UNTAGUNTAG
Persona:Jurnal Psikologi IndonesiaPersona:Jurnal Psikologi IndonesiaPenelitian membahas hubungan konsep-diri dan kecerdasan emosi dengan efikasi-diri. Penelitian melibatkan 100 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di kota Jombang Jawa Timur untuk mengisi skala Efikasi-diri Global (ED-G), skala konsep-diri dan skala kecerdasan emosi. Data-data hasil pengukuran dianalisis dengan regresi ganda. Hasil analisis menunjukkan: 1) efikasi-diri dapat diprediksi melalui konsep-diri dan kecerdasan emosi; 2) konsep-diri tidak berhubungan dengan efikasi-diri; 3) kecerdasan emosi berhubungan positif dengan efikasi-diri. Kecerdasan emosi yang berkembang dengan baik akan mempertinggi tingkat efikasi-diri. Temuan penelitian dibahas dalam latar organisasi sekolah dan tugas guru.
Hasil penelitian menunjukkan nilai probabilitas antara variabel konsep-diri dan kecerdasan emosi dengan efikasi-diri kurang dari 1%, sehingga dapat dikatakan bahwa konsep-diri dan kecerdasan emosi secara sangat signifikan berhubungan positif dengan efikasi-diri.Artinya variasi tinggi rendahnya efikasi-diri dapat dijelaskan melalui tinggi rendahnya konsep-diri dan tinggi rendahnya kecerdasan emosi.Temuan penelitian memperlihatkan konsep-diri dan kecerdasan emosi secara simultan berlaku sebagai prediktor efikasi-diri.Hal ini berarti bahwa remaja yang memiliki konsep-diri yang tinggi dan kecerdasan-emosi yang tinggi akan menunjukkan efikasi-diri yang tinggi pula.Hubungan konsep-diri dan kecerdasan-emosi dengan efikasi-diri pada remaja dijelaskan sebagai berikut.Efikasi-diri adalah keyakinan individu mengenai kemampuan dirinya melakukan tindakan dalam suatu tugas, mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi, dan melakukan tindakan yang diperlukan dalam situasi tertentu.Maksud tindakan yang dipelukan dalam situasi tertentu adalah bila individu dihadapkan pada situasi yang benar-benar akan menghambat tujuan sukses yang hendak ingin dicapai, dengan efikasi-diri individu yakin bahwa ia mampu mengatasi dan akan berusaha keras dengan segala kemampuan tanpa mengabaikan konsep-diri dan kecerdasan emosi untuk mengontrol situasi tersebut agar tidak mengacaukan tujuan yang akan dicapai oleh indvidu dengan baik.
Berdasarkan temuan penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut faktor-faktor internal yang mempengaruhi efikasi-diri, seperti pengalaman sukses, pengalaman vikarius, dan persuasi verbal. 2. Meneliti hubungan antara konsep-diri dan efikasi-diri dengan mempertimbangkan faktor-faktor eksternal, seperti dukungan sosial dan lingkungan. 3. Mengkaji peran kecerdasan emosi dalam pengembangan efikasi-diri, terutama dalam hal pengendalian emosi dan kemampuan menghadapi tantangan. Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menggunakan desain penelitian yang lebih komprehensif, seperti studi longitudinal atau eksperimental, untuk menguji hipotesis dan teori yang lebih mendalam tentang hubungan antara konsep-diri, kecerdasan emosi, dan efikasi-diri.
| File size | 68.98 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIPASBYUNIPASBY Menstruasi merupakan tanda datangnya masa pubertas pada remaja putri. Proses pengeluaran darah menstruasi sering kali beresiko mempengaruhi kadar hemoglobinMenstruasi merupakan tanda datangnya masa pubertas pada remaja putri. Proses pengeluaran darah menstruasi sering kali beresiko mempengaruhi kadar hemoglobin
POLTEKKES PADANGPOLTEKKES PADANG Kecerdasan emosional mampu mengendalikan remaja dengan baik untuk membangun diri sendiri, memahami diri sendiri dan hubungan interpersonal yang baik denganKecerdasan emosional mampu mengendalikan remaja dengan baik untuk membangun diri sendiri, memahami diri sendiri dan hubungan interpersonal yang baik dengan
UNIMALUNIMAL Tingginya pengiriman PMI Awak Kapal terutama dalam sektor perikanan berimplikasi terhadap berbagai permasalahan. Tidak adanya hukum yang spesifik dalamTingginya pengiriman PMI Awak Kapal terutama dalam sektor perikanan berimplikasi terhadap berbagai permasalahan. Tidak adanya hukum yang spesifik dalam
UADUAD Both problem-focused and emotional-focused coping strategies contribute to self-adjustment, with problem-focused coping showing a slightly stronger correlation.Both problem-focused and emotional-focused coping strategies contribute to self-adjustment, with problem-focused coping showing a slightly stronger correlation.
CERICCERIC Pola asuh authoritative membentuk lebih banyak anak jalanan usia remaja yang memiliki harga diri tinggi, sedangkan pola asuh uninvolved membentuk anakPola asuh authoritative membentuk lebih banyak anak jalanan usia remaja yang memiliki harga diri tinggi, sedangkan pola asuh uninvolved membentuk anak
CERICCERIC Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pola asuh orangtua dengan perilaku seksual berisiko remaja (p< 0,05). Untuk menangani masalah seksualHasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pola asuh orangtua dengan perilaku seksual berisiko remaja (p< 0,05). Untuk menangani masalah seksual
UNTAGUNTAG Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pola asuh demokratis dan kecerdasan emosi dengan perilaku prososial pada remaja khususnya di SMP Cita HatiPenelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pola asuh demokratis dan kecerdasan emosi dengan perilaku prososial pada remaja khususnya di SMP Cita Hati
UNTAGUNTAG Tujuan penelitian ini untuk dapat mengetahui apakah ada hubungan antara manajemen waktu (sebagai variabel X1) dan efikasi diri (self efficacy) (sebagaiTujuan penelitian ini untuk dapat mengetahui apakah ada hubungan antara manajemen waktu (sebagai variabel X1) dan efikasi diri (self efficacy) (sebagai
Useful /
UNDIKMAUNDIKMA The results of the research that has been carried out are the Team-Based Project-Based SD Numbers Learning Module on the Critical Thinking Ability of PGSDThe results of the research that has been carried out are the Team-Based Project-Based SD Numbers Learning Module on the Critical Thinking Ability of PGSD
ALJAMIAHALJAMIAH Untuk menjelaskan hal tersebut, studi ini mendasarkan pada hasil rekomendasi mereka pada Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) pertama di Cirebon tahunUntuk menjelaskan hal tersebut, studi ini mendasarkan pada hasil rekomendasi mereka pada Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) pertama di Cirebon tahun
ALJAMIAHALJAMIAH Ini menimbulkan ketegangan dalam organisasi, baik di tingkat elit maupun akar rumput. Data utama untuk penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara, diskusiIni menimbulkan ketegangan dalam organisasi, baik di tingkat elit maupun akar rumput. Data utama untuk penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara, diskusi
UNTAGUNTAG Hipotesis diterima. Rerata perilaku prososial mahasiswa perempuan lebih tinggi dari pada rerata perilaku prososial mahasiswa laki-laki. Penelitian iniHipotesis diterima. Rerata perilaku prososial mahasiswa perempuan lebih tinggi dari pada rerata perilaku prososial mahasiswa laki-laki. Penelitian ini