STKIP JBSTKIP JB

Prosiding Conference on Research and Community ServicesProsiding Conference on Research and Community Services

Kemampuan retorika Najwa Shihab merupakan wujud dari keterampilan berbicara yang memukau dan mampu menggunakan strategi dengan teknik persuasi. Teknik persuasi dalam konsep bukti retoris sangat diperlukan untuk mempengaruhi atau mengajak audience agar mau mengikuti apa yang disampaikan oleh pembawa acara. Melalui acara Mata Najwa yang menyajikan tayangan mengenai informasi baik berupa peristiwa atau kejadian hukum, politik maupun sosial, dikemas secara interaktif dan apik, mampu menarik dan berhasil menyedot perhatian seluruh lapisan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bukti retoris pembawa acara Najwa Shihab pada program Mata Najwa. Pembawa acara memang faktanya sangat banyak ditemui, namun jarang pembawa acara yang dapat berhasil memersuasi audience, sehingga melalui bukti retoris Aristoteles dapat digunakan sebagai acuan teknik yang tepat dalam retorika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tinjauan bukti retoris menurut Aristoteles. Sumber data yang digunakan adalah akun Youtube Najwa Shihab edisi Debat RKUHP, dengan analisis data deskriptif, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan adanya tiga bukti retoris: logos, ethos, dan pathos, dengan indikator fakta, data, dan logika dominan pada logos serta kredibilitas dominan pada ethos dan daya tarik emosional pada pathos.

Pertama, Najwa Shihab menggunakan bukti retoris logos dengan menekankan fakta, data, dan logika, sehingga argumentasinya bersifat rasional dan berbasis fakta.Kedua, ia menunjukkan ethos yang kuat melalui kredibilitas, kekuasaan, dan atraksi pribadi, yang menumbuhkan kepercayaan dan pengaruh terhadap audiens.Ketiga, ia memanfaatkan pathos secara efektif dengan mengaitkan emosi audiens melalui daya tarik emosional, sehingga meningkatkan respons emosional penonton.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana persepsi audiens terhadap kredibilitas pembawa acara berubah ketika tingkat keahlian presenter beragam, misalnya dengan membandingkan presenter yang memiliki latar belakang hukum versus non‑hukum. Selain itu, studi komparatif antara beberapa pembawa acara talk show di Indonesia dapat dilakukan menggunakan kerangka retorika Aristoteles untuk mengidentifikasi perbedaan pola logos, ethos, dan pathos serta implikasinya terhadap efektivitas komunikasi. Selanjutnya, penelitian dapat meneliti pengaruh sinyal multimodal seperti gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan intonasi suara terhadap efektivitas pathos pada program talk show daring, dengan tujuan memahami kontribusi non‑verbal dalam memperkuat daya tarik emosional dan keterlibatan penonton.

Read online
File size533.83 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test