STKIP JBSTKIP JB

Prosiding Conference on Research and Community ServicesProsiding Conference on Research and Community Services

Salah satu barista produsen kopi yang berpotensi untuk maju di masa new normal dan sebagai wadah tenaga kerja adalah Amik Coffee Shop milik Hans Maha Putra Yudha Wijaya di Ngipik, Karangpoh, Gresik, Jawa Timur, yang memiliki latar belakang pendidikan di pondok pesantren Langitan, Tuban. Permasalahan utama meliputi: (1) proses produksi kopi masih konvensional menggunakan wajan, sehingga hasil sangrai tidak merata dan kapasitas produksi terbatas; (2) belum adanya penguasaan strategi produksi dan pemasaran karena karyawan tidak memiliki dasar ilmu wirausaha dan hanya belajar secara otodidak; (3) pemasaran terbatas di tempat usaha dan tempat penitipan, merek kurang dikenal, serta sulit ditemukan konsumen potensial; dan (4) belum diterapkannya manajemen bisnis dan pembukuan keuangan. Metode yang digunakan meliputi: (1) perancangan dan penyediaan mesin sangrai (Roasting Machine) dengan kapasitas maksimal 1 kg dan berbagai fitur pendukung; (2) pelatihan, praktik, dan pendampingan kewirausahaan; (3) pelatihan e-marketing melalui media sosial dan marketplace online; serta (4) pelatihan manajemen bisnis yang mencakup fungsi manajemen dan operasional manajemen. Hasil kegiatan menunjukkan: (1) tersedianya mesin sangrai yang memadai; (2) peningkatan pemahaman dan penerapan fungsi manajemen dan operasional; (3) penerapan ekonomi kreatif dan inovasi pemasaran melalui e-commerce serta pendaftaran di asosiasi UMKM nasional dan internasional; serta (4) peningkatan pengetahuan dan keterampilan manajemen peserta.

Program Pemberdayaan Masyarakat berbasis produk dari ITS terbukti efektif dalam mendukung pengembangan usaha produsen kopi di masa new normal.Penerapan teknologi tepat guna, peningkatan jiwa kewirausahaan, perluasan pemasaran secara online dan offline, serta penerapan ilmu manajemen secara menyeluruh mampu meningkatkan kinerja usaha.Pemberdayaan ini juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan alumni pesantren.

Pertama, perlu penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi suhu dan waktu sangrai terhadap kualitas rasa dan aroma kopi herbal untuk menghasilkan standar proses produksi yang optimal dan konsisten. Kedua, perlu dikaji efektivitas kombinasi pelatihan kewirausahaan berbasis nilai-nilai pesantren dengan pendekatan modern dalam membentuk mental wirausaha yang tangguh dan berkelanjutan pada alumni pesantren. Ketiga, penting untuk mengevaluasi dampak penggunaan berbagai platform e-commerce dan media sosial terhadap jangkauan pasar dan loyalitas konsumen, termasuk strategi branding yang sesuai dengan identitas santripreneur, guna membangun ekosistem pemasaran digital yang lebih kuat dan mandiri bagi pelaku usaha kopi herbal.

Read online
File size1.17 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test