UNBARIUNBARI
Legalitas: Jurnal HukumLegalitas: Jurnal HukumAdanya inkonsistensi antara Pasal 453 dan 454 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Pasal 1169 dan 1170 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Kesehatan, yang secara normatif merupakan pengulangan tetapi mengandung implikasi terhadap kejelasan status hukum regulasi sebelumnya, khususnya yang berkaitan dengan keberadaan dan kewenangan Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui, memahami dan menganalisis secara mendalam terkait implikasi yuridis dari inkonsistensi norma antara Pasal 453 dan 454 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 dan Pasal 1169 dan Pasal 1170 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 terhadap sistem pengawasan rumah sakit di Indonesia, serta mengetahui, memahami dan menganalisis upaya harmonisasi hukum yang diperlukan untuk menyelesaikan disharmoni antara Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 dan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2013 dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan pendekatan secara yuridis normatif, yaitu dengan mengkaji data sekunder berupa bahan-bahan hukum primer dan sekunder.
Penelitian menemukan adanya inkonsistensi signifikan antara UU No.28/2024, khususnya terkait eksistensi dan kewenangan BPRS, yang menciptakan kekosongan yuridis.Legislasi belum mencapai harmonisasi penuh, sehingga menimbulkan dualisme norma yang membebani pemerintah daerah, manajemen rumah sakit, dan masyarakat.Ketidakkonsistenan ini mengganggu kepastian hukum, menghambat efektivitas pengawasan, serta melemahkan perlindungan hak pasien.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji seberapa efektif regulasi transisi, seperti Permenkes yang dirancang untuk menjaga fungsi BPRS selama masa peralihan, terhadap kepastian hukum dan operasional rumah sakit. Selanjutnya, diperlukan studi empiris untuk mengukur dampak kekosongan regulasi pada kepatuhan rumah sakit dan keselamatan pasien, termasuk analisis data insiden klinis sebelum dan sesudah perubahan regulasi. Akhirnya, perbandingan antara model pengawasan eksternal (BPRS) dan internal (DPRS, SPI) dalam konteks Indonesia dapat memberikan insight tentang kelebihan, kelemahan, dan potensi integrasi keduanya untuk meningkatkan akuntabilitas serta kualitas layanan kesehatan secara berkelanjutan.
| File size | 326.76 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
POLITEKNIK KEBUMENPOLITEKNIK KEBUMEN Kualitas layanan dan citra perusahaan memiliki dampak positif terhadap kepuasan pasien di RS Hermina Semarang. Mutu layanan yang baik meningkatkan persepsiKualitas layanan dan citra perusahaan memiliki dampak positif terhadap kepuasan pasien di RS Hermina Semarang. Mutu layanan yang baik meningkatkan persepsi
JOURNALCENTERJOURNALCENTER Pencarian komprehensif dilakukan di basis data PubMed, Scopus, dan Web of Science untuk artikel yang diterbitkan antara 2020 dan 2024. Kata kunci yangPencarian komprehensif dilakukan di basis data PubMed, Scopus, dan Web of Science untuk artikel yang diterbitkan antara 2020 dan 2024. Kata kunci yang
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Pengelolaan arsip yang baik sangat penting untuk mendukung kelancaran operasional, meminimalkan risiko kehilangan data, dan memudahkan akses informasiPengelolaan arsip yang baik sangat penting untuk mendukung kelancaran operasional, meminimalkan risiko kehilangan data, dan memudahkan akses informasi
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Pelatihan yang tepat sasaran menghasilkan pelayan yang mampu melayani tamu dengan baik, sehingga restoran dapat bersaing dalam industri F&B. PengembanganPelatihan yang tepat sasaran menghasilkan pelayan yang mampu melayani tamu dengan baik, sehingga restoran dapat bersaing dalam industri F&B. Pengembangan
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Perusahaan biasanya mengharapkan akan menerima kas dari transaksi tersebut dalam waktu 30-60 hari. Piutang usaha biasanya merupakan jenis tagihan yangPerusahaan biasanya mengharapkan akan menerima kas dari transaksi tersebut dalam waktu 30-60 hari. Piutang usaha biasanya merupakan jenis tagihan yang
UMSBUMSB Waktu tunggu merupakan salah satu indikator nasional mutu pelayanan kesehatan dengan waktu tunggu obat maksimal 15 menit untuk obat non racikan dan 30Waktu tunggu merupakan salah satu indikator nasional mutu pelayanan kesehatan dengan waktu tunggu obat maksimal 15 menit untuk obat non racikan dan 30
STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA Hasil didapatkan rata-rata pengetahuan remaja sebelum penyuluhan kesehatan pada kelompok eksperimen 14,48 dan kontrol 15,32, sesudah penyuluhan kesehatanHasil didapatkan rata-rata pengetahuan remaja sebelum penyuluhan kesehatan pada kelompok eksperimen 14,48 dan kontrol 15,32, sesudah penyuluhan kesehatan
PROVISIPROVISI Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi pemesanan dan penjualan pada CV New Flashphone Semarang. Melalui pembuatan Sistem Informasi PemesananPenelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi pemesanan dan penjualan pada CV New Flashphone Semarang. Melalui pembuatan Sistem Informasi Pemesanan
Useful /
ESDMESDM Setiap genus mempunyai distribusi spasial tertentu sesuai habitatnya dengan beberapa anomali. Kisaran kedalaman daerah penelitian antara 23 dan 85 m dicirikanSetiap genus mempunyai distribusi spasial tertentu sesuai habitatnya dengan beberapa anomali. Kisaran kedalaman daerah penelitian antara 23 dan 85 m dicirikan
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Sampel penelitian ini adalah kreator konten bernama Gita Savitri Devi, atau dikenal sebagai Gita, dengan akun Instagram @gitasav. Data dikumpulkan dariSampel penelitian ini adalah kreator konten bernama Gita Savitri Devi, atau dikenal sebagai Gita, dengan akun Instagram @gitasav. Data dikumpulkan dari
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Beberapa polimorfisme gen diperkirakan menjadi faktor risiko endogen terjadinya sifilis okular salah satunya adalah polimorfisme Toll-like receptor 2 (TLR2).Beberapa polimorfisme gen diperkirakan menjadi faktor risiko endogen terjadinya sifilis okular salah satunya adalah polimorfisme Toll-like receptor 2 (TLR2).
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Pada penelitian ini menunjukkan bahwa subjek memiliki penerimaan diri dengan penyesuaian diri pada kategori sedang artinya, semakin rendah penerimaan dirinyaPada penelitian ini menunjukkan bahwa subjek memiliki penerimaan diri dengan penyesuaian diri pada kategori sedang artinya, semakin rendah penerimaan dirinya