UNTAGUNTAG
Persona:Jurnal Psikologi IndonesiaPersona:Jurnal Psikologi IndonesiaPenelitian ini merupakan penelitian korelasional yang meneliti hubungan antara kecerdasan emosional dan konformitas kelompok teman sebaya dengan konsep diri remaja. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI SMK Taman Siswa Mojokerto. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 480 siswa, sedangkan sampel penelitian ini berjumlah 144 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara kecerdasan emosional dan konformitas kelompok teman sebaya dengan konsep diri remaja dengan nilai F = 76,309 pada p = 0,000 (p< 0,05), ada korelasi positif antara kecerdasan emosional dengan konsep diri remaja dengan harga t = 9,654 pada p = 0,000 (p< 0,05) dan tidak ada korelasi positif antara konformitas kelompok teman sebaya dengan konsep diri remaja dengan harga t = 0,601 pada p = 0,594 (p>0,05).
Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat korelasi positif antara kecerdasan emosional dan konformitas kelompok teman sebaya dengan konsep diri remaja.Selain itu, ditemukan korelasi positif antara kecerdasan emosional dengan konsep diri remaja, namun tidak ditemukan korelasi positif antara konformitas kelompok teman sebaya dengan konsep diri remaja.Hasil penelitian ini mengindikasikan pentingnya kecerdasan emosional dalam pembentukan konsep diri remaja.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan memperluas cakupan subjek penelitian ke berbagai kota dengan karakteristik yang lebih heterogen. Selain itu, penelitian lanjutan dapat menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor lain yang mempengaruhi konsep diri remaja selain kecerdasan emosional dan konformitas kelompok teman sebaya, seperti peran keluarga dan lingkungan sosial. Lebih lanjut, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan emosional remaja, terutama pada siswa SMK yang memiliki tuntutan kreativitas tinggi, sehingga dapat membantu mereka dalam membangun konsep diri yang positif dan adaptif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan program pendidikan yang lebih komprehensif dan berpusat pada perkembangan psikologis remaja.
| File size | 110.76 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
PRINPRIN Proses penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dalam pembelajaran PAI dan BP meningkat pada siklus II sebesar 65,52% dan 79,31% pada siklusProses penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dalam pembelajaran PAI dan BP meningkat pada siklus II sebesar 65,52% dan 79,31% pada siklus
PRINPRIN Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan terhadap hasil belajar pada nilai rata-rata postest dan N-Gain siswa. Terdapat nilai postest pada kelas eksperimenHal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan terhadap hasil belajar pada nilai rata-rata postest dan N-Gain siswa. Terdapat nilai postest pada kelas eksperimen
PRINPRIN Hasil evaluasi pembelajaran menunjukkan peningkatan yang signifikan, sehingga penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model Pembelajaran Problem BasicHasil evaluasi pembelajaran menunjukkan peningkatan yang signifikan, sehingga penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model Pembelajaran Problem Basic
PRINPRIN Sedangkan teori pembelajaran menaruh perhatian pada bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain agar terjadi suatu proses belajar. Teori Belajar Nabi MuhammadSedangkan teori pembelajaran menaruh perhatian pada bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain agar terjadi suatu proses belajar. Teori Belajar Nabi Muhammad
DINUSDINUS Penerapan konsep gamifikasi dengan standar pembelajaran digital berbasis website menjadi solusi untuk meningkatkan minat belajar siswa.media pembelajaranPenerapan konsep gamifikasi dengan standar pembelajaran digital berbasis website menjadi solusi untuk meningkatkan minat belajar siswa.media pembelajaran
UNISMUNISM Skizofrenia adalah penyakit gangguan jiwa yang menyebabkan masalah gangguan mental penderitanya baik secara mental, pola pikir maupun secara emosional.Skizofrenia adalah penyakit gangguan jiwa yang menyebabkan masalah gangguan mental penderitanya baik secara mental, pola pikir maupun secara emosional.
UNRAMUNRAM Berdasarkan hasil evaluasi, pelatihan ini telah berhasil menambah wawasan siswa tentang konstruksi sketsa grafik melalui turunan fungsi. Dengan demikian,Berdasarkan hasil evaluasi, pelatihan ini telah berhasil menambah wawasan siswa tentang konstruksi sketsa grafik melalui turunan fungsi. Dengan demikian,
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Selain itu, para pendidik juga melaporkan bahwa mereka mampu memberikan materi dengan lebih terstruktur dan interaktif. Pengalaman dari implementasi HybridSelain itu, para pendidik juga melaporkan bahwa mereka mampu memberikan materi dengan lebih terstruktur dan interaktif. Pengalaman dari implementasi Hybrid
Useful /
PRINPRIN Hal ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 37. Ada empat indikator utama kemampuan pemahaman siswa yang menjadi acuan dalam penelitian ini. Empat indikatorHal ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 37. Ada empat indikator utama kemampuan pemahaman siswa yang menjadi acuan dalam penelitian ini. Empat indikator
UNTAGUNTAG Selain itu, terdapat perbedaan signifikan antara perilaku prososial mahasiswa laki-laki dan perempuan, di mana mahasiswa perempuan menunjukkan rerata perilakuSelain itu, terdapat perbedaan signifikan antara perilaku prososial mahasiswa laki-laki dan perempuan, di mana mahasiswa perempuan menunjukkan rerata perilaku
UNTAGUNTAG Desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan model skala Likert dengan variabel self‑efficacy dan kecerdasan emosional. Analisis data menggunakanDesain penelitian kuantitatif dengan menggunakan model skala Likert dengan variabel self‑efficacy dan kecerdasan emosional. Analisis data menggunakan
UNTAGUNTAG Tujuan penelitian ini untuk dapat mengetahui apakah ada hubungan antara manajemen waktu (sebagai variabel X1) dan efikasi diri (self efficacy) (sebagaiTujuan penelitian ini untuk dapat mengetahui apakah ada hubungan antara manajemen waktu (sebagai variabel X1) dan efikasi diri (self efficacy) (sebagai