunakan pendekatan desain cross sectional. Populasi target dalam penelitian ini adalah pasien tuberkulosis paru yang menjalani pengobatan OAT di poli paru RSUP Persahabatan. Teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah teknik consecutive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden. Data dianalisis dengan uji analisa univariat dan bivariat, hasil uji bivariat menggunakan pearson menunjukkan hasil p = 0,000 (p < 0,05). Berdasarkan hasil tersebut terdapat hubungan antara depresi dan kualitas hidup serta antara stigma dan kualitas hidup pasien tuberkulosis paru. Hasil penelitian tersebut merekomendasikan untuk melakukan deteksi dini depresi dan stigma pada pasien poliklinik oleh perawat.

Penelitian ini membuktikan terdapat hubungan yang bermakna antara depresi dengan kualitas hidup pasien tuberkulosis paru yang menjalani pengobatan OAT, dengan arah hubungan negatif.Semakin rendah tingkat depresi, semakin baik kualitas hidup pasien.Selain itu, terdapat pula hubungan negatif yang signifikan antara stigma dan kualitas hidup, di mana semakin tinggi stigma yang dirasakan, semakin rendah kualitas hidup pasien.

Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas pendekatan konseling berbasis psikososial dalam mengurangi tingkat depresi pasien TB paru selama masa pengobatan, apakah intervensi tersebut mampu meningkatkan kepatuhan dan kualitas hidup secara signifikan. Kedua, perlu dikaji dampak kampanye edukasi antistigma yang dilakukan di lingkungan komunitas terhadap persepsi masyarakat dan perubahan perilaku pasien dalam menjalani pengobatan, terutama pada kelompok dengan tingkat pendidikan rendah. Ketiga, penting untuk mengevaluasi model pendampingan terpadu oleh perawat dan pekerja sosial dalam mengintegrasikan deteksi dini depresi dan antistigma ke dalam layanan rutin di poli paru, serta sejauh mana model ini dapat diterapkan secara luas di fasilitas kesehatan primer.

  1. Journal of Family Medicine and Primary Care. journal family medicine primary care doi.org/10.4103/2249-4863.184641Journal of Family Medicine and Primary Care journal family medicine primary care doi 10 4103 2249 4863 184641
  2. DOI Name 10.4046 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 12z crossref desc 16z korean... doi.org/10.4046DOI Name 10 4046 Values doi name values index type timestamp data hs serv 12z crossref desc 16z korean doi 10 4046
  1. #self esteem#self esteem
  2. #blended learning#blended learning
Read online
File size904.19 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2mH
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test