UNINDRAUNINDRA
Prosiding Semnas PenaBioProsiding Semnas PenaBioTanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L.) merupakan tanaman yang sering ditemukan di setiap daerah yang ada di Indonesia salah satunya di daerah Desa Palasari Kabupaten Cianjur. Tanaman Cabai Merah Keriting menjadi tanaman yang sering dibudiyakan di Perkebunan Desa Palasari. Cabai merah keriting (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura penting yang rentan terhadap serangan berbagai insekta. Penelitian ini untuk menganalisis jenis insekta yang berada di area perkebunan cabai merah keriting (Capsicum annum L.). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode Visual Encounter Survey (VES) dan menggunakan Yellow trap sebagai perangkap bagi serangga di plot 2, 3, dan 4. Data indeks analisis menggunakan kemerataan (E), indeks kekayaan jenis (R), dan indeks dominasi (C) untuk mengevaluasi tingkat keanekaragaman dan distribusi spesies Insecta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 22 spesies yang tersebar dalam 7 ordo berbeda dengan total 149 individu, yaitu Ordo Coleoptera, Ordo Diptera, Ordo Hemiptera, Ordo Hymenoptera, Ordo Lepidoptera, Ordo odonata, Ordo Orthoptera. indeks keanekaragaman Shannon-Wiener tingkat (H) sebesar 2, 61 menunjukkan keanekaragaman jenis berada pada tingkat sedang dimana masuk dalam kategori labil. Indeks kemerataan (E) sebesar 0, 84 menunjukkan tingkat sedang dimana distribusi serangga cukup merata, indeks kekayaan jenis (R) sebesar 3,65 menunjukkan tingkat kekayaan jenis sedang, indeks dominasi (C) sebesar 0,10 menunjukkan tidak ada satu spesies yang mendominasi komunitas. Penelitian ini menunjukkan keanekaragaman yang sedang dengan spesies yang cukup merata tetapi kekayaan jenis yang rendah.
Penelitian mengenai keanekaragaman dan dominasi insekta di perkebunan cabai merah keriting (Capsicum annuum L.) Desa Palasari, Kabupaten Cianjur, menunjukkan bahwa terdapat 7 ordo dengan 22 spesies insekta yang berhasil ditemukan dengan total 313 individu.Spesies dengan jumlah individu tertinggi adalah Bemisia tabaci (Hemiptera, 55 individu) dan Henosepilachna vigintioctopunctata (Coleoptera, 54 individu), sedangkan jumlah terendah ditemukan pada beberapa spesies dengan 2–4 individu.Analisis indeks ekologi menunjukkan bahwa nilai Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H) sebesar 2,61 termasuk kategori sedang, Indeks Kemerataan (E) sebesar 0,84 tergolong tinggi, Indeks Kekayaan Jenis (R) sebesar 3,65 dalam kategori sedang, dan Indeks Dominasi Simpson (C) sebesar 0,019 yang berarti dominasi spesies juga tergolong sedang.Hasil tersebut mengindikasikan bahwa ekosistem perkebunan masih cukup stabil, meskipun terdapat spesies hama utama yang mendominasi.Keberadaan predator alami seperti Oecophylla smaragdina (semut rangrang) juga berperan penting dalam menekan populasi hama, sehingga mendukung penerapan strategi pengendalian hama terpadu (PHT) yang ramah lingkungan.Namun demikian, penggunaan pestisida kimia secara rutin terbukti kurang efektif karena populasi hama utama masih tinggi, sehingga perlu diimbangi dengan pemanfaatan musuh alami sebagai agen pengendali hayati.Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan bahwa ekosistem perkebunan cabai merah keriting di Desa Palasari masih cukup sehat, namun strategi pengendalian hama berkelanjutan perlu ditingkatkan melalui kombinasi metode kimiawi dan hayati.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai efektivitas pengendalian hama terpadu (PHT) di perkebunan cabai merah keriting. Penelitian ini dapat fokus pada pengembangan strategi pengendalian hama yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan peran predator alami seperti semut rangrang (Oecophylla smaragdina) dalam menekan populasi hama. Selain itu, perlu dilakukan analisis lebih mendalam mengenai interaksi ekologis antara spesies insekta dan tanaman cabai, serta pengaruhnya terhadap produktivitas dan kualitas panen. Studi ini dapat mencakup pengamatan jangka panjang dan pengujian berbagai metode pengendalian hama, termasuk penggunaan pestisida secara selektif dan terukur, serta pemanfaatan musuh alami secara optimal. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi petani dalam mengelola perkebunan cabai merah keriting secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.
