KERTACENDEKIAKERTACENDEKIA

Nurse and Health: Jurnal KeperawatanNurse and Health: Jurnal Keperawatan

Perkembangan sosial merupakan proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral dan tradisi; meleburkan diri menjadi satu kesatuan dan saling berkomunikasi dan kerja sama. Studi pendahuluan tentang tingkat pengetahuan dari 10 ibu bekerja dan mempunyai anak prasekolah di Desa Simogirang Kecamatan Prambon Sidoarjo, 2 mempunyai tingkat pengetahuan baik, 3 mempunyai tingkat pengetahuan cukup, 5 mempunyai tingkat pengetahuan kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu yang bekerja tentang perkembangan sosial anak prasekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 44 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisoner dengan jumlah pertanyaan 20 soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 6 responden (14%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 12 responden (27%) dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 26 responden (59%). Tingkat pengetahuan ibu yang bekerja tentang perkembangan sosial anak prasekolah kurang, maka perlu ditingkatkan pengetahuan ibu dengan pemberian penyuluhan oleh petugas kesehatan.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan Ibu yang bekerja tentang perkembangan sosial anak prasekolah di Desa Simogirang Kecamatan Prambon Kebupaten Sidoarjo lebih dari setengahnya mempunyai tingkat pengetahuan kurang sebanyak 26 responden (59%).Untuk lebih peduli dan meningkatkan pengetahuan tentang perkembangan sosial anak, diharapkan para ibu bekerja lebih aktif dan lebih banyak informasi yang dapat menambah pengetahuan.Diharapkan kader-kader kesehatan atau puskesmas di Desa Simogirang Kecamatan Prambon Kebupaten Sidoarjo memberikan informasi dan penyuluhan pada ibu bekerja yang mempunyai anak prasekolah tentang perkembangan sosial anak.

Berdasarkan latar belakang mengenai kesibukan ibu bekerja yang berdampak pada kurangnya pengetahuan tentang perkembangan sosial anak, serta keterbatasan penelitian ini yang hanya berfokus pada satu desa, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu bekerja tentang perkembangan sosial anak, seperti dukungan sosial dari keluarga dan komunitas, akses terhadap informasi, serta persepsi ibu tentang pentingnya perkembangan sosial anak. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dapat dilakukan pada skala yang lebih besar, melibatkan beberapa desa atau kecamatan, untuk mengidentifikasi prevalensi tingkat pengetahuan ibu bekerja dan mengaitkannya dengan variabel sosiodemografi seperti tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk menguji efektivitas program penyuluhan atau edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan ibu bekerja dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mendukung perkembangan sosial anak. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan program kesehatan yang lebih efektif dan berfokus pada peningkatan kualitas tumbuh kembang anak di masa prasekolah.

Read online
File size529.68 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test