ITKESWHSITKESWHS

Abdimas MedikaAbdimas Medika

SD Gunting, terdapat di wilayah Gilangharjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta terdiri dari 89 siswa kelas 1 sampai dengan kelas 3. Berdasarkan wawancara dengan beberapa orang guru, banyak anak yang belum mengerti tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang salah satunya dengan makan cuci tangan yang baik dan benar serta manfaat yang bisa didapat dengan cuci tangan dengan benar mencegah penyebaran penyakit menular seperti diare, Infekai Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dan flu burung, bahkan disarankan untuk mencegah penularan influenza. Banyak pihak yang telah memperkenalkan perilaku ini sebagai intervensi kesehatan yang sangat mudah, sederhana dan dapat dilakukan oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Berbagai survei di lapangan menunjukkan menurunnya angka ketidakhadiran anak karena sakit yang disebabkan oleh penyakit-penyakit tersebut di atas. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 07 Februari 2020. Tujuan dari pengabmas ini adalah meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah SD kelas 1s/d 3 tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui cuci tangan yang benar dengan 7 langkah dengan benar, melalui metode ceramah, simulasi dan praktek.

Keberlanjutan program di lapangan setelah kegiatan PKM selesai dilaksanakan adalah mitra bersama dengan pengusul akan membuat PoA (Plan of Action) sebagai keberlanjutan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Cuci Tangan Pakai Sabun ini, baik jangka pendek, menengah dan panjang.PoA disusun sesuai kaidah perencanaan yang baik, harus bisa menjawab 6 pertanyaan (5W 1H).Program akan dilaksanakan secara rutin, terjadwal dan berkesinambungan, setiap 1x dalam 3 (tiga) bulan sehingga materi‑materi yang telah diberikan akan dapat diterapkan dengan optimal dan berkelanjutan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi storytelling digital interaktif memengaruhi pengetahuan dan perilaku cuci tangan siswa SD dibandingkan metode ceramah tradisional; selanjutnya, studi longitudinal dapat menilai dampak pelatihan berkelanjutan bagi guru serta penyediaan fasilitas air bersih dan sabun terhadap kepatuhan cuci tangan siswa di lingkungan sekolah pedesaan; terakhir, penelitian dapat menguji efektivitas sistem pemantauan sebaya berbasis komunitas dalam mempertahankan praktik cuci tangan yang benar selama satu tahun, dengan melibatkan siswa sebagai agen perubahan dan memonitor kepatuhan secara periodik.

Read online
File size1.97 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test