| File size | 878.38 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UMKUMK ) merupakan salah satu kendala utama yang menyebabkan kerugian panen signifikan, yang mana salah satu pemicu utamanya adalah kondisi pH tanah yang tidak) merupakan salah satu kendala utama yang menyebabkan kerugian panen signifikan, yang mana salah satu pemicu utamanya adalah kondisi pH tanah yang tidak
POLTESAPOLTESA Pemanfaatan digital marketing pada era industri 4. 0 dapat dijadikan alternatif strategi dalam pemasaran produk agar memudahkan pelaku usaha memantau danPemanfaatan digital marketing pada era industri 4. 0 dapat dijadikan alternatif strategi dalam pemasaran produk agar memudahkan pelaku usaha memantau dan
ILININSTITUTEILININSTITUTE Peserta kegiatan dapat menerima dengan baik materi yang disampaikan, dapat memahami serta mengetahui tanaman cabai, jenis, cara berbudidaya serta hamaPeserta kegiatan dapat menerima dengan baik materi yang disampaikan, dapat memahami serta mengetahui tanaman cabai, jenis, cara berbudidaya serta hama
PPS UNISTIPPS UNISTI Komoditas cabai merah keriting dipilih karena merupakan salah satu produk hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang stabilKomoditas cabai merah keriting dipilih karena merupakan salah satu produk hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang stabil
UNINDRAUNINDRA Pewarnaan dan pengamatan mikroskopik terbukti efektif dalam memperjelas struktur morfologi jamur dan memudahkan proses identifikasi. Hasil penelitian iniPewarnaan dan pengamatan mikroskopik terbukti efektif dalam memperjelas struktur morfologi jamur dan memudahkan proses identifikasi. Hasil penelitian ini
UEUUEU Model yang dikembangkan berhasil mencapai performa yang sangat tinggi pada data uji, dengan Test Accuracy sebesar 98,17 % dan hasil precision, recall,Model yang dikembangkan berhasil mencapai performa yang sangat tinggi pada data uji, dengan Test Accuracy sebesar 98,17 % dan hasil precision, recall,
STTSSTTS Cabai merah besar merupakan komoditas pangan strategis dengan permintaan tinggi, namun harganya sering mengalami fluktuasi akibat faktor cuaca, musim panen,Cabai merah besar merupakan komoditas pangan strategis dengan permintaan tinggi, namun harganya sering mengalami fluktuasi akibat faktor cuaca, musim panen,
UADUAD The main parameters observed were plant height and nutrient analysis in the growing medium. The results show that the combination of peat soil, manure,The main parameters observed were plant height and nutrient analysis in the growing medium. The results show that the combination of peat soil, manure,
Useful /
POLTESAPOLTESA Pengaruh simulasi 3D terhadap upaya peningkatan pemahaman siswa terlihat dari peningkatan 52% jumlah siswa yang nilainya tuntas setelah menggunakan mediaPengaruh simulasi 3D terhadap upaya peningkatan pemahaman siswa terlihat dari peningkatan 52% jumlah siswa yang nilainya tuntas setelah menggunakan media
POLTESAPOLTESA Kebutuhan pasar akan media tanam organic yang siap pakai menjadi peluang usaha yang cukup prospektif di Kecamatan Sambas. Salah satu bahan yang bisa dijadikanKebutuhan pasar akan media tanam organic yang siap pakai menjadi peluang usaha yang cukup prospektif di Kecamatan Sambas. Salah satu bahan yang bisa dijadikan
POLTESAPOLTESA Materi tentang digital marketing dan pembuatan konten menggunakan aplikasi Canva menjadi pengetahuan baru yang membantu aktivitas ibu-ibu Dharma WanitaMateri tentang digital marketing dan pembuatan konten menggunakan aplikasi Canva menjadi pengetahuan baru yang membantu aktivitas ibu-ibu Dharma Wanita
STTSSTTS Selain itu, pemeriksaan lebih lanjut, seperti biopsi, kadang-kadang diperlukan, yang menimbulkan biaya dan memerlukan teknologi yang tidak selalu tersediaSelain itu, pemeriksaan lebih lanjut, seperti biopsi, kadang-kadang diperlukan, yang menimbulkan biaya dan memerlukan teknologi yang tidak selalu tersedia